<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
	<channel>
		<title>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/</title>
		<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/feed</link>
		<language>id-ID</language>
		<description>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Babel</description>
		<dc:language>id-ID</dc:language>
		<dc:creator>fdki@iainsasbabel.ac.id</dc:creator>
		<image>
			<url>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/assets/images/logo/f32dd7e470d9eb5b4d40e057d86bcac0.png</url>
			<title>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Babel</title>
			<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/</link>
		</image>

		<dc:rights>Copyright 2026</dc:rights>
		<admin:generatorAgent rdf:resource="https://fdki.iainsasbabel.ac.id/" />

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN SAS Babel Gelar Yudisium XVIII, Rektor Beri Motivasi Lulusan untuk Terus Bertumbuh</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-babel-gelar-yudisium-xviii-rektor-beri-motivasi-lulusan-untuk-terus-bertumbuh</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-babel-gelar-yudisium-xviii-rektor-beri-motivasi-lulusan-untuk-terus-bertumbuh</guid>
				<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 10:06:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>BANGKA — 28 April 2025--Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar Yudisium XVIII pada Selasa, 28 April 2026 di Aula Terpadu IAIN SAS Babel. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai momentum akademik bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan proses studinya.</p><p>Acara yudisium tersebut dihadiri sekaligus dibuka secara langsung oleh Rektor Prof. Dr. Irawan, M.S.I.. Dalam sambutannya, rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yudisium atas perjuangan dan ketekunan mereka selama menempuh pendidikan di IAIN SAS Babel.</p><p>Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., Wakil Dekan Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., Kasubbag TU FDKI Nelly Sanawiyah, S.Sos., M.M., para ketua dan sekretaris program studi, kepala laboratorium, serta Ketua Gugus Kendali Mutu di lingkungan FDKI.</p><p>Dalam sambutannya, Rektor IAIN SAS Babel menegaskan bahwa yudisium bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.</p><blockquote><p>“Hari ini bukan hanya tentang kelulusan, tetapi tentang kesiapan saudara untuk terus belajar, bertumbuh, dan memberi manfaat bagi umat. Jagalah nama baik almamater, tunjukkan integritas, dan buktikan bahwa lulusan FDKI mampu menjadi pribadi yang membawa perubahan positif di masyarakat,” ujar Prof. Dr. Irawan, M.S.I.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/IMG_3792(1).jpg"><figcaption>Sambutan Oleh Rektor IAIN SAS BABEl, Prof. Dr. Irawan, M.S.I.</figcaption></figure></blockquote><p>Rektor juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga semangat keilmuan serta tidak berhenti mengembangkan kemampuan diri di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.</p><p>Sementara itu, Dekan FDKI IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dengan penuh perjuangan dan dedikasi.</p><blockquote><p>“Kami berharap para lulusan FDKI dapat terus membawa nama baik jurusan dan almamater di manapun berada. Jadilah insan yang adaptif, berakhlak, serta mampu menghadirkan nilai-nilai dakwah dan komunikasi Islam yang menyejukkan di tengah masyarakat,” ungkapnya.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/IMG_3785(1).jpg"><figcaption>Sambutan Oleh Dekan FDKI Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</figcaption></figure></blockquote><p>Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan para mahasiswa tidak terlepas dari dukungan keluarga, dosen, dan seluruh sivitas akademika FDKI yang selama ini mendampingi proses akademik mahasiswa hingga selesai.</p><p>Pada rangkaian acara inti, Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., membacakan Surat Keputusan (SK) kelulusan peserta yudisium serta SK lulusan terbaik FDKI. Pembacaan SK tersebut menjadi salah satu momen penting dan penuh kebanggaan bagi para mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dan berhasil menyelesaikan seluruh proses akademik di lingkungan FDKI IAIN SAS Babel.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/IMG_3809(1).JPG"><figcaption>Pembacaan SK oleh Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A.</figcaption></figure><p>Suasana yudisium berlangsung penuh kebersamaan dan rasa syukur. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang menjadi salah satu momen penting sebelum melangkah menuju wisuda dan dunia pengabdian yang lebih luas.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Prodi KPI Siap Asesmen Lapangan</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-kpi-siap-asesmen-lapangan</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-kpi-siap-asesmen-lapangan</guid>
				<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 04:01:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-04-13%20at%2003_20_14.jpeg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN SAS Babel Gelar Workshop Penulisan Artikel Scopus, Dorong Produktivitas Riset Dosen</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-babel-gelar-workshop-penulisan-artikel-scopus-dorong-produktivitas-riset-dosen</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-babel-gelar-workshop-penulisan-artikel-scopus-dorong-produktivitas-riset-dosen</guid>
				<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 08:53:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><i>Bangka Belitung</i> 05 April 2026– Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya akademik dengan menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Bereputasi Internasional (Scopus) pada Sabtu–Minggu, 05–06 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Terpadu Lantai II kampus tersebut diikuti oleh dosen-dosen di lingkungan IAIN SAS Bangka Belitung, serta turut melibatkan lima peserta dari luar institusi.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-04-05%20at%2009_20_33.jpeg"></figure><p>Workshop ini secara resmi dibuka oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas akademik dosen merupakan hal yang sangat penting, terutama dalam menghasilkan karya ilmiah yang mampu menembus jurnal internasional bereputasi. Ia juga menekankan bahwa publikasi di indeks Scopus tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebagai bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kancah global.</p><p>Untuk memperkuat kualitas pelatihan, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang publikasi ilmiah internasional, yakni Prof. Dr. Saifuddin Zuhri, S.Th., M.A. dan Dr. Mahbub Ghozali. Melalui sesi pemaparan dan praktik, keduanya membekali peserta dengan berbagai strategi penulisan artikel ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal Scopus, mulai dari penyusunan struktur artikel yang sistematis, teknik pengelolaan referensi yang efektif, hingga tahapan pengiriman naskah dan cara menghadapi proses review dari editor dan reviewer jurnal.</p><p>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-04-05%20at%2009_04_39%20(1).jpeg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Partisipasi peserta dari luar institusi menjadi indikasi terbukanya ruang kolaborasi yang dibangun oleh FDKI IAIN SAS Bangka Belitung. Keterlibatan lintas lembaga ini diharapkan dapat memperluas jejaring akademik sekaligus membuka peluang kerja sama riset yang lebih intensif dan berkelanjutan di masa mendatang.</p><p>Melalui penyelenggaraan workshop selama dua hari ini, FDKI IAIN SAS Bangka Belitung terus berupaya menumbuhkan semangat dan budaya riset di kalangan dosen. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat daya saing akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>IAIN SAS Babel gelar buka puasa ramadhan bersama. Dekan FDKI sampaikan Tausiah sebelum berbuka</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-babel-gelar-buka-puasa-ramadhan-bersama-dekan-fdki-sampaikan-tausiah-sebelum-berbuka</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-babel-gelar-buka-puasa-ramadhan-bersama-dekan-fdki-sampaikan-tausiah-sebelum-berbuka</guid>
				<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 08:31:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>IAIN SAS Babel Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keislaman</strong></p><p>Bangka Belitung — Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Aula Gedung Terpadu Lantai 1 IAIN SAS Bangka Belitung dalam kegiatan buka puasa bersama yang diikuti seluruh civitas akademika, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadan.</p><p>Sejak sore hari, para peserta telah memadati lokasi acara dengan penuh antusias. Kebersamaan tampak terjalin tanpa sekat antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang bertemunya seluruh elemen kampus dalam suasana yang lebih cair dan akrab.</p><p>Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Prof. Dr. Irawan, M.S.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tradisi kebersamaan seperti ini harus terus dirawat dan dijadikan budaya kampus.</p><blockquote><p>“Kegiatan kebersamaan seperti ini perlu terus kita jaga keberlanjutannya sebagai bagian dari ukhuwah Islam di lingkungan IAIN SAS. Momentum Ramadan adalah ruang terbaik untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas antar seluruh unsur kampus,” ujarnya.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-03-05%20at%2008_40_14.jpeg"><figcaption>Sambutan Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Irawan, M.S.I sebelum berbuka puasa bersama</figcaption></figure></blockquote><p>Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan dan Direktur Pascasarjana, seluruh dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang turut hadir meramaikan kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif seluruh unsur kampus mencerminkan kuatnya rasa memiliki terhadap institusi.</p><p>Rektor juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti pada momentum Ramadan, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk terus membangun kolaborasi, komunikasi, dan sinergi dalam berbagai program akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus.</p><p>Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan makna Ramadan sebagai bulan pembinaan diri dan penguatan karakter.</p><blockquote><p>“Menjaga identitas lokal bukan berarti tertinggal, tetapi justru menjadi fondasi karakter kita. Perkuat literasi keimanan, dan yang paling utama adalah menjaga adab. Karena adab adalah bekal utama seorang muslim dalam menjalani kehidupan,” pesannya.</p></blockquote><p>Ia menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut setiap individu, khususnya insan akademik, untuk tidak hanya unggul dalam intelektualitas, tetapi juga kokoh dalam moralitas. Adab, menurutnya, menjadi pilar utama dalam membangun peradaban yang berkemajuan.</p><blockquote><h4>kemudian ia menambahkan, <i>“Salah satu hal yang penting untuk kita jaga adalah Khashaaish Adabiyah yang diwariskan oleh Atok-Nek di Pulau Bangka. Nilai-nilai ini merupakan kearifan lokal yang membentuk karakter masyarakat kita—penuh adab, santun, dan berakhlak. Karena itu, saya mengajak seluruh sivitas akademika untuk meneladani pribadi-pribadi pilihan di masa lalu yang telah mewariskan nilai luhur tersebut kepada kita,” </i>tegasnya.</h4></blockquote><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-03-05%20at%2008_35_25.jpeg"><figcaption><i>Tausiah oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</i></figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Tausiyah tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh para peserta. Suasana aula menjadi khidmat ketika Prof. Rusydi Sulaiman menutup ceramahnya dengan pembacaan doa menjelang waktu berbuka puasa, memohon keberkahan bagi seluruh keluarga besar kampus.</p><p>Menjelang azan Maghrib, suasana semakin terasa hangat. Setiap perwakilan lembaga dan unit kerja telah menyiapkan beragam takjil dan hidangan berbuka puasa. Aneka makanan tersaji sebagai wujud partisipasi dan kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong yang tumbuh di lingkungan kampus.</p><p>Momen berbuka puasa bersama menjadi simbol kebersamaan yang nyata. Canda ringan dan percakapan hangat mengiringi santapan berbuka, mempererat hubungan antarindividu yang selama ini lebih banyak berinteraksi dalam konteks formal.</p><p>Selepas berbuka puasa, seluruh peserta melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Kekhidmatan ibadah semakin melengkapi rangkaian kegiatan yang sarat makna spiritual dan sosial tersebut.</p><p>Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, IAIN SAS Bangka Belitung kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai kebersamaan, keislaman, dan kemanusiaan. Momentum Ramadan pun menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi terletak pada soliditas dan harmoni seluruh elemen di dalamnya.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>MENIKMATI PUASA</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/menikmati-puasa</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/menikmati-puasa</guid>
				<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 02:07:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Oleh: Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam (Islamic Studies) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung &amp; Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Pon Pes Al-Islam Kemuja Bangka</strong></p><p>Secara normatif puasa adalah menahan diri dari makan, minum dan hal-hal &nbsp;yang membatalkan dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun idealnya tidak demikian, karena sesungguhnya makna puasa tidak sebatas itu. Yang diobsesikan orang tertentu adalah hakikat puasa.</p><p>Puasa dimaksud bukan puasa biasa <i>(shiyaam</i>) sebagaimana disebut dalam QS.Al-Baqarah (2):183, &nbsp;tetapi puasa dengan maksud menahan diri dari hal-hal yang kurang layak<i> ('amma laa yaliik)</i>, seperti yang dilakukan Siti Maryam (QS.Maryam (19):26, puasa menahan diri, tidak berbicara kepada siapapun atas tuduhan yang tidak beliau lakukan.</p><p>Begitu puasa disimpulkan sebagai ibadah yang luar biasa, berbeda dengan ibadah umumnya. Dalam potongan &nbsp;sebuah Hadits Qudsi dari Abi Hurairah, Allah tegaskan perihal tersebut; <i>"Kulli "Amalibni Aadama lahuu illash-Shiyaami, fainnahuu liy wa Anaa Ajziy bihii, wash-Siyaamu junnatun"</i> (Setiap perbuatan anak Adam baginya kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa &nbsp;itu untuk ku, dan Aku memberi pahala langsung atas &nbsp;perbuatan itu. Puasa adalah perlindungan). Artinya ibadah tersebut sangatlah privat menyangkut hubungan bathin seorang hamba dengan Tuhan. Sedang berpuasa atau tidak berpuasanya seseorang tidak selalu diketahui orang lain, terkadang disembunyikan. Agak berbeda memang puasa dari ibadah lainnya karena untuk berpuasa tidak diperlukan tempat khusus seperti shalat di masjid atau tempat tertentu, &nbsp;dan juga ibadah haji yang berlokasi di Mekkah. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sepanjang hari dengan ketentuan tertentu pastinya memerlukan ketahanan dan keteguhan diri. Bila tidak, maka puasa menjadi tidak bermakna.</p><p>Sejarah Puasa. Puasa dalam pengertian menahan diri dari hal tertentu dan sebaliknya untuk tujuan tertentu sudah biasa dilakukan sebagian orang. Berdasarkan QS.Al-Baqarah (2):183, memang diwajibkan puasa kepada orang-orang mukmin saat ini, dan juga atas orang-orang terdahulu. Selain di Bulan Ramadhan, puasa wajib lainnya di waktu tertentu. Nabi-nabi tertentu juga berpuasa di sela-sela kehidupannya di bumi; Daud as., Musa as. dan juga Muhammad Saw. Dalam agama lain dan aliran kepercayaan tertentu &nbsp;juga ada puasa dalam versi berbeda. Misalnya "mutih"--tidak makan hewan berdarah dalam waktu tertentu. Fenomena vegetarian mirip berpuasa, yaitu menahan diri--tidak mengkonsumsi selain sayur-sayuran. Namun puasa Ramadhan yang kemudian membedakan dengan puasa lainnya, berlaku secara general atas umat Islam, tinggal bagaimana mereka menyikapi pemberlakuan ibadah di bulan mulia tersebut.</p><p>Secara normatif syari'ah, awal penetapan puasa Ramadhan &nbsp;adalah pada Bulan Sya'ban tahun ke-2 Hijriyah berdasarkan ru'yatul-Hilal. Bila belum memenuhi, kemudian Rasulullah perintahkan untuk menyempurnakan (<i>istikmal</i>) hingga 30 hari. Beberapa pendapat ulama belakangan muncul terkait mula puasa Ramadhan dan juga penentuan awal lebaran (Bulan Syawal).</p><p>Menikmati Puasa. Senang atau sebaliknya tidak senang seseorang terhadap kehadiran ramadhan dimana ada kewajiban puasa tergantung kedalaman keimanannya. Orang yang tidak beriman pasti menolak; orang yang tipis iman (sekedar beragama) agak gelisah dan kurang senang; dan orang yang kuat imannya sangat senang dan menyambut ramadhan dengan senang hati. Orang ketiga tersebut berusaha menikmati Puasa. Ibadah tersebut tidak sebatas pemenuhan normatifitasnya melainkan ia sudah terbiasa puasa. Dalam tahapan seperti ini, seseorang menjadikan puasa sebagai momentum intensifikasi ibadah. Ia dipastikan berusaha meningkatkan kualitas dirinya di hadapan Allah.</p><p>Menikmati berarti merasakan saat beribadah-- memperkuat hubungan bathin dengan Dzat yang Maha Suci. <i>"an Ta'budallah ka'annaka Taraahu, fain lam Takun Taraahuu, fainnahuu Yaraaka"</i> (Beribadahlah &nbsp;seakan akan kamu melihat Allah. Dan apa bila kamu belum melihat-Nya, maka Allah &nbsp; melihat mu). Melihat tidak secara kasat mata, tapi melihat dengan mata bathin (bashiirah). Beberapa istilah dalam perspektif sufi dapat digunakan, yaitu: &nbsp;<i>musyaahadah</i> &nbsp;dan <i>madzaaqah</i>--keduanya mengindikasikan adanya ketajaman rasa dan benar-benar merasakan adanya hubungan kuat antara hamba sebagai makhluk &nbsp;dan Tuhan sebagai al-Khaaliq.</p><p>Meneladani Orang Bijak. Apapun yang telah dicontohkan oleh orang-orang bijak se-kelas nabi dan rasul tentang pengalaman berpuasa selalu saja &nbsp;menjadi pijakan bagi generasi berikutnya, yaitu para sahabat , taabi'iin, taabi'it-Taabi'iin dan ulama <i>(as-Salafush-Shaalih)</i>. Hendaknya pengalaman itu juga perlu kita teladani. Sangat ringan bila seseorang hanya menunaikan puasa Ramadhan tanpa berupaya menikmati ibadah tersebut. Lagi-lagi puasa lain yang mungkin belum pernah ia coba. Kekuatan kepribadian dan integritas diri juga disebabkan oleh olah bathin seperti puasa. Sekali lagi, puasa untuk tujuan tertentu. Jadi selain proses akal (objektifikasi), proses penguatan bathin pun sangat penting. <i>"shuumuu Tashihhuu"</i> (Berpuasalah, maka kalian akan sehat). Mari menikmati Puasa. Wassalam.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN SAS Perkuat Sinergi dengan BNNP Babel, Komitmen Kampus Bersih Narkoba</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-perkuat-sinergi-dengan-bnnp-babel-komitmen-kampus-bersih-narkoba</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-perkuat-sinergi-dengan-bnnp-babel-komitmen-kampus-bersih-narkoba</guid>
				<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 08:04:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Pangkalpinang, 24 Februari 2026 — Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung meneguhkan komitmennya dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (BNNP Babel) yang dilaksanakan di lingkungan kampus IAIN SAS.</p><p>Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi kelembagaan antara IAIN SAS dan BNNP Babel dalam memperkuat program edukasi serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan mahasiswa dan sivitas akademika.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-24%20at%2020_59_00%20(2).jpeg"><figcaption>Penandatanganan Perjanjian Kerjasama FDKI IAIN SAS BABEL dan BNN Provinsi BABEL</figcaption></figure><p>Dalam sambutannya, Rektor IAIN SAS, Prof. Dr. Irawan, M.S.I. menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan bebas dari narkoba. Menurutnya, kolaborasi dengan BNNP Babel menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan kampus terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.</p><p>“<i>Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Karena itu, kolaborasi dengan BNNP Babel menjadi langkah konkret dan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan kampus dari ancaman narkotika,</i>” ucapnya.</p><p>Sementara itu, Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., menegaskan kesiapan fakultas untuk menjadi garda terdepan dalam gerakan penyadaran anti-narkoba melalui pendekatan dakwah dan komunikasi.</p><p>“<i>Sebagai fakultas yang bergerak di bidang dakwah dan komunikasi, FDKI memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan gerakan penyadaran yang sistematis dan berkelanjutan. Kampus harus menjadi ruang yang bersih, sehat, dan bebas dari narkoba,</i>” tegasnya.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-24%20at%2020_58_58%20(1).jpeg"></figure><p>Ia menambahkan bahwa kerja sama ini akan diwujudkan dalam berbagai program konkret, seperti seminar edukasi, kampanye komunikasi publik, riset kolaboratif, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis pencegahan narkotika.</p><p>Melalui PKS ini, FDKI IAIN SAS diharapkan semakin aktif berperan dalam membangun kesadaran kolektif mahasiswa sebagai agen perubahan, sekaligus memperkuat citra kampus sebagai lingkungan akademik yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Rapat Koordinasi Dosen FDKI IAIN SAS Bangka Belitung. Rusydi Sulaiman (Dekan FDKI): Dosen Tetap Mendisiplinkan Diri dalam Berkhidmah</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/rapat-koordinasi-dosen-fdki-iain-sas-bangka-belitung-rusydi-sulaiman-dekan-fdki-dosen-tetap-mendisiplinkan-diri-dalam-berkhidmah</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/rapat-koordinasi-dosen-fdki-iain-sas-bangka-belitung-rusydi-sulaiman-dekan-fdki-dosen-tetap-mendisiplinkan-diri-dalam-berkhidmah</guid>
				<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 12:19:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka Belitung – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar Rapat Koordinasi Dosen sebagai langkah strategis memperkuat kinerja akademik dan tata kelola perkuliahan menjelang semester genap. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi seluruh unsur pimpinan dan dosen dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran dan persiapan akreditasi program studi.&nbsp;</p><p>Rapat dihadiri langsung oleh Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Irawan, M.S.I., Dekan FDKI Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., Wakil Dekan FDKI Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., Kasubbag TU FDKI, Kepala Laboratorium Chitra Fraghini, M.Psi., Ketua Gugus Kendali Mutu Wahyudi, M.A., para Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta seluruh dosen pengampu mata kuliah di lingkungan FDKI.</p><h3>Dekan: Tingkatkan Produktivitas dan Disiplin Berkhidmah</h3><p>Kegiatan dibuka oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., yang dalam arahannya menekankan pentingnya kedisiplinan dan produktivitas dosen dalam menjalankan tugas tridharma perguruan tinggi.</p><p>“Dosen tetap harus mendisiplinkan diri dalam berkhidmah. Tingkatkan produktivitas dan keaktifan dalam menjalankan tugas, baik dalam pengajaran, penelitian, maupun pengabdian,” tegasnya.</p><p>Menurutnya, kualitas fakultas sangat ditentukan oleh komitmen dan integritas para dosen dalam melaksanakan amanah akademik secara profesional dan berkelanjutan.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-23%20at%2012_40_06.jpeg"><figcaption><i><strong>Pembukaan Acara oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong></i></figcaption></figure><h3>&nbsp;</h3><h3>Arahan Rektor: Jaga Moral dan Bantu Sosialisasi PMB</h3><p>Dalam sambutan dan arahannya, Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Irawan, M.S.I., mengajak seluruh dosen untuk turut berperan aktif dalam mendukung penjaringan mahasiswa baru yang masih berlangsung.</p><p>“Kepada Bapak/Ibu Dosen kiranya dapat membantu melakukan sosialisasi mengingat penjaringan mahasiswa masih berlangsung. Moral adalah hal yang penting untuk dijaga dalam mengemban tugas dan amanah sebagai abdi negara,” ungkapnya.</p><p>Rektor juga menegaskan bahwa kehadiran dosen dalam proses perkuliahan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan mahasiswa. Interaksi akademik yang berkualitas menjadi faktor internal penting dalam mendorong kemajuan FDKI secara khusus, dan institusi secara umum.</p><p>Ia mengingatkan bahwa salah satu aspek terpenting dalam perguruan tinggi adalah kesinambungan proses perkuliahan dari semester ke semester sepanjang tahun akademik. Umumnya mahasiswa menempuh tujuh semester perkuliahan dan satu semester untuk penyelesaian skripsi, ujian, serta kegiatan akademik lainnya. Oleh karena itu, konsistensi dan kualitas pembelajaran harus menjadi prioritas bersama.</p><p>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-23%20at%2012_37_31.jpeg"><figcaption><i><strong>Arahan langsung dari Rektor IAIN SAS yang juga Dosen Homebase FDKI, Prof. Dr. Irawan, M.S.I.</strong></i></figcaption></figure><h3>&nbsp;</h3><h3>Paparan Program Studi: Fokus Semester Genap dan Akreditasi</h3><p>Pada sesi pemaparan, masing-masing program studi menyampaikan laporan serta rencana strategis menghadapi semester genap dan agenda akreditasi.</p><p>Dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), paparan disampaikan oleh M. Sholeh Marsudi, M.A. selaku Sekretaris Prodi. Ia menyampaikan kesiapan pelaksanaan perkuliahan semester genap sekaligus progres persiapan akreditasi yang tengah berjalan.</p><p>Sementara itu, dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Plt. Ketua Prodi Gustin, M.Pd. menegaskan bahwa Asesmen Lapangan (AL) sudah di depan mata. Ia memohon dukungan penuh dari Dekan, Wakil Dekan, Rektor, serta seluruh dosen KPI agar proses akreditasi dapat berjalan optimal dan memperoleh hasil terbaik.</p><p>Paparan berikutnya disampaikan oleh Ketua Program Studi Jurnalistik Islam, Sekar Putri, M.A., yang memaparkan kesiapan pelaksanaan perkuliahan serta penguatan tata kelola akademik di lingkungan Prodi JI.</p><figure class="image image-style-align-left"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-23%20at%2012_40_00%20(1).jpeg"><figcaption><i><strong>Paparan Prodi, Kalab, dan GKM FDKI</strong></i></figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Adapun dari Program Studi Psikologi Islam, paparan disampaikan oleh Chitra Fraghini, M.Psi., selaku Kepala Laboratorium yang mewakili Ketua dan Sekretaris Prodi. Ia menjelaskan langkah-langkah strategis yang telah dilakukan dalam mendukung kelancaran perkuliahan dan penguatan dokumen akreditasi.</p><p>Ketua Gugus Kendali Mutu, Wahyudi, M.A., turut menyampaikan berbagai hal teknis berkaitan dengan penguatan sistem penjaminan mutu internal, khususnya dukungan kendali mutu di tingkat program studi guna memperkuat kesiapan akreditasi.</p><h3>Wakil Dekan: Administrasi Perkuliahan Harus Dituntaskan</h3><p>Menutup rangkaian kegiatan, Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., memberikan sejumlah catatan penting kepada para dosen, terutama terkait administrasi perkuliahan yang belum diselesaikan.</p><p>Ia menegaskan bahwa penyelesaian administrasi tidak hanya berkaitan dengan kewajiban individu, tetapi juga menyangkut hak dosen pengampu mata kuliah lainnya serta tertibnya sistem akademik fakultas.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-23%20at%2012_39_59%20(1).jpeg"><figcaption><i><strong>Arahan Wakil Dekan, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A.</strong></i></figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Rapat koordinasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga profesionalisme dan integritas akademik di lingkungan FDKI. Dengan sinergi antara pimpinan, program studi, dan seluruh dosen, FDKI optimis mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat capaian akreditasi, serta mewujudkan tata kelola fakultas yang unggul dan berdaya saing.<br><br><br><i>(ed. Aka)</i></p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Dampingi Persiapan  Asesmen Lapangan (AL)  Prodi KPI FDKI. Rusydi Sulaiman Apresiasi Atensi Kepala LPM</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/lembaga-penjamin-mutu-lpm-dampingi-persiapan-asesmen-lapangan-al-prodi-kpi-fdki-rusydi-sulaiman-apresiasi-atensi-kepala-lpm</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/lembaga-penjamin-mutu-lpm-dampingi-persiapan-asesmen-lapangan-al-prodi-kpi-fdki-rusydi-sulaiman-apresiasi-atensi-kepala-lpm</guid>
				<pubDate>Mon, 23 Feb 2026 10:56:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>FDKI Gelar Rapat Bersama LPM IAIN SAS Babel, Bahas Persiapan Akreditasi Program Studi</strong></p><p>Bangka Belitung – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar rapat bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dalam rangka persiapan akreditasi program studi, Senin (23/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola program studi di lingkungan FDKI.</p><p>Rapat tersebut dihadiri oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., Wakil Dekan Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., Kepala LPM Dr. Irvani, M.Ag., Sekretaris LPM Nurul Faqih Isro’i, M.Pd., Tim LPM Dr. Dinar, M.Pd., Kasubbag TU FDKI Ahmad Suwaidi, S.Ag., Kepala Laboratorium FDKI, seluruh Ketua dan Sekretaris Program Studi, serta dosen homebase Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-23%20at%2011_11_35%20(2).jpeg"></figure><p>Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan generasi muda. Tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, perguruan tinggi juga menjadi tolok ukur kualitas akademik yang mendapat apresiasi dan kepercayaan dari masyarakat. Oleh karena itu, pengelola perguruan tinggi, khususnya PTKIN, dituntut untuk terus meningkatkan kualitas akademik melalui penguatan program studi dan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.</p><p>Sebagai bagian dari PTKIN, FDKI saat ini tengah mempersiapkan akreditasi beberapa program studi, yakni Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Psikologi Islam, Jurnalistik Islam, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Secara khusus, Program Studi KPI saat ini sedang menunggu proses Asesmen Lapangan (AL) sebagai tahapan lanjutan dalam proses akreditasi.</p><p>Dalam sambutannya, Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., mengajak seluruh tim untuk bekerja secara maksimal dan penuh kesungguhan dalam menyiapkan seluruh dokumen dan instrumen yang dibutuhkan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala LPM dan jajaran yang telah memberikan pendampingan intensif kepada FDKI.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-23%20at%2011_11_36%20(1).jpeg"></figure><p>“Kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab dalam mempersiapkan akreditasi ini. Terima kasih kepada Kepala LPM dan tim yang telah mendampingi FDKI dalam proses ini,” ujarnya.</p><p>Sementara itu, Kepala LPM, Dr. Irvani, M.Ag., menegaskan pentingnya kesiapan dokumen dan bukti dukung yang harus dipersiapkan jauh sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan.</p><p>“Kita tidak boleh menunggu mendekati deadline. Semua harus disiapkan lebih awal agar ketika asesmen berlangsung, kita benar-benar siap,” tegasnya.</p><p>Pada kesempatan yang sama, Dr. Dinar, M.Pd. memaparkan sejumlah hal teknis yang harus segera dituntaskan dalam rangka persiapan re-akreditasi program studi di lingkungan FDKI, mengingat seluruh proses akreditasi berada dalam rentang waktu yang relatif dekat.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-23%20at%2011_11_33.jpeg"></figure><p>Rapat berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kolaboratif meskipun dilaksanakan dalam suasana ibadah puasa di bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini, FDKI menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik, demi mewujudkan program studi yang unggul, profesional, dan berdaya saing.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Terjadwal  Khatib di Masjid Darul Ulum Karya Makmur Pemali Sungailiat Bangka, Rusydi Sulaiman Ajak Optimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan.</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/terjadwal-khatib-di-masjid-darul-ulum-karya-makmur-pemali-sungailiat-bangka-rusydi-sulaiman-ajak-optimalkan-ibadah-di-bulan-ramadhan</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/terjadwal-khatib-di-masjid-darul-ulum-karya-makmur-pemali-sungailiat-bangka-rusydi-sulaiman-ajak-optimalkan-ibadah-di-bulan-ramadhan</guid>
				<pubDate>Sat, 21 Feb 2026 01:13:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam, hampir pasti difungsikan &nbsp;untuk Shalat Lima Waktu ( ash,-Shalawaat al-Maktuubah). Mudah-mudahan setiap masjid di kota dan juga kampung di negeri ini &nbsp;tidak kosong dari penduduk setempat.</p><p>Selama Bulan Ramadhan, fungsi masjid pasti ditingkatkan lagi dengan kegiatan Shalat Tarawih, Shalat Sunnah, iktikaf, tadaruus, dan khusus di pekan terakhir &nbsp;menjelang lebaran, masjid dipakai untuk pembagian zakat bagi 8 kelompok (al-Ashnaaf ats-Tsamaniyah yang menetap di sekitar masjid kampung. Shalat malam (Tarawih) &nbsp;adalah ibadah yang paling mencirikan setiap masjid, baik di kota ataupun di kampung.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-20%20at%2016_54_46.jpeg"><figcaption>Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.&nbsp;</figcaption></figure><p>Menegaskan perihal shalat, Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag., Dekan FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung &nbsp;ajjak para jama'ah optimalkan ibadah di Bulan Ramadhan saat bertindak sebagai imam dan khatib di Masjid Darul Ulum Karya Makmur Sungailiat Bangka, Jum'at, 20 Febuari 2027 M/ 2 Ramadhan 2447 H.</p><p>Menurutnya, &nbsp;shalat tidak dinilai aspek zhahirnya, (<i>shuuratush-Shalast</i>), melainkan &nbsp;aspek terdalam ibadah tersebut, yaitu hakikat shalat (<i>haqiiqatush-Shalaah</i>), lihat QS.al-Baqarah 2): 45)--Artinya: "Mohon pertolonganlah (kepada &nbsp;Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya hal itu sangatlah berat kecuali bagi mereka yang khusyu' ").</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-20%20at%2016_54_46%20(1).jpeg"></figure><p>Shalat adalah ibadah tiada taranya, diperhitungkan pertama kali di Hari Kiamat perkara tersebut. Maka dari itu, tegas Rusydi yang juga Direktur Madania Center Bangka Belitung agar optimalkan shalat terlebih di bulan yang mulia ini.</p><p>Cukup banyak jumlah jama'ah yang tunaikan Shalat Jum'at di hari tersebut. Wassalam.</p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>IAIN SAS BABEL tambah 2 Guru Besar, Prof. Dr. Irawan, M.S.I. dan Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I. Keduanya merupakan Dosen Hombase Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-babel-tambah-2-guru-besar-prof-dr-irawan-msi-dan-prof-dr-zaprulkhan-msi-keduanya-merupakan-dosen-hombase-fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-babel-tambah-2-guru-besar-prof-dr-irawan-msi-dan-prof-dr-zaprulkhan-msi-keduanya-merupakan-dosen-hombase-fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam</guid>
				<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 09:18:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka, Kamis, 12 Februari 2026-IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menorehkan sejarah penting dalam pengembangan akademik dengan dikukuhkannya dua Guru Besar pada hari ini. Keduanya merupakan dosen homebase Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), yakni Prof. Dr. Irawan, M.S.I., sebagai Guru Besar dalam bidang Pemikiran Islam Indonesia, dan Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I., sebagai Guru Besar dalam bidang Filsafat Islam.</p><p>Pengukuhan kedua profesor tersebut dilaksanakan dalam sidang senat terbuka dan secara resmi dikukuhkan langsung oleh Ketua Senat IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Prof. Dr. Zayadi, M.Ag. &nbsp;menjadi momentum bersejarah, tidak hanya bagi institusi IAIN SAS Bangka Belitung, tetapi juga secara khusus bagi FDKI. Prof. Dr. Irawan, M.S.I., selain sebagai Guru Besar, juga saat ini menjabat sebagai Rektor IAIN SAS Bangka Belitung. Sementara itu, Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I., dikenal luas sebagai akademisi dan pemikir yang konsisten mengembangkan kajian filsafat Islam di Indonesia.</p><p>Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, disaksikan oleh sivitas akademika, tamu undangan, serta keluarga besar kedua profesor. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Irawan, M.S.I., mengangkat refleksi mendalam tentang relasi manusia, Tuhan, dan alam dalam perspektif Islam.</p><p>Ia menegaskan bahwa manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga keberlangsungan ciptaan Allah Swt., sedikit kutipan dari orasi ilmiah beliau;</p><blockquote><p>“Kita bicara tentang alam. Alam yang diciptakan oleh Allah kepada manusia itu adalah sebagai konteks khalifah. Khalifah itu artinya wakil atau mengganti untuk menjaga ciptaan-Nya. Tetapi dalam kenyataannya bahwa para penjaga ini bermacam-macam. Ada yang tipenya merusak, belum lagi beberapa kelompok yang mengatakan, misalnya dalam kelompok development, kelompok yang memahami bahwa bumi ini memang diperuntukkan oleh manusia, silakan digunakan semaunya. Akibatnya muncul beberapa persoalan yang berdampak kepada lingkungan....”</p></blockquote><p>Orasi tersebut menegaskan pentingnya paradigma teologis yang berkeadaban dalam pembangunan, agar manusia tidak terjebak pada sikap eksploitatif yang merusak keseimbangan alam.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-12%20at%2021_20_58%20(1).jpeg"><figcaption><i>Prof. Dr. Irawan, M.S.I. Guru Besar Bidang Pemikiran Islam Indonesia (Rektor IAIN SAS Bangka Belitung)</i></figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I., memaparkan gagasan tentang karakter integratif filsafat Islam. Ia menekankan bahwa filsafat Islam memiliki corak yang berbeda dari filsafat Barat, terutama dalam dimensi spiritual dan moralnya.</p><blockquote><p>“Filsafat Islam itu berbeda dengan filsafat Barat. Jadi saya mengajukan dalam arti itu satu tesis. Filsafat Islam itu bersifat integratif. Integratif itu menyangkutkan antara aspek intelektual, moral-emosional, sekaligus spiritual-transendental. Kalau filsafat Barat, misalnya, didefinisikan sebagai pencerahan intelektual—mendalami hakikat realitas sampai ke akar-akarnya yang membawa pencerahan intelektual—lalu berhenti di situ. Tapi dalam Islam, filsafat itu tidak berhenti di situ. Proses pencerahan bukan hanya intelektual, tetapi juga moral-emosional dan transendental-spiritual. Memang ada ulama filsuf muslim yang mendefinisikan seperti Barat, tetapi saya mengambil yang sifatnya komprehensif integratif, yang menyangkutkan tiga aspek ini. Nah, saya berangkat dari tesis itu.”</p><p>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-12%20at%2021_20_58.jpeg"><figcaption><i>Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I. Guru Besar Filsafat Islam</i></figcaption></figure></blockquote><p>Gagasan tersebut memperkaya diskursus akademik di lingkungan IAIN SAS Bangka Belitung, sekaligus mempertegas kontribusi filsafat Islam dalam membangun peradaban yang tidak hanya rasional, tetapi juga bermoral dan spiritual.</p><p>Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian akademik tersebut.</p><blockquote><p>“Atas nama keluarga besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, kami mengucapkan selamat dan tahniah atas pengukuhan Prof. Dr. Irawan, M.S.I., dan Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I., sebagai Guru Besar. Ini adalah kebanggaan besar bagi FDKI, karena keduanya merupakan dosen homebase kami. Semoga keilmuan dan keteladanan beliau berdua semakin memperkuat tradisi akademik, memperkaya khazanah pemikiran Islam, serta menginspirasi generasi muda akademisi di Bangka Belitung dan Indonesia,” ungkapnya.</p></blockquote><p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran dua Guru Besar ini akan menjadi energi baru dalam pengembangan kurikulum, riset, dan publikasi ilmiah di lingkungan FDKI, sekaligus memperkokoh posisi fakultas sebagai pusat kajian dakwah, komunikasi, dan pemikiran Islam yang unggul.</p><p>Pengukuhan dua Guru Besar ini diharapkan tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menjadi tonggak penguatan kelembagaan serta percepatan peningkatan mutu akademik IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung secara berkelanjutan.</p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Berkolaborasi dengan TVRI Bangka Belitung. Rusydi Sulaiman Apresiasi Inovasi dan Langkah Strategis Kepala Stasiun TVRI Bangka Belitung.</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-berkolaborasi-dengan-tvri-bangka-belitung-rusydi-sulaiman-apresiasi-inovasi-dan-langkah-strategis-kepala-stasiun-tvri-bangka-belitung</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-berkolaborasi-dengan-tvri-bangka-belitung-rusydi-sulaiman-apresiasi-inovasi-dan-langkah-strategis-kepala-stasiun-tvri-bangka-belitung</guid>
				<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 09:09:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Cukup banyak stasiun televisi di negeri ini, namun hanya satu stasiun milik pemerintah yang tetap bertahan hingga saat ini, yaitu TVRI. Sementara itu, sejumlah stasiun televisi swasta mampu bertahan bahkan berkembang pesat, meskipun sebagian lainnya mengalami stagnasi. Tentu terdapat berbagai faktor yang memengaruhi dinamika tersebut.</p><p>Secara lebih spesifik, TVRI Bangka Belitung belakangan ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Berbagai inovasi dilakukan, baik dalam hal penataan ruang studio maupun pengembangan program siaran. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., memberikan apresiasi atas sejumlah pembaruan tersebut. Menurutnya, mengelola sebuah stasiun televisi bukanlah hal yang mudah, kecuali didukung oleh komitmen kuat dari pimpinan dan seluruh tim yang terlibat.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-12%20at%2019_57_39%20(1).jpeg"><figcaption>Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. bersama &nbsp;Kepala Stasiun TVRI, Emirizon, S.A.P.,M.Si.</figcaption></figure><p>Langkah-langkah strategis juga ditunjukkan oleh Emirizon, S.A.P.,M.Si. selaku Kepala Stasiun TVRI Bangka Belitung. Berbagai upaya dilakukan agar TVRI semakin dikenal dan dekat dengan masyarakat, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan media yang kian dinamis.</p><p>Atas dasar itu, serta dalam rangka memperkuat jejaring dan kerja sama kelembagaan FDKI ke depan, direncanakan kolaborasi lanjutan dengan TVRI Bangka Belitung sambil menunggu proses finalisasi nota kesepahaman (MoU) antara IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dan TVRI Bangka Belitung.</p><p>Pada Kamis, 12 Februari 2026, pukul 15.00–16.00 WIB, Dekan FDKI Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., bersama Wakil Dekan Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., didampingi Endang Kusniati, M.A. (DLB), serta Muhammad Isjoni (Staf Akademik), melaksanakan kunjungan silaturahim ke Stasiun TVRI Bangka Belitung. Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau langsung beberapa ruang studio dan ruang podcast, sekaligus berdiskusi mengenai peluang kolaborasi program siaran.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-12%20at%2019_57_39.jpeg"><figcaption>Dekan didampingi Wakil Dekan dan DLB FDKI</figcaption></figure><p>Dalam pertemuan tersebut, Emirizon, S.A.P.,M.Si. menyarankan agar MoU dilakukan pada tingkat induk lembaga sehingga dapat mengakomodasi dan meng-cover seluruh program kerja di bawahnya. Harapannya, kerja sama yang terjalin nantinya dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua belah pihak, khususnya dalam penguatan publikasi, edukasi, dan pengembangan konten dakwah serta komunikasi Islam di Bangka Belitung.</p><p>Semoga ikhtiar ini dimudahkan dan menjadi langkah strategis dalam memperluas kontribusi FDKI di ruang publik melalui media penyiaran.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Seminar Dakwah Melayu Bangka diselenggarakan FDKI. Hadirkan Narasumber dari UNIDA Gontor Ponorogo,  membahas tema : Tasawuf Nusantara dan Islamisasi Bangka sebagai Paradigma Dakwah Transformatif</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/seminar-dakwah-melayu-bangka-diselenggarakan-fdki-hadirkan-narasumber-dari-unida-gontor-ponorogo-membahas-tema-tasawuf-nusantara-dan-islamisasi-bangka-sebagai-paradigma-dakwah-transformatif</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/seminar-dakwah-melayu-bangka-diselenggarakan-fdki-hadirkan-narasumber-dari-unida-gontor-ponorogo-membahas-tema-tasawuf-nusantara-dan-islamisasi-bangka-sebagai-paradigma-dakwah-transformatif</guid>
				<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 03:14:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menyelenggarakan <i>Seminar Dakwah Melayu Bangka</i> pada <strong>Senin, 09 Februari 2026</strong>, bertempat di <strong>Aula Gedung Terpadu Lantai 1 IAIN SAS BABEL, Petaling, Bangka</strong>. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga selesai ini diselenggarakan oleh tim FDKI yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) Tata Usaha FDKI, serta dihadiri oleh sivitas akademika FDKI, mahasiswa dan mahasiswi Ma’had, serta tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan dan pesantren di Bangka Belitung dan juga General Manager Laspela Bangka Belitung.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-09%20at%2015_47_57.jpeg"><figcaption>Sambutan Rektor IAIN SAS BABEL, Prof. Dr. Irawan, M.S.I</figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Rektor IAIN SAS BABEL, Prof. Dr. Irawan, M.S.I. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dekan, Wakil Dekan FDKI, serta seluruh civitas akademika yang telah mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan seminar dengan sangat baik. Menurutnya, materi yang disampaikan dalam seminar ini memiliki bobot akademik yang kuat dan berpotensi dikembangkan menjadi sedikitnya enam artikel setara jurnal ilmiah apabila diperdalam lebih lanjut. Prof. Irawan juga menyambut hangat kehadiran narasumber dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof. Dr. Nuh Hadi Ihsan, MRKH, yang telah berkenan hadir dan berbagi keilmuan dalam forum akademik tersebut.</p><p>Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., yang mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia atas kerja keras dan kekompakan dalam mempersiapkan kegiatan ini dalam waktu yang relatif singkat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan seminar ini merupakan hasil dari kerja sama seluruh unsur panitia, karena tanpa kolaborasi yang solid, kegiatan tidak mungkin dapat berjalan dengan baik dan sukses.</p><p>Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Narasumber dari UNIDA Gontor, Prof. Dr. Nuh Hadi Ihsan, MRKH, menyampaikan materi berjudul <i>“Tasawuf Ulama Nusantara sebagai Paradigma Dakwah Transformatif: Menjawab Krisis Eksistensial Manusia Modern”</i>. Materi tersebut menekankan pentingnya tasawuf sebagai pendekatan dakwah yang mampu menjawab kegelisahan spiritual manusia modern. Sementara itu, narasumber internal IAIN SAS BABEL, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., memaparkan materi <i>“Islamisasi dan Intensifikasi Islam di Pulau Bangka”</i>, yang mengulas dinamika historis perkembangan Islam serta perannya sebagai tuntunan hidup masyarakat Melayu Bangka.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-09%20at%2010_10_57(1).jpeg"><figcaption>Sambutan Wakil Dekan, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A.</figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Kedua narasumber sangat kompeten dalam menyampaikan materi, sehingga memberikan perspektif baru bagi peserta, baik dari sudut pandang tasawuf Nusantara maupun peran Islam dalam membentuk kehidupan sosial dan budaya masyarakat Melayu. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme peserta dalam menggali gagasan-gagasan dakwah yang transformatif dan kontekstual.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-09%20at%2015_51_51.jpeg"><figcaption>Narasumber, Prof. Dr. Nur Hadi Ihsan, MRKH &amp; Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. dan Moderator : Safril, M.Sos&nbsp;</figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Kegiatan ini turut menghadirkan tamu undangan yang terdiri dari Kepala SMAN 1 Mendo Barat, Kepala SMKN 1 Mendo Barat, Pimpinan Pondok Pesantren Al Islam Kemuja, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Abror, serta sivitas akademika FDKI. Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan buku karya Prof. Dr. Nuh Hadi Ihsan kepada Rektor IAIN SAS BABEL, serta penyerahan plakat penghargaan dari Ketua Panitia, Amrullah, M.Si., kepada kedua narasumber sebagai bentuk apresiasi.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-02-09%20at%2015_51_51%20(1).jpeg"><figcaption>Penyerahan Piagam kepada Narasumber oleh Ketua Panitia, Amrullah, M.Si. didampingi Dekan dan Wakil Dekan FDKI</figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Adapun jalannya seminar dipandu oleh Moderator Safril, M.Sos. (Sekretaris Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam), dengan notulen kegiatan oleh Ahmad Suwaidi, S.Ag. (Kasubbag TU FDKI).</p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Jadwal Pelaksanaan Ujian Periode II Tahun 2026 Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/jadwal-pelaksanaan-ujian-periode-ii-tahun-2026-fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/jadwal-pelaksanaan-ujian-periode-ii-tahun-2026-fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam</guid>
				<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 09:27:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<h2 style="text-align:center;"><span style="background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(37,37,37);">UJIAN PERIODE II FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM</span><br><span style="background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(37,37,37);">INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI &nbsp;SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG</span><br><span style="background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(37,37,37);">TAHUN 2026</span></h2><h2 style="text-align:center;"><strong>UJIAN KOMPREHENSIF : 02 MARET 2026 (NARAHUBUNG : ATIKAH DEWI UTAMI, M.Si.)</strong></h2><h2 style="text-align:center;"><strong>MUNAQASYAH SKRIPSI : 03 MARET 2026 (Narahubung : Arifah, M.A.)</strong></h2><h2 style="text-align:center;"><strong>SEMINAR PROPOSAL SKRIPSI : 04 MARET 2026 (Narahubung : Rahayu Rahmadini, M.I.Kom.)</strong></h2><h2 style="text-align:center;"><strong>PENDAFTARAN : 10-23 FEBRUARI 2026</strong></h2><h3 style="text-align:center;">MAHASISWA/I YANG SUDAH MEMENUHI SYARAT AGAR SEGERA MENDAFTARKAN DIRI</h3><h2 style="text-align:center;">link pendaftaran : HTTPS://LINKTR.EE/UJIANFDKIIANSASBABEL</h2><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Screenshot%202026-02-06%20213427.png"></figure><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/ChatGPT%20Image%20Feb%206%2C%202026%2C%2009_40_05%20PM.png"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Sya’ban dan Solidaritas Sosial</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/syaban-dan-solidaritas-sosial</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/syaban-dan-solidaritas-sosial</guid>
				<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 08:53:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:center;">Oleh&nbsp;<br><strong>Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A. (Wakil Dekan FDKI IAIN SAS BABEL)</strong></p><p>Di antara dua bulan yang paling sering disebut dalam kesadaran umat Islam—Rajab dan Ramadan—bulan Sya’ban kerap hadir secara senyap. Ia tidak sepopuler Ramadan dengan ritual puasanya, tidak pula seistimewa Dzulhijjah dengan haji dan kurban. Namun justru dalam kesenyapan itulah Sya’ban menyimpan makna penting sebagai fase transisi spiritual sekaligus sosial. Sya’ban bukan sekadar “bulan penyangga” menuju Ramadan, melainkan momentum reflektif untuk menata ulang relasi manusia dengan Tuhan dan dengan sesamanya. Dalam konteks masyarakat kontemporer yang ditandai oleh fragmentasi sosial, ketimpangan ekonomi, dan menguatnya individualisme, Sya’ban menawarkan inspirasi moral untuk memperkuat solidaritas sosial.</p><p>Realitas sosial hari ini menunjukkan paradoks yang tajam. Di satu sisi, teknologi dan modernitas menjanjikan keterhubungan tanpa batas; di sisi lain, empati sosial justru kerap menipis. Ketimpangan ekonomi melebar, polarisasi sosial menguat, dan kepedulian terhadap kelompok rentan sering kalah oleh logika kompetisi dan kepentingan diri. Dalam situasi seperti ini, agama—khususnya Islam—dituntut tidak hanya hadir sebagai ritual personal, tetapi juga sebagai kekuatan etis yang membangun kebersamaan. Di sinilah Sya’ban menemukan relevansinya: sebagai bulan persiapan spiritual yang mengarah pada transformasi sosial.</p><p><strong>Makna Sya’ban: Introspeksi dan Persiapan Moral</strong></p><p>Dalam tradisi Islam, Sya’ban dipahami sebagai bulan persiapan menuju Ramadan. Nabi Muhammad dikenal memperbanyak ibadah pada bulan ini, sebuah isyarat bahwa Sya’ban adalah waktu melatih kesadaran diri sebelum memasuki puncak spiritual Ramadan. Namun, persiapan yang dimaksud tidak semata bersifat ritualistik. Sya’ban mengandung dimensi etis dan sosial yang sering terlewatkan.&nbsp;</p><p>Introspeksi diri menjadi kata kunci utama. Sya’ban mengajak umat untuk meninjau ulang kualitas iman, akhlak, dan relasi sosialnya. Dalam perspektif ini, ibadah tidak berhenti pada hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi harus tercermin dalam sikap horizontal terhadap sesama. Al-Qur’an berulang kali menegaskan bahwa kesalehan sejati bukan hanya soal ritual, melainkan juga kepedulian kepada orang miskin, anak yatim, dan mereka yang terpinggirkan. Sya’ban, sebagai bulan evaluasi, seharusnya mendorong pertanyaan kritis: sejauh mana keberagamaan kita berdampak pada lingkungan sosial?&nbsp;</p><p>Selain introspeksi, Sya’ban juga berfungsi sebagai latihan pengendalian diri dan empati. Dengan memperbanyak amal kebaikan—baik berupa sedekah, silaturahmi, maupun rekonsiliasi sosial—umat dilatih untuk keluar dari kepentingan pribadi menuju kepedulian kolektif. Dengan kata lain, Sya’ban adalah fase pembentukan sensitivitas sosial, agar Ramadan tidak dijalani secara seremonial belaka.</p><p><strong>Solidaritas Sosial dalam Islam</strong></p><p>Solidaritas sosial bukan konsep asing dalam Islam. Ajaran tentang ta’awun (saling menolong), ukhuwah (persaudaraan), dan empati sosial merupakan fondasi utama kehidupan bermasyarakat. Islam memandang manusia sebagai makhluk sosial yang saling bergantung. Keimanan seseorang bahkan diukur dari sejauh mana ia peduli terhadap sesamanya; dalam banyak hadis, Nabi menegaskan bahwa iman tidak sempurna tanpa kepedulian terhadap tetangga dan komunitas sekitar.&nbsp;</p><p>Namun, solidaritas sosial hari ini menghadapi tantangan serius. Individualisme modern mendorong manusia untuk memprioritaskan pencapaian personal di atas kepentingan kolektif. Di sisi lain, ketimpangan ekonomi menciptakan jurang sosial yang sulit dijembatani. Dalam konteks ini, solidaritas sering direduksi menjadi aktivitas karitatif sesaat, bukan kesadaran struktural yang berkelanjutan.&nbsp;</p><p>Islam menawarkan pendekatan yang lebih holistik. Solidaritas tidak hanya diwujudkan dalam sedekah, tetapi juga dalam komitmen terhadap keadilan sosial, perlindungan terhadap yang lemah, dan upaya memperbaiki relasi sosial yang retak. Prinsip empati—merasakan penderitaan orang lain seolah penderitaan sendiri—menjadi basis etis yang melampaui sekadar kewajiban formal. Di sinilah nilai-nilai Islam bertemu dengan kebutuhan mendesak masyarakat modern.</p><p><strong>Relasi Sya’ban dan Solidaritas Sosial</strong></p><p>Jika Sya’ban dipahami secara mendalam, ia dapat menjadi fondasi penting bagi penguatan solidaritas sosial. Sebagai bulan persiapan, Sya’ban memberikan ruang untuk merencanakan dan memulai aksi nyata sebelum intensitas spiritual Ramadan tiba. Nilai introspeksi dalam Sya’ban mendorong kesadaran bahwa ketimpangan sosial dan penderitaan sesama bukanlah isu di luar diri, melainkan tanggung jawab bersama.&nbsp;</p><p>Pertama, Sya’ban dapat dimaknai sebagai momentum membangun kepedulian terhadap kelompok rentan. Anak yatim, kaum miskin, pekerja informal, dan mereka yang terdampak krisis sosial-ekonomi sering kali luput dari perhatian. Dengan menjadikan Sya’ban sebagai bulan kepedulian, umat Islam dapat mulai mengarahkan sumber daya—waktu, tenaga, dan harta—untuk mendukung mereka yang membutuhkan, bukan hanya saat Ramadan, tetapi sebagai komitmen berkelanjutan.&nbsp;</p><p>Kedua, filantropi sosial yang dimulai sejak Sya’ban dapat memperkuat ekosistem kebaikan. Tradisi berbagi tidak seharusnya bersifat musiman. Sya’ban menawarkan kesempatan untuk menata niat dan sistem: memperkuat lembaga zakat dan sedekah, memastikan distribusi yang adil, serta mendorong partisipasi komunitas secara kolektif.&nbsp;</p><p>Ketiga, Sya’ban juga relevan sebagai bulan rekonsiliasi sosial. Dalam masyarakat yang mudah terbelah oleh perbedaan politik, identitas, dan kepentingan, Sya’ban mengingatkan pentingnya membersihkan hati dari dendam dan prasangka. Rekonsiliasi bukan hanya urusan personal, tetapi juga sosial—membangun kembali kepercayaan dan dialog di tengah perbedaan.</p><p><strong>Refleksi Kontekstual Indonesia</strong></p><p>Dalam konteks Indonesia, nilai-nilai Sya’ban dan solidaritas sosial menemukan banyak titik temu. Tradisi keagamaan di berbagai daerah sering menjadikan Sya’ban sebagai momentum kegiatan sosial: pengajian, santunan anak yatim, kerja bakti, hingga penguatan silaturahmi warga. Praktik-praktik ini menunjukkan bahwa agama masih memiliki daya hidup sosial yang kuat.&nbsp;</p><p>Namun, tantangan tetap ada. Urbanisasi dan gaya hidup modern kerap melemahkan ikatan komunal. Di kota-kota besar, hubungan sosial menjadi semakin anonim; tetangga tidak saling mengenal, dan kepedulian sosial sering diserahkan sepenuhnya kepada institusi formal. Di sinilah Sya’ban dapat dimaknai ulang sebagai ajakan untuk menghidupkan kembali solidaritas berbasis komunitas.&nbsp;</p><p>Inisiatif-inisiatif lokal—seperti dapur umum berbasis masjid, program beasiswa komunitas, atau gerakan solidaritas bagi korban bencana—menunjukkan bagaimana nilai religius dapat diterjemahkan menjadi aksi konkret. Ketika Sya’ban dijadikan titik awal, Ramadan tidak lagi sekadar bulan konsumsi dan ritual, tetapi puncak dari proses sosial yang telah dipersiapkan dengan matang.</p><p><strong>Penutup: Sya’ban sebagai Momentum Sosial</strong></p><p>Sya’ban mengajarkan bahwa spiritualitas tidak lahir secara instan. Ia membutuhkan proses, latihan, dan kesadaran yang terus diperbarui. Dalam konteks sosial, Sya’ban mengingatkan bahwa solidaritas tidak muncul begitu saja; ia dibangun melalui refleksi, empati, dan komitmen kolektif.</p><p>&nbsp;Menjadikan Sya’ban sebagai momentum membangun solidaritas sosial berarti mengembalikan agama pada fungsi transformatifnya. Ia tidak berhenti pada kesalehan personal, tetapi menjelma menjadi energi sosial yang memperkuat kebersamaan dan keadilan. Menjelang Ramadan, pertanyaan yang patut diajukan bukan hanya seberapa siap kita beribadah, tetapi juga seberapa siap kita hadir bagi sesama.&nbsp;</p><p>Jika Sya’ban mampu dimaknai sebagai bulan persiapan moral dan sosial, maka Ramadan akan hadir bukan hanya sebagai ritual tahunan, melainkan sebagai puncak dari perjalanan spiritual yang berbuah pada perubahan sosial nyata. Di tengah dunia yang kian terfragmentasi, pesan ini terasa semakin relevan: bahwa iman menemukan maknanya yang paling dalam ketika ia menjelma menjadi solidaritas. Wallahu A’lam.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN SAS Bangka Belitung Gelar Rapat Pimpinan Bahas Agenda Tahun Anggaran 2026</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-bangka-belitung-gelar-rapat-pimpinan-bahas-agenda-tahun-anggaran-2026</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-bangka-belitung-gelar-rapat-pimpinan-bahas-agenda-tahun-anggaran-2026</guid>
				<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 01:36:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka — Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar rapat pimpinan dalam rangka membahas agenda dan rencana pelaksanaan kegiatan Fakultas untuk Tahun Anggaran 2026.&nbsp;</p><p>Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk konsolidasi dan evaluasi kinerja guna memastikan program kerja FDKI berjalan secara terarah dan optimal. Rapat pimpinan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., didampingi oleh Wakil Dekan FDKI Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A. Turut hadir dalam kegiatan ini Kasubbag Tata Usaha FDKI Ahmad Suwaidi, S,Ag., para Ketua dan Sekretaris Program Studi (Kaprodi dan Sekprodi) di lingkungan FDKI, Kepala Laboratorium, serta seluruh staf Tata Usaha FDKI.&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-01-27%20at%2013_47_48(1).jpeg"></figure><p>Dalam sambutannya, Dekan FDKI menekankan pentingnya evaluasi kinerja tahun sebelumnya sebagai pijakan dalam merancang program kerja ke depan. <i>“Bahwa kita harus mengevaluasi kinerja kita di tahun sebelumnya dan berharap di tahun ini bisa lebih maksimal dalam pelaksanaannya,”</i> ujar Prof. Rusydi Sulaiman.&nbsp;</p><p>Agenda utama rapat membahas rencana pelaksanaan berbagai kegiatan FDKI selama tahun 2026, termasuk penyesuaian program dengan kebijakan institusi serta optimalisasi perencanaan anggaran agar kegiatan akademik dan nonakademik dapat berjalan efektif.&nbsp;</p><p>Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., dalam arahannya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur fakultas dalam menyukseskan program yang telah direncanakan. <i>“Tentu saja semua pihak harus terlibat dalam mensukseskan kegiatan di tahun 2026 ini agar serapan anggaran kita bisa maksimal, silahkan dipedomani apa yang menjadi tanggung jawab masing-masing,”</i> tegasnya.&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-01-27%20at%2013_35_09.jpeg"></figure><p>Selain pemaparan agenda, rapat juga berlangsung dinamis dengan adanya diskusi ringan dan interaksi aktif antara seluruh peserta. Berbagai masukan dan tanggapan disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kinerja serta kualitas tata kelola Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam di tahun mendatang.&nbsp;</p><p>Melalui rapat pimpinan ini, FDKI IAIN SAS Bangka Belitung berharap seluruh rencana kegiatan Tahun Anggaran 2026 dapat dilaksanakan secara optimal, terkoordinasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan fakultas serta institusi secara keseluruhan.</p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Jadwal Ujian Periode I Tahun 2026 Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/jadwal-ujian-periode-i-tahun-2026-fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/jadwal-ujian-periode-i-tahun-2026-fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam</guid>
				<pubDate>Wed, 21 Jan 2026 04:05:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<h2 style="text-align:center;">UJIAN PERIODE I FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM<br>INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI &nbsp;SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG<br>TAHUN 2026</h2><h2 style="text-align:center;">&nbsp;</h2><h2 style="text-align:center;"><strong>UJIAN KOMPREHENSIF : 03 FEBRUARI 2026</strong></h2><h2 style="text-align:center;"><strong>MUNAQASYAH SKRIPSI : 04 FEBRUARI 2026</strong></h2><h2 style="text-align:center;"><strong>SEMINAR PROPOSAL SKRIPSI : 05 FEBRUARI 2026</strong></h2><h2 style="text-align:center;"><strong>DEADLINE : 30 JANUARI 2026</strong></h2><h3 style="text-align:center;">MAHASISWA/I YANG SUDAH MEMENUHI SYARAT AGAR SEGERA MENDAFTARKAN DIRI<br><br>Link Pendaftaran : https://linktr.ee/ujianfdkiiainsasbabel</h3><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-01-21%20at%2022_40_11(1).jpeg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Peringatan Isra' Mi'raj di Masjid Al-Falah Tanah Bawah Kec.Puding Besar kab.Bangka. Rusydi Sulaiman Apresiasi Sikap Antusias Warga Desa Tanah Bawah.</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/peringatan-isra-miraj-di-masjid-al-falah-tanah-bawah-kecpuding-besar-kabbangka-rusydi-sulaiman-apresiasi-sikap-antusias-warga-desa-tanah-bawah</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/peringatan-isra-miraj-di-masjid-al-falah-tanah-bawah-kecpuding-besar-kabbangka-rusydi-sulaiman-apresiasi-sikap-antusias-warga-desa-tanah-bawah</guid>
				<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 10:28:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Dalam rangka memperingati peristiwa Isra' Mi'raj, hampir semua masjid di negeri ini selenggarakan kegiatan keagamaan. Begitu juga &nbsp;pondok pesantren, lembaga pendidikan bahkan instansi pemerintah--sangat semarak. &nbsp;Sebenarnya tidak sebatas peringatan, tapi ada ghirah meneladani Rasulullah sebagai satu-satunya sosok manusia yang diperjalankan Allah ke langit ke-7 (Sidratul Muntaha) untuk misi pewahyuan Shalat Lima Waktu ( ash-Shalaawatul- Khamsu).<br>Salah satu masjid kampung yang selenggarakan peringatan Isra' Mi'raj adalah Masjid Al-Falah, berlokasi di Desa Tanah Bawah &nbsp;Kec.Puding Besar Kab.Bangka Prov.Kepulauan Bangka Belitung, Kamis malam, 15 Januari 2026 M, bertepatan dengan malam 27 Rajab 1447 H. Atas inisiatif IRMAS ( Ikatan Remaja Masjid) yang diketuai oleh Dwi Maryati , dihadirkan Prof.Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., Ketua Bidang Fatwa dan Penelitian MUI Bangka Belitung sebagai penceramah &nbsp;di malam itu.<br>Petang hari sebelum kegiatan inti, Rusydi Sulaiman didampingi isteri, Quratul Faisah transit di kediaman Nanda Samaliya di Desa Labu dan juga bersilaturrahim ( tilik bayi) ke Nanda Milda ( isteri Kisman). Ba'da Shalat Maghrib, dihidangkan jamuan makan di kediaman ketua Masjid Al-Falah, didampingi beberapa pengurus masjid tersebut.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202026-01-16%20at%2013_45_52.jpeg"></figure><p><br>Dikira sepi malam itu di masjid, ternyata sangat ramai, karena hampir &nbsp;semua penduduk kampung tua di Kecamatan Puding Besar tersebut hadir memenuhi masjid. Peringatan Isra' Mi'raj berlangsung setiap tahun ( malam 27 Rajab) &nbsp;dicirikan dengan Tradisi Nganggung--setiap kepala keluarga membawa dulang bertutup tudong saji, &nbsp;berisikan kue dan buah-buahan ke masjid kampung tersebut &nbsp;sebagai rasa syukur kepada Allah Swt. atas anugerah-Nya selama ini. Nganggung adalah tradisi pasca intensifikasi Islam di Pulau Bangka oleh ulama ( guru kampung kemudian dilestarikan hingga kini.<br>Acara ritual keagamaan dalam bentuk peringatan Isra' Mi'raj diawali dengan &nbsp;prakata Ketua Yayasan Masjid Al-Falah, Mursyidul Wildan, S.Kom.I., &nbsp;alumni IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sekaligus pembawa acara, didampingi oleh Guru Royali (ketua masjid( dan Guru Sobirin, penghulu kampung. &nbsp;Berikutnya pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Rizki. &nbsp;Kepala Desa Tanah Bawah, Muhammad &nbsp;Kasim, S.Ag juga berkesempatan &nbsp;sampaikan sambutan. Adapun acara inti adalah ceramah agama.<br>Rusydi Sulaiman awali ceramahnya dengan sejarah kampung dan tradisi nganggung sebagai warisan ulama ( guru kampung) yang dulunya pernah Naon di Mekkah-- mendalami Ilmu Agama Islam, lalu dirikan Sekolah Haji/ Sekolah Arab dan Madrasah Diniyah di kampung Bangka termasuk Tanah Bawah. Artinya peringatan Isra' Mi'raj dengan Nganggung bersama adalah realisasi ajaran Agama Islam yang diemban Nabi Muhammad Saw. Menurut Guru Besar tersebut, Isra' Mi'raj adalah mukjizat besar Rasulullah--Amrun khaariqun lil-'Aadati, Tazhharu 'alaa Yadi man Yad'iya ar-Risaslah awin-Nubuwwah" untuk tegaskan atau tampakkan kebenarannya ( Li izhhaari shidqihi) atas otoritas kekuasaan Allah Swt.<br>Lanjutnya, Rusydi Sulaiman yang juga Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Bangka Belitung berharap kegiatan seperti memberi pengaruh bagi penguatan nilai ajaran Agama Islam &nbsp;di Desa Tanah Bawah khususnya. Banyaknya mahasiswa asal desa tersebut di PTKIN satu-satunya di kepulauan ini mengindikasikan hal tersebut.<br>Alhamdulillah acara berjalan lancar, dan berlanjut makan bersama hidangan dalam dulang. Wassalam.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Tim Pengabdian kepada Masyarakat FDKI Tahun 2025 paparkan hasil pengabdian dalam Seminar Hasil secara Daring</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/tim-pengabdian-kepada-masyarakat-fdki-tahun-2025-paparkan-hasil-pengabdian-dalam-seminar-hasil-secara-daring</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/tim-pengabdian-kepada-masyarakat-fdki-tahun-2025-paparkan-hasil-pengabdian-dalam-seminar-hasil-secara-daring</guid>
				<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 05:52:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><i>Bangka, Rabu, 31 Desember 2025</i> — Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Tim PkM Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung telah memasuki tahap akhir. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Hasil Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom, Rabu (31/12).<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Screenshot%202025-12-31%20091550.png"></figure><p>Sebanyak enam tim pengabdian mengikuti seminar hasil tersebut. Keenam tim ini sebelumnya telah melalui rangkaian tahapan kegiatan, mulai dari seminar proposal, pelaksanaan pengabdian di lapangan, seminar antara, hingga akhirnya memaparkan hasil akhir pengabdian pada seminar hasil.</p><p>Dalam pelaksanaannya, seluruh tim mendapatkan pembinaan dan pendampingan langsung dari dua reviewer Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025, yakni Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag sebagai Reviewer 1 dan Dr. Hendra Cipta, M.S.I sebagai Reviewer 2. Pendampingan ini dilakukan guna memastikan kegiatan pengabdian berjalan sesuai ketentuan serta menghasilkan luaran dan dampak yang optimal.</p><p>Pada seminar hasil, masing-masing perwakilan tim mempresentasikan capaian pengabdian mereka dengan beragam inovasi dan pendekatan yang menarik. Paparan tersebut menunjukkan kontribusi nyata pengabdian FDKI dalam penguatan literasi dan pemberdayaan masyarakat.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Screenshot%202025-12-31%20094136(1).png"></figure><p>Reviewer 1, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Program Pengabdian kepada Masyarakat FDKI hingga tuntas. Menurutnya, pelaksanaan pengabdian oleh keenam tim dinilai menarik serta memiliki output dan outcome yang dapat dimanfaatkan sebagai penguatan literasi dan pendukung akreditasi institusi.</p><p>“Paparan semua peserta menarik, kita mendukung penuh kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh kawan-kawan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam. Apresiasi yang luar biasa, Alhamdulillah meski dalam waktu singkat namun pelaksanaannya bisa dituntaskan oleh semua tim,” ungkap Prof. Rusydi dalam kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut.</p><p>Sebagai Dekan, Rusydi Sulaiman berharap hasil penelitian yang bagus diusulkan menjadi buku ber-ISBN, maka dipandang perlu konseptualisasi lagi. &nbsp;Mudah-mudahan fakultas dapat sisihkan biaya cetak beberapa buku tersebut.</p><p>"Kita berharap agar hasil penelitian yang bagus diusulkan menjadi buku ber-ISBN, maka perlu konseptualisasi lagi. &nbsp;Mudah-mudahan fakultas dapat sisihkan biaya cetak beberapa buku tersebut" tambahnya.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Screenshot%202025-12-31%20095039.png"></figure><p>Sementara itu, Reviewer 2, Dr. Hendra Cipta, M.S.I, turut memberikan sejumlah masukan kepada seluruh tim, khususnya terkait aspek pelaporan pada akun Litapdimas yang perlu diperhatikan secara cermat. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pengabdian oleh Tim FDKI dan berharap hasil kegiatan tersebut dapat dipublikasikan dalam bentuk jurnal pengabdian, buku, maupun luaran akademik lainnya.</p><p>“Silakan Bapak/Ibu melengkapi semua dokumen laporan pengabdiannya sesuai ketentuan, seperti HAKI, penerbitan jurnal maupun buku. Hal ini harus diprioritaskan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan administratif dalam pelaksanaan pengabdian,” jelasnya saat mereviu laporan para peserta.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Screenshot%202025-12-31%20101627.png"></figure><p>Kegiatan Seminar Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom yang difasilitasi oleh panitia, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris LP2M IAIN SAS Bangka Belitung, Mursyidul Wildan, M.H., yang juga berperan sebagai komite dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat FDKI.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Seminar Antara PKM FDKI Tahun 2025. Rusydi Sulaiman: Dosen Mesti Serius dan Hasilkan Karya Ilmiah Bereputasi</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/seminar-antara-pkm-fdki-tahun-2025-rusydi-sulaiman-dosen-mesti-serius-dan-hasilkan-karya-ilmiah-bereputasi</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/seminar-antara-pkm-fdki-tahun-2025-rusydi-sulaiman-dosen-mesti-serius-dan-hasilkan-karya-ilmiah-bereputasi</guid>
				<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 12:38:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka-Di tengah suasana akhir tahun yang kerap diwarnai dengan berbagai kegiatan hiburan, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung justru mengisinya dengan kegiatan akademik. Pada Senin, 29 Desember 2025, FDKI menyelenggarakan <strong>Seminar Antara Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)</strong> yang diikuti oleh <strong>enam kelompok dosen FDKI</strong>.</p><p>Kegiatan seminar antara tersebut dilaksanakan secara <strong>luring (offline)</strong> di ruang rapat FDKI dan berlangsung mulai pukul <strong>09.00 WIB hingga selesai</strong>. Seluruh kelompok PKM hadir dan secara bergiliran mempresentasikan laporan pengabdian masing-masing dengan durasi <strong>15–20 menit per kelompok</strong>.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-12-29%20at%2012_55_56%20(1).jpeg"></figure><p>Seminar ini menghadirkan dua reviewer, yakni <strong>Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong> dan <strong>Dr. Hendra Cipta, M.S.I.</strong>, yang turut hadir secara langsung untuk memberikan penilaian dan masukan terhadap pelaksanaan serta laporan kegiatan pengabdian.</p><p>Usai seluruh presentasi, kedua reviewer diberikan kesempatan untuk menyampaikan catatan kritis. <strong>Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong> secara umum mengapresiasi pelaksanaan dan laporan pengabdian yang telah disusun oleh para dosen. Namun demikian, ia menekankan pentingnya keseriusan dalam menyikapi kegiatan PKM, termasuk memulai pelaksanaannya lebih awal agar tersedia waktu yang memadai untuk kegiatan lapangan maupun penyusunan laporan dan luaran (outcome).</p><p>Menurutnya, apabila luaran yang ditargetkan berupa karya ilmiah bereputasi, maka dosen pelaksana PKM harus cermat dalam memilih judul dengan berpijak pada <strong>prinsip </strong><i><strong>need assessment</strong></i>, serta memastikan adanya <strong>unsur kebaruan (</strong><i><strong>novelty</strong></i><strong>)</strong> dalam karya yang dihasilkan. “<i>Sebagai Dekan FDKI, saya merasa senang dengan kegiatan ilmiah seperti ini dan berharap dapat terus ditingkatkan kualitasnya,</i>” tegasnya.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-12-29%20at%2009_49_20%20(1).jpeg"></figure><p>Kemudian ia menegaskan bahwa kualitas pengabdian akan menentukan kualitas luaran akademik, maka perlu rencana yang matang dan tepat waktu. "<i>Kualitas pengabdian akan menentukan kualitas luaran akademik. Karena itu, perencanaan yang matang, ketepatan waktu, dan orientasi pada publikasi ilmiah harus menjadi perhatian bersama,</i>” pungkas <strong>Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong></p><p>Sementara itu, <strong>Reviewer II, Dr. Hendra Cipta, M.S.I.</strong>, menyoroti sejumlah hal yang perlu segera ditindaklanjuti, antara lain penyelesaian laporan sesuai dengan <strong>deadline</strong>, pengajuan <strong>Hak Kekayaan Intelektual (HKI)</strong>, serta proses <strong>submit artikel jurnal</strong> sebagai pemenuhan luaran PKM. Ia menambahkan bahwa satu kegiatan pengabdian sejatinya dapat dikembangkan menjadi lebih dari satu artikel jurnal, tentunya dengan penyesuaian terhadap <strong>template dan fokus jurnal</strong> yang dituju.</p><p>Kegiatan seminar antara PKM ini berakhir tepat waktu sesuai dengan agenda yang direncanakan. Beberapa dosen juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi terkait teknis pelaksanaan dan pengembangan kegiatan PKM ke depan.</p><p>Melalui kegiatan ini, FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk terus mendorong budaya akademik, peningkatan mutu pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan luaran ilmiah yang berdampak dan bereputasi.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Sepotong Roti dan Sludge yang Menghalangi Kemanusiaan</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/sepotong-roti-dan-sludge-yang-menghalangi-kemanusiaan</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/sepotong-roti-dan-sludge-yang-menghalangi-kemanusiaan</guid>
				<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 07:29:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:center;"><strong>Oktarizal Drianus, Kaprodi Psikologi Islam/Tim </strong><i><strong>Behavioral Science</strong></i><strong> Layanan Psikologi </strong><i><strong>Psychosophia</strong></i><strong> Prodi Psikologi Islam, IAIN SAS Bangka Belitung&nbsp;</strong></p><p>Aroma mentega yang dipanggang di sudut bandara itu selalu punya cara untuk menghentikan langkah. Seminggu yang lalu, saya pun terjebak di sana. Sebenarnya anak-anak saya sedang anteng-anteng saja, tapi saya sendiri yang tidak tahan godaan. Hasrat untuk menggigit roti hangat itu muncul begitu saja saat kami menunggu mertua mendarat. Di tengah keriuhan bandara, aroma itu adalah sebuah janji kenyamanan.&nbsp;</p><p>Namun, baru-baru ini, janji itu mendadak terasa hambar. Bukan karena resepnya berubah, melainkan karena sebuah pemandangan yang lebih keras dari kerak roti: seorang nenek berdiri mematung, selembar uang tunai di tangannya ditolak mentah-mentah oleh mesin kasir yang dikendalikan oleh "prosedur". Di sana, di depan mesin kasir yang dingin, efisiensi baru saja memenangkan pertempuran melawan kemanusiaan.</p><p>Peristiwa ini adalah potret sempurna dari apa yang disebut Richard Thaler sebagai <i>Sludge</i>—lawan dari <i>Nudge</i>. Jika <i>Nudge</i> adalah dorongan halus untuk memudahkan hidup, <i>Sludge</i> adalah hambatan psikologis yang membuat manusia—terutama yang rentan—kehilangan akses terhadap kebutuhan dasarnya. Digitalisasi yang diagung-agungkan sebagai kemudahan, dalam kasus ini, justru menjadi lumpur yang menjebak mereka yang berada di luar sirkuit teknologi.</p><p><strong>Kegagalan Arsitektur&nbsp;</strong></p><p>Pilihan Dalam buku <i>Nudge</i>, Thaler menekankan pentingnya <i>Choice Architecture</i>. Setiap sistem pembayaran adalah desain pilihan. Ketika sebuah gerai menghapus opsi tunai secara absolut, mereka sedang melakukan "pilihan paksaan" yang mengabaikan realitas sosial. Bagi kita yang terbiasa dengan gawai, <i>cashless</i> adalah <i>Cognitive Ease</i>. Namun bagi lansia, sistem ini adalah <i>Cognitive Tax</i>—beban kognitif yang menguras energi. Perusahaan sering terjebak dalam <i>Status Quo Bias</i>, merasa bahwa karena mayoritas pelanggan sudah digital, maka yang manual bisa dibuang ke tempat sampah sejarah.</p><p>Michael Hallsworth, dalam kerangka kerja <i>Behavioral Public Service</i>, sering menyoroti bagaimana perilaku staf dipengaruhi oleh <i>Loss Aversion</i>. Petugas kasir itu kemungkinan besar lebih takut melanggar SOP dan mendapat sanksi daripada merasa bersalah karena menolak seorang pelanggan lansia. Inilah bahaya dari birokrasi korporasi yang mekanistik: staf kehilangan "diskresi perilaku" karena sistem tidak memberi ruang bagi nurani.</p><p><strong>Solusi: Memanusiakan Digitalisasi</strong>&nbsp;</p><p>Lalu, apa solusinya? Solusinya bukan dengan membakar mesin QRIS dan Apakah kita harus kembali ke zaman batu? Tentu tidak. Solusinya adalah <i>Human-Centered Design</i> yang berbasis pada perilaku nyata manusia, bukan perilaku ideal di atas kertas.&nbsp;</p><p><i>Pertama</i>, perusahaan harus menghapus <i>Sludge</i> dengan menyediakan "tombol darurat". Staf di lapangan harus diberi otoritas—sebuah <i>empowerment</i> perilaku—untuk menerima uang tunai dalam kondisi khusus, yang kemudian bisa "didigitalisasi". Jadikan layanan itu <i>Easy</i> (Mudah) untuk semua orang, bukan hanya untuk pemegang <i>smartphone</i> terbaru. Gerai harus memiliki mekanisme "akun talangan" resmi, di mana staf diberi otoritas untuk menerima tunai dalam situasi khusus untuk kemudian didigitalisasi secara internal. Ini menghapus <i>Sludge</i> tanpa merusak administrasi keuangan perusahaan.&nbsp;</p><p><i>Kedua</i>, perusahaan perlu mendesain ulang SOP agar tidak bersifat <i>zero-sum</i>. Menghargai uang tunai bukan berarti kemunduran, melainkan pengakuan atas inklusi. Selembar uang kertas mungkin tampak kuno di mata mesin pemindai, namun ia adalah simbol kedaulatan ekonomi yang paling nyata bagi jutaan orang.&nbsp;</p><p><i>Ketiga</i>, terapkan <i>Salience Nudge</i> yang jujur. Jika memang sebuah gerai tidak menerima tunai, umumkan itu dengan besar-besar di depan pintu, bukan di depan kasir setelah orang lelah mengantre. Tapi lebih baik lagi, sediakan opsi <i>hybrid</i>. Digital adalah pilihan (<i>default</i>), tapi tunai adalah jaring pengaman (<i>safety net</i>).&nbsp;</p><p>Kita boleh bermimpi tentang kota yang serba pintar, tapi jangan sampai ia kehilangan hati. Teknologi seharusnya menjadi jembatan yang menghubungkan, bukan tembok yang memisahkan mereka yang "terkoneksi" dengan mereka yang "terpinggirkan". Jangan biarkan aroma roti yang harum itu menyisakan rasa pahit di tenggorokan mereka yang hanya ingin menukar rasa lapar dengan selembar uang yang mereka punya dari saku bajunya.&nbsp;</p><p>Pada akhirnya, ekonomi bukan cuma soal angka-angka di layar ponsel. Ekonomi adalah soal kedaulatan dan martabat. Jangan sampai demi mengejar efisiensi yang konon "keren" itu, kita justru menciptakan masyarakat yang mati rasa. Jangan biarkan aroma roti yang harum itu menyisakan rasa pahit di tenggorokan mereka yang hanya punya selembar uang lecek di tangan. Sebab, jika teknologi sudah tidak lagi bisa memanusiakan manusia, untuk apa ia diciptakan? Mungkin kita perlu belajar lagi dari nenek itu: bahwa uang tunai bukan sekadar alat tukar, tapi adalah sisa-sisa kejujuran yang masih bisa kita pegang fisiknya.***</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Kaprodi%20PI.png"><figcaption><i>Oktarizal Drianus, M.Psi.</i></figcaption></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>IAIN SAS Bangka Belitung melalui FDKI Memfasilitasi Workshop AI Ready ASIAN untuk Guru SMA/SMK se-Kabupaten Bangka</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-bangka-belitung-melalui-fdki-memfasilitasi-workshop-ai-ready-asian-untuk-guru-smasmk-se-kabupaten-bangka</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-bangka-belitung-melalui-fdki-memfasilitasi-workshop-ai-ready-asian-untuk-guru-smasmk-se-kabupaten-bangka</guid>
				<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 11:54:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka — <strong>IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung</strong> melalui <strong>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI)</strong> memfasilitasi pelaksanaan workshop <strong>AI Ready ASIAN</strong> yang diselenggarakan oleh <strong>Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) </strong>. Kegiatan ini &nbsp;dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Desember 2025 di Gedung Serba Guna IAIN SAS Babel dan diikuti oleh para guru SMA dan SMK se-Kabupaten Bangka sebagai upaya memperkuat literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan pendidikan menengah.</p><p>Workshop ini dihadiri oleh <strong>Dekan FDKI IAIN SAS Bangka Belitung, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong>, yang didampingi <strong>Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A.</strong>, pimpinan dan dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta <strong>Ketua MAFINDO Bangka Belitung, Suryani, M.S.I.</strong> Peserta kegiatan berjumlah sekitar <strong>50 orang guru SLTA</strong> dari berbagai sekolah di Kabupaten Bangka.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-12-17%20at%2010_26_45%20(1).jpeg"></figure><p>Kegiatan secara resmi dibuka oleh <strong>Dekan FDKI Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong> mewakili Rektor IAIN SAS Bangka Belitung. Dalam sambutannya, Prof. Rusydi menyampaikan bahwa workshop bertema <strong>AI Ready ASIAN</strong> sangat strategis dalam membekali para guru menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.</p><p>“AI memiliki peran penting di era digital saat ini. Namun demikian, ide dasar dan konseptualisasi pembelajaran tetap bersumber dari para guru. AI hadir sebagai alat bantu untuk menyempurnakan proses literasi dan pembelajaran,” ujar Prof. Rusydi.</p><p>Menyikapi semangat <strong>MAFINDO Bangka Belitung</strong> di bawah kepemimpinan <strong>Suryani, M.S.I.</strong>, Prof. Rusydi juga menekankan pentingnya penguatan kebudayaan dan peradaban di Bangka Belitung. Ia menjelaskan bahwa penguatan tersebut mencakup tiga wujud utama, yaitu <strong>wujud ideal (nilai dan gagasan), wujud kelakuan (perilaku dan praktik sosial), serta wujud material (produk dan teknologi)</strong> yang harus terus diperkuat oleh para pendidik.</p><p>Lebih lanjut, Prof. Rusydi yang juga merupakan <strong>Direktur Madania Center</strong> menyampaikan apresiasi dan keterbukaannya terhadap kolaborasi lanjutan. Ia berharap MAFINDO dapat menyelenggarakan kegiatan serupa bagi <strong>mahasiswa FDKI IAIN SAS Bangka Belitung</strong> sebagai bentuk pencerahan dan penguatan literasi digital di lingkungan kampus.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-12-17%20at%2009_50_13.jpeg"></figure><p>“Saya sangat menyambut baik dan merasa senang dengan kegiatan seperti ini. Ke depan, kami berharap mahasiswa FDKI juga dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan pemahaman literasi AI,” tegasnya.</p><p>Melalui fasilitasi workshop ini, <strong>IAIN SAS Bangka Belitung melalui FDKI</strong> menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi digital serta pengembangan sumber daya manusia yang adaptif, kritis, dan beretika dalam menghadapi era kecerdasan buatan.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>IAIN SAS Bangka Belitung Tambah Dua Guru Besar, Perkuat Pengembangan Akademik dan Transformasi Kelembagaan</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-bangka-belitung-tambah-dua-guru-besar-perkuat-pengembangan-akademik-dan-transformasi-kelembagaan</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-bangka-belitung-tambah-dua-guru-besar-perkuat-pengembangan-akademik-dan-transformasi-kelembagaan</guid>
				<pubDate>Mon, 15 Dec 2025 03:51:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Dunia akademik kembali mencatat capaian penting. <strong>IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung</strong> resmi menambah dua Guru Besar baru pada rumpun Ilmu Agama Periode II Tahun 2025.</p><p>Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, <strong>Prof. Dr. Irawan, M.S.I</strong>, bersama, <strong>Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I</strong>, secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) Guru Besar dari <strong>Kementerian Agama Republik Indonesia</strong>, pada Senin, 15 Desember 2025. </p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-12-15%20at%2015_49_08.jpeg"></figure><p>Penyerahan SK dilakukan secara langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, <strong>Nasaruddin Umar</strong>, bertempat di <strong>Grand Serpong Hotel</strong>.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-12-15%20at%2015_47_43.jpeg"></figure><p>Dengan diterimanya SK tersebut, Prof. Dr. Irawan, M.S.I. resmi menyandang jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar dalam <strong>Bidang Pemikiran Islam Indonesia</strong>, sementara Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam <strong>Bidang Filsafat Islam</strong>. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan personal, tetapi juga memperkuat posisi IAIN SAS Bangka Belitung sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yang terus berkembang dalam bidang akademik, penelitian, dan publikasi ilmiah.</p><p>Dengan bertambahnya dua Guru Besar baru tersebut, IAIN SAS Bangka Belitung kini memiliki <strong>tujuh Profesor aktif</strong>, yakni Prof. Dr. Zayadi, M.Ag; Prof. Dr. H. Hatamar, M.Ag; Prof. Dr. Hadarah, M.Ag; Prof. Dr. H. Janawi, M.Ag; Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag; Prof. Dr. Irawan, M.S.I; dan Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I.</p><p>Keberadaan para Guru Besar ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong kemajuan peradaban melalui penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.</p><p>Alhamdulillah, Selamat dan Sukses atas Capaian dari Prof. Dr. Irawan, M.S.I dan Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Shuhbatul-Ustaadzi Harmonisasi Hubungan Guru-Murid (Refleksi Hari Guru)</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/shuhbatul-ustaadzi-harmonisasi-hubungan-guru-murid-refleksi-hari-guru</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/shuhbatul-ustaadzi-harmonisasi-hubungan-guru-murid-refleksi-hari-guru</guid>
				<pubDate>Tue, 09 Dec 2025 08:51:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Oleh: Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam (<i>Islamic Studies</i>) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.</p><p>Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang dan begitu banyak nasehat dan anjuran menuntut ilmu. Allah pun menegaskan bahwa orang yang berilmu berbeda dengan orang tidak berilmu (QS.Az-Zumar (39):9), dan Allah mengangkat derajat orang-orang beriman dan juga berilmu (QS.Al-Mujaadilah(58):11). Satu sosok yang sangat berjasa dalam konteks mencari ilmu adalah guru.</p><p>Satu syarat keterpenuhan mencari ilmu bagi seorang murid dari beberapa syarat adalah kedekatan hubungan dengan guru, disebut,<i>"Shuhbatul-Ustaadzi"</i> .Begitu terasa hampa bila hal tersebut tidak terpenuhi. Mungkin keberkahan menjadi berkurang bahkan sebagian orang berpendapat bahwa wujud guru adalah kemestian dalam belajar atau menuntut ilmu agar proses belajar lebih terarah ( terkoordinasi dengan baik). Ketiadaan seorang guru karena berpulang ( wafat) tetap diingat oleh murid-muridnya. Setidaknya terkirim Surat Al-Faatihah di sela-sela do'a mereka. Guru dirasakan ketulusannya seakan-akan ia selalu ada, terpatri dalam jiwa.</p><p>Sebelum belajar, seorang murid mesti mengenal baik gurunya dan materi apa yang akan diajarkan kepadanya, &nbsp;lalu ia mengabdikan dirinya kepada seseorang yang benar-benar guru--sosok yang diguguh dan juga ditiru. Seorang murid lazimnya memposisikan dirinya sebagai murid yang haus ilmu pengetahuan.Sebaliknya ia tidak boleh merasa lebih pandai dari gurunya. Setelah itu, seorang guru menganggap muridnya adalah seorang pencari ilmu yang benar-benar ingin belajar. Bila demikian keadaannya, maka akan terjalin hubungan baik diantara keduanya. Dalam perspektif murid, seorang guru adalah segalanya, maka siap mengabdi kepadanya. Dari Al-Amiin al-Maalikiy, disebutkan: "<i>man 'allamaniy harfan, shirtu lahuu 'abdan</i>" (Barang siapa yang telah mengajarkan ku ilmu, maka aku siap menjadi hambanya). Namun dalam perspektif guru, ia tidak boleh selalu &nbsp;ingin dihormati apalagi gila hormat sehingga bersikap semena-mena kepada murid-muridnya.</p><p>Hal tersebut menggambarkan begitu pentingnya keberadaan seoang guru bagi muridnya, bahwa murid akan lakukan apapun yang dititahkan guru kepadanya karena ia sudah diberi ilmu. Menurutnya, tanpa seorang guru, maka ia bukan siapa-siapa dan tak kunjung bermakna. Fenomena tampilan sikap terkesan &nbsp;terlalu menghormati beberapa murid atau santri kepada guru atau kyai mereka di lembaga pendidikan tertentu tidak juga disalahkan, karena beberapa hal: pertama, murid yang mengalami proses tersebut dalam durasi waktu cukup lama, bertahun-tahun, bukan orang lain; kedua, kedalaman &nbsp;ketulusan guru dalam mengajar ( mengabdi) tidak bisa dinilai dengan angka; kecuali bersifat sangat intuitif &nbsp;atau Irfani; ketiga, ilmu yang diajarkan adalah materi &nbsp;yang sangat dibutuhkan, belum pernah &nbsp;ada sebelumnya, dan ahlinya seorang guru.</p><p><i>"Shuhbatul-Ustaadzi"</i> yang diartkan kedekatan hubungan dengan guru sesungguhnya adalah hubungan bathin yang terjalin antara murid dan guru. Masing-masing sangat memahami posisinya sehingga berpengaruh terhadap langkah yang akan dilakukan. Terlebih guru, ia adalah sosok yang sangat memahami kepribadian seorang murid, dua murid, tiga murid &nbsp; dan seterunya.</p><p>Dalam pengertian sederhana, sebutan guru tidak hanya dibatasi pada seseorang yang mengajar di lembaga formal seperti sekolah, madrasah dan atau majelis tertentu, tapi berlaku bagi siapapun yang telah mengamalkan ilmunya kepada orang lain. &nbsp;Lingkungan di sekitar kita pun menjadi guru yang telah menyentuhkan banyak hal.</p><p>Bila konsep yang ditawarkan adalah <i>"Shuhbatul-Ustaadzi"</i> dalam rangka harmonisasi hubungan guru-murid, maka guru dimaksud adalah bukan orang yang sekedar mentransfer ilmunya kepada peserta didik sebatas terpenuhinya &nbsp;hak dan kewajiban, melainkan ia seorang pendidik yang mengabdikan dirinya dengan penuh ketulusan tanpa tendensi sedikitpun.Dengan sendirinya ia akan diapresiasi dan dianggap sebagai guru dalam pengertian yang sesungguhnya, yaitu pribasi yang sangat menyentuhkan. Murid-muridnya pun merasa senang akan kehadiran guru tersebut.</p><p>Guru karena kualifikasi tertentu meningkat menjadi Tuan Guru, setara kyai--Jawa dan Madura; Ajengan--Sunda; Buya--sebagian Sumatera, &nbsp;identik dengan kelekatan nilai kearifan lokal selain pengakuan otoritas keagamaan (Islam). Sebutan setara tersebut tetap "guru" di kalangan masyarakat di Bangka, berbeda dengan istilah guru di lembaga formal. Namun guru apapun bentuknya adalah pribadi yang mesti diteladani karena jasa-jasanya, lebih-lebih kepribadiannya yg kuat dan berintegritas tinggi. Guru melampaui logika dan perasaan murid-muridnya.</p><p>Sebagai murid yang sudah cukup lama berguru--menimba ilmu, marilah kita menghormati para guru dan mengenang mereka selamanya. Wassalam.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>PELATIHAN INTERNASIONAL,  Certified Professional Psychological First Aid, PEKA Malaysia-IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Rusydi Sulaiman Pastikan Pentingnya Kegiatan Ini bagi Mahasiswa</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pelatihan-internasional-certified-professional-psychological-first-aid-peka-malaysia-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-rusydi-sulaiman-pastikan-pentingnya-kegiatan-ini-bagi-mahasiswa</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pelatihan-internasional-certified-professional-psychological-first-aid-peka-malaysia-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-rusydi-sulaiman-pastikan-pentingnya-kegiatan-ini-bagi-mahasiswa</guid>
				<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 01:23:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Bangka Belitung</strong> – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) melalui Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) bersama Fakultas Tarbiyah melalui Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sukses menyelenggarakan <i>Pelatihan Internasional Certified Professional Psychological First Aid</i> pada <strong>Kamis, 27 November 2025</strong>, bertempat di Gedung Serbaguna IAIN SAS Babel dan Gedung FDKI lantai 2.</p><p>Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian program penguatan kepribadian dan pendalaman wawasan keilmuan mahasiswa, khususnya dalam bidang konseling. Banyak pihak kerap tidak menyadari pentingnya pelatihan seperti ini, padahal kegiatan berstandar internasional sangat berpengaruh dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon konselor profesional.</p><p>Melalui kolaborasi strategis antara FDKI dan Fakultas Tarbiyah, kegiatan ini mendapatkan akses kerja sama dengan <strong>Persatuan Konselor Pendidikan (PEKA) Malaysia</strong>, sebuah organisasi profesional yang aktif dalam pengembangan konselor pendidikan dan kesehatan mental di tingkat regional.</p><p>Tiga narasumber internasional dari PEKA Malaysia hadir langsung untuk memberikan materi, yaitu: <strong>Muhammad Saffuan bin Abdullah, KB., PA</strong> – Counsellor, Pengarah PEKA &amp; IKRAM Malaysia, <strong>Datin Dr. Siti Taniza Toha</strong> – President of Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA) dan <strong>Tuan Hishamudin Salleh</strong> – Mental Health &amp; Medical First Aider.</p><p>Pelatihan berlangsung dari pukul 13.30 hingga 16.30 WIB, sebagai tindak lanjut dari pelatihan daring selama empat hari yang sebelumnya telah diikuti mahasiswa. Pada sesi tatap muka ini, peserta dibagi ke dalam dua kelas agar proses pendampingan berjalan lebih fokus dan efektif.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-11-28%20at%2009_54_49%20(2).jpeg"><figcaption><i>Pelaksanaan Pelatihan di GSG IAIN</i></figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Dalam sesi praktik, mahasiswa mempelajari langkah-langkah <i>Psychological First Aid</i> melalui skenario dan studi kasus lapangan. Para narasumber memberikan pendampingan langsung, memberikan koreksi, serta menawarkan strategi penanganan psikologis yang tepat sesuai standar profesional. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif, dengan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami konsep dan praktik penanganan psikologis awal pada situasi krisis.</p><p>Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag<strong>.</strong>, memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan internasional tersebut dan menegaskan pentingnya pelatihan ini bagi mahasiswa.</p><p><i>"Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi tambahan wawasan, tetapi merupakan kebutuhan mendasar bagi mahasiswa kita. Mereka harus dibekali dengan kemampuan nyata dalam menangani persoalan psikologis masyarakat, dan pelatihan internasional ini memberikan pengalaman langsung yang tidak bisa didapatkan hanya melalui teori."</i></p><p>Beliau juga menjelaskan bahwa kehadiran narasumber internasional dari PEKA Malaysia memberikan nilai tambah yang signifikan dalam memperluas cakrawala keilmuan mahasiswa.</p><p><i>"Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa FDKI dan Fakultas Tarbiyah memiliki bekal yang solid untuk terjun ke lapangan sebagai calon konselor. Dengan mendatangkan ahli dari luar negeri, mereka mendapatkan insight global dan standar praktik internasional yang akan sangat berguna saat menghadapi kasus-kasus nyata di masyarakat."</i></p><p>Prof. Rusydi menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen FDKI dalam meningkatkan mutu akademik mahasiswa.</p><p><i>"Kami berkomitmen terus menghadirkan kegiatan yang mampu membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang matang, terlatih, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pelatihan seperti ini adalah investasi penting untuk masa depan mereka."</i><br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-11-28%20at%2009_54_49.jpeg"><figcaption><i>Pelaksanaan PFA di Gedung Lt. 2 FDKI</i></figcaption></figure><p>&nbsp;</p><p>Kegiatan pelatihan internasional ini menjadi bukti nyata bahwa FDKI dan Fakultas Tarbiyah IAIN SAS Babel terus berupaya menghadirkan program akademik yang berkualitas, relevan, dan berorientasi global. <i>"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan memberi manfaat mendalam bagi mahasiswa"</i> tuturnya.&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>PKM Internasional; Kolaborasi PEKA Malaysia-IAIN SAS BABEL di Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka. Rusydi Sulaiman Ajak  Santri Lebih Terbuka dan Terus berkarya</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pkm-internasional-kolaborasi-peka-malaysia-iain-sas-babel-di-pondok-pesantren-al-islam-kemuja-bangka-rusydi-sulaiman-ajak-santri-lebih-terbuka-dan-terus-berkarya</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pkm-internasional-kolaborasi-peka-malaysia-iain-sas-babel-di-pondok-pesantren-al-islam-kemuja-bangka-rusydi-sulaiman-ajak-santri-lebih-terbuka-dan-terus-berkarya</guid>
				<pubDate>Thu, 27 Nov 2025 07:39:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Kolaborasi lintas fakultas antara Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) dan Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung berhasil menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berskala internasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja, Bangka, pada Rabu, 26 November 2025.</p><p>Penyelenggaraan PKM internasional ini bukan perkara mudah, terlebih karena menghadirkan narasumber dari luar negeri. Namun berkat sinergi kedua program studi lintas fakultas tersebut, kegiatan ini mampu mendatangkan tiga tokoh penting dari Malaysia, yakni Muhammad Saffuan bin Abdullah, KB., PA (Counsellor, Pengarahan PEKA &amp; IKRAM Malaysia); Datin Dr. Siti Taniza Toha (President PERSATUAN KAUNSELOR PENDIDIKAN MALAYSIA/PEKA); serta Tuan Hishamudin Salleh (Mental Health &amp; Medical First Aider).</p><p>Dari Indonesia, turut hadir narasumber lokal yaitu Kaprodi BKPI Fakultas Tarbiyah Dr. Nikmarijal, M.Pd., Plt. Kaprodi BKI FDKI Nurviyanti Cholid, M.Pd.I., serta moderator Wahyudi, M.A. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah dosen dari kedua prodi, serta pimpinan fakultas, yaitu Dekan FDKI Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., dan Wakil Dekan Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A. Sementara dari Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja, hadir para pengurus yayasan, di antaranya Dr. H. Muh Misdar, M.Ag., H. Sopyan Abdurrahman, M.Pd.I., Sumantri, S.Ag., Drs. H. Amzahri, dan Drs. Saimi, bersama sejumlah dewan guru.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-11-27%20at%2007_33_43.jpeg"></figure><p>Rangkaian kegiatan dimulai dengan ramah tamah antara narasumber dan pimpinan pesantren, diikuti dengan santap siang bersama. Agenda inti kemudian dibuka dengan pelaksanaan PKM Internasional setelah sambutan resmi oleh Dekan FDKI Prof. Rusydi Sulaiman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja.</p><p>Dalam sambutannya, Prof. Rusydi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran tiga tokoh PEKA Malaysia dan kontribusi mereka dalam memperkaya wawasan para santri. Ia menekankan bahwa perkembangan dunia dakwah dan pendidikan saat ini menuntut santri untuk terus memperluas pengetahuan serta berani berkarya di berbagai bidang.</p><p>“Santri harus lebih terbuka terhadap berbagai perkembangan zaman, khususnya di bidang dakwah dan komunikasi. Keterbukaan itu penting agar mereka mampu menjawab tantangan baru dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.</p><p>Ia menambahkan bahwa ruang berkarya bagi santri kini semakin luas, mulai dari media digital, kegiatan sosial, hingga inovasi pesantren. “Kreativitas tidak boleh berhenti di lingkungan pesantren saja. Santri perlu terus mengasah kemampuan, membangun jejaring, dan menghadirkan karya-karya yang bermanfaat untuk umat. Ini era di mana peran mereka sangat dibutuhkan,” tegasnya.<br>&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-11-27%20at%2007_33_43%20(1).jpeg"><figcaption>Penyerahan Sertifikat kepada Plt. Kaprodi BKI FDKI oleh Pimpinan Yayasan Ponpes Al-Islam Kemuja</figcaption></figure><p>Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja sendiri merupakan pesantren tertua di Bangka yang memiliki sejarah kuat dengan tradisi <i>naon</i>—tradisi masyarakat Kemuja yang bermukim bertahun-tahun di Mekkah pasca menunaikan ibadah haji untuk memperdalam ilmu agama. Sepulangnya dari Tanah Suci, para guru—sebutan bagi tokoh agama berotoritas di Bangka—mendirikan halaqah-halaqah di rumah warga, berkembang menjadi Sekolah Haji atau Sekolah Arab, lalu Madrasah Diniyah, hingga akhirnya berdirilah pondok pesantren yang tetap mempertahankan tradisi Madrasah Diniyah sebagai identitas khasnya.</p><p>Melalui PKM ini, diharapkan para santri memperoleh wawasan baru, khususnya dalam bidang konseling modern. Selain memperkuat jejaring kerja sama internasional antara IAIN SAS Babel dan PEKA Malaysia, kegiatan ini juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi perkembangan pendidikan di pesantren. Prof. Rusydi menutup sambutannya dengan harapan agar kolaborasi antara kampus, pesantren, dan masyarakat terus diperkuat demi melahirkan generasi santri yang adaptif, produktif, dan berdaya saing. (ed)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Mahasiswa FDKI ikuti Wisuda ke-23, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas serta para dosen FDKI turut mendampingi para mahasiswa</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/mahasiswa-fdki-ikuti-wisuda-ke-23-dekan-dan-wakil-dekan-fakultas-serta-para-dosen-fdki-turut-mendampingi-para-mahasiswa</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/mahasiswa-fdki-ikuti-wisuda-ke-23-dekan-dan-wakil-dekan-fakultas-serta-para-dosen-fdki-turut-mendampingi-para-mahasiswa</guid>
				<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 03:33:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-23 IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang digelar hari ini di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) tampil menjadi bagian penting dari momen bersejarah ini, menandai keberhasilan mereka menyelesaikan perjalanan akademik dengan penuh dedikasi.</p><p>Dekan FDKI, <strong>Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong>, bersama Wakil Dekan, <strong>Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A.</strong>, hadir mendampingi para wisudawan sejak awal hingga akhir acara. Keduanya memberikan dukungan langsung, sekaligus menyampaikan kebanggaan atas capaian mahasiswa di tengah berbagai tantangan akademik.</p><p>Tak hanya pimpinan fakultas, para dosen FDKI juga turut membersamai wisudawan, menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen FDKI dalam mengawal mahasiswa hingga ke gerbang kelulusan.</p><p>Acara berlangsung khidmat sekaligus meriah, memperlihatkan antusiasme keluarga dan seluruh sivitas akademika yang hadir. Wisuda ini diharapkan menjadi energi baru bagi para lulusan untuk terus berkiprah, serta menjadi motivasi bagi FDKI dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan di masa mendatang.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Wakil Dekan dan Dosen FDKI IAIN SAS Babel jadi Dosen Tamu di Universiti Kebangsaan Malaysia</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/wakil-dekan-dan-dosen-fdki-iain-sas-babel-jadi-dosen-tamu-di-universiti-kebangsaan-malaysia</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/wakil-dekan-dan-dosen-fdki-iain-sas-babel-jadi-dosen-tamu-di-universiti-kebangsaan-malaysia</guid>
				<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 08:02:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional. Pada kesempatan terbaru, Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A, dan Dosen FDKI Rafles Abdi Kusuma, M.A didapuk sebagai dosen tamu dalam kuliah yang diselenggarakan oleh Fakulti Pengkaji Islam, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).&nbsp;</p><p>Kuliah tamu yang berlangsung secara daring ini terselenggara atas undangan langsung dari Dr. Khazri Osman, pengampu utama mata kuliah Komunikasi Dakwah di UKM. Kegiatan ini menghadirkan diskusi ilmiah terkait perkembangan komunikasi dakwah kontemporer, sekaligus membuka ruang kolaborasi akademik antara dua institusi pendidikan tinggi Islam di kawasan Asia Tenggara.</p><p>Menanggapi undangan tersebut, Dr. Iqrom Faldiansyah menyampaikan apresiasinya. “Kami sangat mengapresiasi undangan dari Fakulti Pengkaji Islam UKM, khususnya Dr. Khazri Osman, yang telah membuka ruang dialog akademik lintas negara ini. Kuliah tamu ini bukan hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat jejaring keilmuan antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang komunikasi dakwah. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berkembang sehingga mampu melahirkan pemikiran-pemikiran dakwah yang relevan, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Kunjungan Menteri Agama RI dan Pembinaan ASN (Aparatur Sipil Negara) di Asrama Haji Kanwil Kemenag RI Bangka Belitung. Rusydi Sulaiman: Kehadiran Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar, M.A. Perkuat Silaturrahim</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/kunjungan-menteri-agama-ri-dan-pembinaan-asn-aparatur-sipil-negara-di-asrama-haji-kanwil-kemenag-ri-bangka-belitung-rusydi-sulaiman-kehadiran-profdrkhnasarudin-umar-ma-perkuat-silaturrahim</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/kunjungan-menteri-agama-ri-dan-pembinaan-asn-aparatur-sipil-negara-di-asrama-haji-kanwil-kemenag-ri-bangka-belitung-rusydi-sulaiman-kehadiran-profdrkhnasarudin-umar-ma-perkuat-silaturrahim</guid>
				<pubDate>Wed, 19 Nov 2025 09:28:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Tidak mudah mempertemukan banyak orang dalam satu kesempatan bernuansa akademis pada waktu malam di sebuah auditorium atau aula gedung kecuali kampanye politik dan atau tontonan kecelakaan. Di luar dugaan malam itu, Selasa malam, 18 Nopember 2025 berkumpul semua ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Kementerian Agama RI. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Auditorium Asrama Haji, bertempat di Padang Baru Bangka Tengah. Tak ketinggalan ASN dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Tidak pernah ada pertemuan seramai itu sebelumnya.</p><p>Sikap antusias dan suasana psikologis menyambut kehadiran Menteri Agama RI yang juga seorang ulama, yaitu Prof.Dr.KH.Nasaruddin Umar, M.A. &nbsp;muncul setelah diumumkan. Apalagi tokoh tersebut adalah imam besar Masjid Istiqlal Jakarta. Kehadirannya dimanfaatkan oleh Kanwil Kementerian Agama RI Bangka Belitung dan IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung untuk mempertemukan semua ASN. Akhirnya terselenggaralah kegiatan pembinaan ASN oleh Menteri Agama RI tersebut selain kegiatan utama, yaitu peresmian STIAKIN Bangka Belitung dan pelantikan pengurus IPIM Wilayah Bangka Belitung. Kekuatan kepribadian Nasaruddin Umar dan kekuatan struktural formal-nya sebagai Menteri Agama RI. yang baru satu tahun berlalu memang memberi sentuhan tersendiri sehingga setiap ASN ingin bertemu dan melihat langsung. Menurut Rusydi Sulaiman, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung bahwa kehadiran Menteri Agama RI perkuat silaturrahim. Yang jarang bertemu dan mungkin belum pernah bersua antar ASN padahal mereka bekerja di &nbsp;satu kementerian di kepulauan ini akhirnya terwujud. Pastinya ada hikmah terdalam, tambahnya.</p><p>Kegiatan malam itu berlangsung cukup lama, berakhir pada jam 22.00 wib. Menteri Agama yang juga Guru Besar tersebut memberikan ceramah pembinaan kepada para hadir, yaitu ASN di lingkungan Kementerian Agama RI Bangka Belitung. Awalnya Sang menteri &nbsp;berkisah tentang pengalamannya berkunjung ke beberapa negara. Beruntung kita tinggal di Indonesia karena sangatlah aman, serunya. Setelah itu ia mengurai tentang kelebihan Al-Qur'an sambil menyentuhkan beberapa terma &nbsp;spesifik didalamnya, seperti kata imam dengan segala padanannya; kata Mukhlis dengan segala padanannya; dan lain-lain &nbsp;dikaitkan dengan semangat mengabdi sebagai ASN. Tegurnya di akhir ceramah: " jangan mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain".</p><p>Sangat-sangat bermakna pertemuan di auditorium Asrama Haji malam itu. Selain itu juga kesempatan sambutan diberikan kepada Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr.Irawan, M.S.I. dan Plt. Kakanwil Kementerian Agama RI. Bangka Belitung, H. Pril Maroli,ST.,MM. serta beberapa Guru Besar berkesempatan hadir termasuk Prof.Dr.Rusydi Sulaiman, M.Ag. yang juga Dekan FDKI.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Saat Resep Telinga Tersasar ke Pantat</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/saat-resep-telinga-tersasar-ke-pantat</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/saat-resep-telinga-tersasar-ke-pantat</guid>
				<pubDate>Mon, 10 Nov 2025 09:10:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Oleh : <strong>Oktarizal Drianus, Kaprodi Psikologi Islam/ Tim Behavioral Science Layanan Psikologi Psychosophia Prodi Psikologi Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam</strong></p><p><i><strong>Medication Error</strong></i>: <strong>Telinga ke Pantat</strong></p><p>Untuk pertama kalinya, Kuartet Kampung Pisang—Guru Sailan, Haji Sedun, Hj. Acit, dan Dr. Gat Karman—menginjakkan kaki di luar negeri.</p><p>Alasannya absurd sekaligus logis! Hj. Acit memenangkan undian dari pendaftran umrah dari sebuah bank syariah, yang ternyata bisa diuangkan dan diubah menjadi paket belanja ke Singapura. Gat Karman—yang sok sibuk mengukur <i>hedonic treadmill</i> (batas kebahagiaan belanja) orang Asia Tenggara—akhirnya ikut. Haji Sedun? Tentu saja ia menjadi artefak hidup dari kegelisahan tradisi di tengah kerapian modern.&nbsp;<br>Di tengah hiruk pikuk Orchard Road yang terlampau teratur, Haji Sedun tiba-tiba meringis kesakitan.&nbsp;</p><p><i>"Guru, Gat, Acit! Telinga saya! Rasanya seperti ada seratus semut api sedang rapat di dalam sana sambil lemparan kursi!"</i> rintihnya, memegangi telinga kanannya.&nbsp;</p><p>Mencari kesana kemari, akhirnya mereka pun terdampar di sebuah klinik privat yang sangat rapi, tetapi sangat ramai—sebuah gambaran sempurna dari peradaban yang sibuk, lelah, rentan salah tafsir.&nbsp;</p><p>Di ruang periksa, dokter yang tampak lelah—mungkin overload administrasi—memeriksa H. Sedun dengan cepat. Sambil mengetik resep di komputer dengan terburu-buru, dokter itu bergumam, <i>"Infeksi. Saya beri obat tetes. Nanti minta perawat teteskan dulu, kemudian lanjutkan sendirik tiga kali sehari."&nbsp;</i></p><p>Haji Sedun, yang sudah setengah tuli karena sakit, mengangguk patuh dan membawa secarik kertas resep itu ke ruang tindakan.&nbsp;</p><p>Di ruang tindakan, Suster Ling Ling, seorang perawat muda yang sigap menyambutnya. Ia membaca resep itu: <i><strong>"place 2gtt in R.ear"</strong></i>. Kira-kira artinya: <i>taruh 2 tetes di R.ear</i>). Suster Ling Ling menatap resep itu. Ia lalu menatap Haji Sedun yang sedang memegangi telinganya. Lalu ia menatap resep itu lagi.&nbsp;</p><p>Wajahnya memerah sejenak. <i><strong>Ini adalah momen di mana kepatuhan buta bertarung melawan logika naluriah di wajah seorang profesional yang lelah.</strong></i><strong>&nbsp;</strong></p><p><i>"Baik, Pak Haji,</i>" kata Suster Ling Ling dengan nada profesional kaku. <i>"Silakan berbaring miring ke kiri, dan... mohon maaf... celananya diturunkan sedikit."</i>&nbsp;</p><p>Haji Sedun terlonjak, nyaris terjatuh dari ranjang. <i>"Astaghfirullah, Suster! Yang sakit telinga saya! Kenapa jadi urusan celana?! Saya tidak paham 'R-E-A-R' itu urusan apa!"</i> rintihnya, terhina namun bingung.&nbsp;</p><p>Suster Ling Ling, kini ikut panik, menunjukkan resep cetak itu. <i>"Maaf, Pak Haji. Di sini jelas tertulis 'R-E-A-R'. Artinya... bagian belakang, Pak. Pantat</i>." Tepat saat Haji Sedun hendak mengeluarkan sumpah serapah dalam bahasa Melayu-nya yang paling keras—sebuah ungkapan yang terasa lebih jujur daripada jargon saintis—sebuah suara dingin memotong udara.&nbsp;</p><p>Itu Gat Karman. Ia sudah berdiri di ambang pintu, kacamata tebalnya memancarkan kilau tajam seolah sedang memindai risk exposure Haji Sedun. Ia langsung menyambar kertas resep itu dari tangan Suster Ling Ling.&nbsp;</p><p><i>"Stooop!" </i>potong Gat Karman, nadanya dingin tapi memerintah.<i> "Ini bukan 'REAR', Suster. Ini adalah simbol tipikal dari kegagalan desain sistem!"</i><br>Ia memutar resep itu, lalu menunjuknya dengan ujung pensil. <i>"Dengarkan baik-baik. <strong>Ini 'R. EAR'! Bukan REAR! Titik itu adalah kode singkatan dari RIGHT EAR! Telinga Kanan! Sangat jelas!"</strong></i> Ia menoleh ke Haji Sedun dengan tatapan menghakimi. <i>"Haji, Anda dan Suster ini baru saja menjadi korban dari anomali komunikasi yang sudah divalidasi sebagai “medication error” sejak 1981! Dan catat baik-baik: Medication error semacam ini adalah fenomena global, Haji. Ia tidak memilih klinik di Singapura atau Puskesmas di Kampung Pisang. Ia ada di mana-mana!"</i>&nbsp;</p><p>Hj. Acit, yang sejak tadi hanya diam menenteng tas belanja, maju dengan tangan di pinggang, muak dengan lagak Gat Karman. <i>"Sudah, Karman! Jangan membuat Suster ini merasa sedang dikuliahi Filsafat Sains jam 9 malam dengan dosen yang kelebihan kafein! Cukup. Dia sudah Lelah!”</i>&nbsp;</p><p>Guru Sailan menengahi, menepuk bahu Haji Sedun. <i>"Betul kata Acit, Haji. Sekarang, Suster Ling Ling akan kembali ke dokter itu. Biarkan dia—sebagai profesional medis—yang mengklarifikasi singkatan yang ambigu itu. Tugas kita bukan menyalahkan, tapi memaksa kejelasan."&nbsp;</i></p><p>Suster Ling Ling, yang kini kembali sadar akan profesionalismenya setelah interupsi keilmuan yang memusingkan, mengangguk cepat. Ia bergegas kembali ke ruang dokter, membawa kertas resep ambigu itu untuk konfirmasi. Haji Sedun, sedikit lega dan masih bingung, hanya bisa pasrah.</p><p><strong>Authority Bias: Kepatuhan Buta akan Otoritas yang Kuat</strong></p><p>Di teras klinik, Haji Sedun masih menggerutu. <i>"Perawat zaman sekarang, telinga dengan pantat saja tidak bisa beda!"</i>.&nbsp;</p><p><i>"Jangan begitu, Haji,"</i> kata Guru Sailan. <i><strong>"Kau baru saja menjadi korban dari apa yang disebut medication error.</strong> Dan ini bukan salah Suster Ling Ling. <strong>Ini adalah kegagalan desain sistem.</strong> Medication error pada kasus ini terjadi di fase transcribing"&nbsp;</i></p><p><i>"Haji, Guru,"</i> sela Gat Karman, nadanya formal, dingin, dan menusuk. <i>"Fenomena yang hampir menimpa pantat Anda ini—yang Anda sebut 'kebingungan'—telah dipetakan dan diregresi dalam disiplin ilmu kami. Saya ini bukan sekadar ahli level biasa, Haji. Saya adalah Spesialis Analisis Arsitektur Keputusan Kognitif Terapan—fokus pada titik buta multidisipliner."</i>&nbsp;</p><p>Haji Sedun merasa tenggorokannya tercekat oleh jargon. Ia menatap Guru Sailan seolah memohon,<i> 'Guru, tolong hentikan dia sebelum dia menyajikan kurva statistik di hadapan saya!'&nbsp;</i></p><p>Gat Karman melanjutkan, tanpa peduli pada affect yang ditimbulkannya. <i>"Saya mempelajari bagaimana otak manusia yang kelelahan membuat keputusan yang secara statistik tidak rasional, tapi secara neuro-behavioral bisa diprediksi."</i>&nbsp;</p><p><i>"Fenomena yang kita lihat ini adalah anekdot klasik, dicatat pertama kali dalam tulisan</i> Cohen <i>dan</i> Davis <i>pada tahun 1981, berjudul</i> Medication errors: Causes and prevention. Philadelphia: G. F. Stickley Co. <i>Kasus ini kemudian menjadi bahan anekdot di babon Psikologi Sosial, oleh</i> David G. Myers <i>dalam</i> Social Psychology <i>dan</i> Robert Cialdini <i>dalam</i> Influence: The Psychology of Persuasion. <i>Saya pribadi bahkan telah mereplikasi studi ini di tiga benua untuk memvalidasi cross-cultural stability bias ini."</i>&nbsp;</p><p><i><strong>"Ini masalah Authority Bias. Suster Ling Ling, saat lelah, mengutamakan kepatuhan buta pada dokter (otoritas legal) daripada sense logika (System 2). Sistem 1 di otak telah membuat kepatuhan buta menjadi pilihan perilaku yang lebih mudah daripada rasionalitas kritis."&nbsp;</strong></i></p><p><i>"Mengapa ini terjadi?"</i> Gat Karman melipat jarinya. <i>"Karena faktor manusia yang tidak dihitung oleh sistem! Dokter lelah (overload)—volume pasien tinggi. Suster juga </i>overload<i>. Dalam tekanan kerja tinggi, ia memilih membaca visual terdekat (heuristic)—'R. ear' secara visual mudah dibaca 'REAR'. Ini adalah korban arsitektur Keputusan yang cacat."</i>&nbsp;</p><p>Haji Sedun menghela napas, kekesalan campur mualnya memuncak. Jargon Gat Karman terasa seperti penjajah yang masuk melalui telinga, merampas haknya untuk merasa kesal secara sederhana.</p><p><i><strong>Behavioral Science</strong></i><strong> dalam Desain Resep Elektronik</strong></p><p>Gat Karman, yang kini sudah duduk santai dengan laptopnya, mengambil alih panggung narasi. Ia menatap Haji Sedun dan Guru Sailan dengan tatapan menghakimi—seolah mereka adalah masalah sistem yang harus direkayasa.&nbsp;</p><p><i>"Jadi,"</i> ujar Gat Karman, nadanya seolah merangkum seluruh peradaban, <i>"solusinya bukan 'memarahi' atau 'mengedukasi' Suster Ling Ling yang lelah. Itu solusi old school, solusi berbasis menyalahkan manusia. Solusi ilmiahnya ada di desain lingkungan keputusan."&nbsp;</i></p><p><i>"Di sinilah peran</i> Behavioral Science <i>dalam</i> e-prescribing modern<i>,</i>" Gat Karman melanjutkan, tangannya kembali bergerak memotong-motong udara—seperti biasa. <i>"Mereka tidak lagi fokus pada mengedukasi dokter, tetapi pada mendesain perangkat lunak agar tenaga kesehatan menjadi agen yang perilakunya minim error."</i>&nbsp;</p><p><i>"Pendekatan ini bukan lagi hipotesis, Guru. Ini adalah konsensus saintifik terbaru yang telah dipublikasikan secara tegas. Saya merujuk pada paper yang sangat mutakhir:</i> Tackling medication errors: how a systems approach improves patient safety oleh Guntschnig, Barbosa, Jenzer, et al., <i>yang terbit di European Journal of Hospital Pharmacy pada tahun 2025 ini. Mereka menegaskan, kegagalan manusia bisa lebih diatasi secara efektif dengan Pendekatan Sistem yang diintervensi oleh perilaku."</i>&nbsp;</p><p><i>"Sistem harus menggunakan</i> Forcing Function—<i>sebuah desain yang mewajibkan kebenaran. Ini adalah</i> hard-nudge <i>yang harus diterapkan pada arsitektur sistem. Sistem harus:</i> <i>"1) Memblokir Ambigu, misalnya memblokir singkatan yang ambigu seperti</i> 'R. ear'; <i>2)</i> Nudge Kritis, <i>Sistem harus menampilkan Peringatan Kritis </i>(Pop-up Nudge) <i>jika ada instruksi yang sangat tidak biasa, tidak normal, atau kontradiktif”. Ya, kayak netesin obat telinga di pantat itu!&nbsp;</i></p><p><i>"Intinya,"</i> Gat Karman menyimpulkan, <i>"Kami, para ilmuwan (ia merasa sudah menjadi ilmuwan top), tahu bahwa sekadar 'menyuruh' itu tidak cukup. Kami mendesain intervensi agar orang mudah mengambil keputusan yang benar. Inilah yang harus diinternalisasi oleh para programmer."</i></p><p><strong>Kaidah Al Daf’u: Mencegah Mudarat di Hulu</strong></p><p>Guru Sailan kemudian menimpali, menyambut hitungan dingin Gat Karman dengan kehangatan kaidah agama.&nbsp;</p><p><i>"Karman benar. Hitungan utilitasnya akurat, seolah ia bisa menghitung pahala dari sebuah kode program. Tetapi, kaidah Fikih memberi kita kerangka etis yang mendesak desainer sistem untuk menggunakan behavioral insight itu tadi."</i>&nbsp;</p><p><i>"Kaidahnya jelas, Haji, dan ini adalah kaidah utama dalam urusan menjaga nyawa: Al Daf’u Aqwa min al-Raf’i—Mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada memperbaiki kerusakan."</i></p><p style="text-align:center;">* اَلدَّفْعُ أَقْوَى مِنَ الرَّفْعِ&nbsp;</p><p><i>"Mendesain sistem e-resep yang anti-ambigu di awal untuk mencegah salah tafsir, jauh lebih utama daripada kita sibuk memperbaiki pantat Pak Haji yang kadung salah tetes obat telinga. Menjaga keselamatan pasien (wajib) tidak akan sempurna jika resepnya ambigu."&nbsp;</i></p><p>Gat Karman mengangguk puas, menggerakkan tangannya seolah sedang memprogram ulang alam semesta. <i>"Secara terminologi Guru Sailan, itu adalah </i>al-Daf’u Aqwa<i>. Secara disiplin kami, itu adalah Intervensi Promotif Terbaik—sebuah Upstream Design yang memotong </i>future cost!<i> Biaya pencegahan di hulu selalu secara statistik lebih rendah daripada biaya pemulihan di hilir, Haji!"</i>&nbsp;</p><p>Haji Sedun mengelus telinga kanannya. <i>"Rupanya," gumam Haji Sedun, "untuk menyelamatkan telinga saya, yang harus diperbaiki adalah cara sistem bekerja di komputer?"&nbsp;</i></p><p><i>"Tepat,"</i> tutup Guru Sailan. <i>"Dan untuk menyelamatkan umat, kita tidak hanya berhenti di lisan, tapi juga intervensi sistem yang cerdas dan berdasar sains.lebih lagi, Mencegah mudarat di hulu, bukan hanya karena lebih murah secara statistik, tapi karena harga dari sebuah kelegaan pasien tidak selalu tepat direduksi melalui kurva regresi."</i>&nbsp;</p><p><i>Di saat kemajuan terlalu bising</i>… Di luar… lalu lintas Orchard Road mengalir bagai sungai yang terlampau mahal. Guru Sailan, Haji Sedun, Hj. Acit, dan Gat Karman berjalan pelan, membawa obat tetes yang kini pasti akan jatuh di tempat yang benar. Haji Sedun tiba-tiba berhenti, memandang ke atas, ke gedung-gedung kaca yang menjulang angkuh, mencerminkan langit Singapura yang biru, namun terasa kosong.&nbsp;</p><p><i>"Guru,"</i> katanya dengan suara yang sangat pelan, nada yang sunyi dan mengiris. <i>"Saya jadi berpikir. Apa gunanya kerapian, ketepatan waktu, dan kemajuan yang luar biasa ini, jika pada akhirnya, keputusan hidup mati kita masih bisa ditentukan oleh sepotong titik yang dilupakan di resep yang terburu-buru?"</i>&nbsp;</p><p>Guru Sailan tersenyum getir, teringat pada semua kemanusiaan yang tergerus oleh efisiensi. <i>"Titik itu, Haji, adalah jembatan tipis antara rasionalitas dan absurditas. Kadang, kemajuan itu terlalu bising, sehingga kita lupa bahwa suara yang paling lemah justru yang paling penting."</i>&nbsp;</p><p>Haji Sedun tertawa liris, tawa yang terdengar seperti gesekan daun kering di atas aspal bersih. Mereka berempat melanjutkan perjalanan, membawa oleh-oleh paling berharga dari Singapura: <i><strong>memahami bahwa manusia—sekalipun dikelilingi teknologi canggih—tetaplah makhluk yang rentan salah.</strong></i> Lalu, sains dan agama dibutuhkan bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk merancang agar surga menjadi lebih mudah diakses bagi siapapun. Malam semakin jatuh, mereka pun menghilang ditelan keramaian yang sunyi kota megah.&nbsp;</p><p><i>* kaidah fikih ini merupakan hasil diskusi dengan K.H. Mursyidul Wildan</i></p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Psikologi Kotak Amal dalam Dua Tragedi</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/psikologi-kotak-amal-dalam-dua-tragedi</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/psikologi-kotak-amal-dalam-dua-tragedi</guid>
				<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 07:38:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Oleh :<br><span style="background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(51,51,51);"><strong>Ok</strong></span><strong>tarizal Drianus&nbsp;</strong><br><strong>(Kaprodi Psikologi Islam/Tim Behavioral Science Layanan Psikologi Psychosophia Prodi Psikologi Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam)</strong></p><p><strong>Kotak Amal Berwajah</strong><br>Pagi itu, di teras masjid, di antara harum bunga kertas dan kesegaran air wudu, ada dua kotak amal yang bercerita tentang nasib manusia. Haji Sedun, Ketua DKM (Dewan Keraguan Mendalam), memandangi dua kotak itu dengan mata nanar.</p><p><i>Kotak pertama</i>, bertajuk “Peduli Salim”, memuat foto buram seorang bocah yatim delapan tahun. Wajahnya polos, nasibnya kelam! ia butuh operasi tumor langka. Kisah yang sangat personal, sangat <i>medsos-able</i>.</p><p><i>Kotak kedua</i>, bertajuk “Seribu Cahaya”, hanyalah kotak kardus biasa. Isinya bukan foto, melainkan deretan angka statistik: Program donasi 1.000 Al-Qur'an dan buku iqra’ untuk 12 pondok terpencil di pedalaman Pulau Jengkol. Target dana Rp 50 juta. Sebuah <i>proposal</i> yang dingin, mati rasa.</p><p><i>"Kau lihat, Guru Sailan?"</i> tanya Haji Sedun, menghela napas yang berat. Ia menunjuk Kotak Salim yang penuh sesak hingga uangnya meluber. <i>"Kotak Salim sudah mencapai 100% target dalam empat hari! Masyarakat berebut menyumbang, seolah surga mereka tergantung pada operasi anak itu! Bahkan istri saya ikut menyumbang anting-anting."</i></p><p>Guru Sailan, dalam keheningannya yang teduh, hanya mengamati. Sarungnya bergerak tipis oleh angin.</p><p><i>"Sementara itu,"</i> lanjut Haji Sedun, nadanya merosot tajam, <i>"Kotak Seribu Cahaya, yang dampaknya bisa mencerdaskan seribu anak dan membawa terang agama ke 12 kampung... baru terisi 10% saja! Kita bicara seribu jiwa, Guru! Kenapa orang kita lebih peduli pada satu wajah daripada seribu jiwa yang hanya berupa angka?"</i></p><p>Dalam keputusasaan yang kocak, Haji Sedun mencoba "mengakali" sunatullah pasar, ia mencetak foto salah satu anak dari 1.000 siswa itu, menamainya "Agus", dan menempelkannya di Kotak Seribu Cahaya. Ia berharap sentuhan personal akan menaklukkan statistik.</p><p>Seminggu kemudian, hasilnya sungguh satir. Donasi Kotak Seribu Cahaya tetap lambat. Yang lebih konyol, beberapa jamaah yang melihat "Agus" bersama angka 1.000 malah menarik kembali uang dari Kotak Salim!</p><p>Mereka bergumam: <i>"Aduh, ternyata masalahnya di pedalaman itu sebesar ini ya? Sulit sekali menolong semua orang."</i></p><p><i>"Lihat, Guru!"</i> raung Haji Sedun. <i>"Saya coba buat mereka peduli pada Agus, tapi begitu mereka tahu Agus hanyalah satu dari seribu penderita, kedermawanan mereka langsung lumpuh! Kenapa akal kita mematikan kasih sayang ketika angkanya terlalu besar?"</i></p><p>Guru Sailan tersenyum lembut, senyum yang sarat keprihatian. Kebetulan, ia teringat pada seorang warganya, Karman—nama lengkapnya Gat Karman, Ph.D. Sesuai namanya, kepakarannya dalam hitung-menghitung, ukur-mengukur <i>risk</i> dan <i>reward </i>tak diragukan lagi.</p><p>Gat Karman adalah seorang ahli statistik jebolan Eropa yang memilih pulang ke Kampung Pisang. Bukan karena miskin, melainkan karena muak pada 'data palsu' yang selalu dimanipulasi kepentingan di kota. Ia mencari 'data primer' yang jujur di sini, di mana <i>human behavior</i> masih murni, meskipun itu berarti ia hanya menghitung seberapa sering ayam tetangga berkokok dalam sehari atau mengukur tingkat kebahagiaan kambing Haji Sedun.</p><p><i>"Mungkin ia bisa membantu kita menghitung hati manusia,"</i> gumam Guru Sailan.</p><p>Benar saja, tak lama kemudian Gat Karman, yang kebetulan sedang mengukur kemiringan menara air, muncul dari balik pohon kamboja. Ia membawa laptop tipisnya, kacamata bingkai tebal, dan aura keilmuan statistik yang dingin dan tak terbantahkan.</p><p><strong>Tragedi IVE dan Tragedi Statistik</strong><br>Gat Karman mengambil alih pembicaraan, matanya memancarkan cahaya dingin dari balik lensa tebalnya. Kini ia tampil seolah-olah bukan lagi tetangga yang menghitung kambing, Ia menganggap dirinya bukan lagi seorang ahli matematika biasa, melainkan seseorang yang mengkhususkan diri pada ilmu yang mencoba menghitung <i>value</i> dari kegagalan hati manusia.</p><p><i>"Haji, Guru,"</i> katanya, nadanya formal namun menusuk,<i> "Fenomena ini muncul dari titik di mana perilaku ekonomi bertemu dengan statistika, psikologi kognitif, dan intersectionality lainnya. Saya sendiri, selain statistik, meneliti bidang psikologi, Ekonomi, dan banyak lagi saya belajar multidisiplin."</i> Tubuhnya condong ke depan, seolah Kampung Pisang adalah ruang kuliah elit di Eropa.</p><p>Kali ini, Haji Sedun hampir tersedak ludahnya sendiri. Ia mengipas-ngipas wajahnya dengan peci, tatapannya menyiratkan kekesalan abadi seorang pedagang yang dihina oleh jargon, abstraksi, dan bahasa alien yang dipaksakan masuk ke telinganya, tidak bisa dicerna. Guru Sailan, meski hatinya membenarkan hitungan Karman, harus menahan senyum satir melihat lagak sang doktor yang selalu merasa selangkah di depan peradaban itu.</p><p>Gat Karman berdiri, menarik napas dalam.<i> "Ini telah dihitung, tapi sudah saya validasi. Fokus saya memang pada titik buta multidisipliner semacam ini, di mana emosi menolak untuk dihitung," </i>ia melanjutkan, suaranya dingin dan presisi. Kali ini, Haji Sedun merasa mual sungguhan.</p><p><i>"Fenomena ini—yang kita lihat di kotak amal itu—telah dijelaskan secara rinci dalam paper berjudul Sympathy and Callousness: The Impact of Identifiability and Numeric Scope on Donations</i> oleh Deborah Small, George Loewenstein, dan Paul Slovic, yang terbit pada tahun 2007 di jurnal <i>Organizational Behavior and Human Decision Processes."</i></p><p>Ia kemudian mulai menggerakkan tangan kanannya ke depan, seperti memotong sesuatu dengan gergaji, menciptakan celah tajam di udara.</p><p><i>"Fenomena ini disebut Identifiable Victim Effect (IVE)," ia menjelaskan sambil memotong udara. "Ini adalah ironi yang paling mendasar dalam psikologi amal kita. Lihat tangan saya, Haji. Di sebelah kiri (ia menunjuk tangan kirinya), ada emosi murni yang terpicu oleh wajah Agus. Ini adalah Sistem 1. Ia melihat penderitaan, ia ingin menjadi pahlawan bagi satu nyawa konkret."</i></p><p>Ia menggerakkan tangan kirinya menjauh, kemudian menunjuk tangan kanannya yang kaku.</p><p><i>"Tapi di sebelah kanan, Haji, ada angka 1.000. Ini adalah Sistem 2. Ini adalah statistik skala, dan ia bekerja seperti gergaji dingin. Begitu Anda memaksa emosi Agus bertemu dengan skala 1.000, gergaji ini akan memotongnya."</i></p><p><i>"Angka 1.000 itu </i>memicu<i> Psychic Numbing—mati rasa psikologis. Itu sebabnya jamaah menarik uang dari Kotak Salim. Mereka tidak hanya melihat bahwa Agus adalah satu dari seribu; mereka melihat bahwa mereka—para donatur—tidak lebih dari nol koma nol sekian persen dari solusi. Mereka merasa sumbangan mereka 'tidak efektif' di hadapan skala besar. Jadi, hati mereka menarik diri untuk melindungi diri dari keputusasaan." tutup Gat Karman, tangannya tetap membeku di udara, seolah gergaji itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya membelah kedermawanan manusia menjadi dua bagian yang tidak setara.</i></p><p>Guru Sailan, yang sejak tadi hanya mengamati gaya Gat Karman yang terlampau formal dan dingin, menghela napas tanpa suara. Dalam hatinya, ia bergumam: <i>Gaya anak ini memang selalu berlebihan, selalu ingin membuktikan bahwa ilmu pengetahuan modern adalah gergaji yang lebih tajam dari hati nurani. Tapi, sialnya, hitungannya benar-benar akurat. Kebenaran, seringkali, datang dengan kacamata tebal dan bahasa yang dingin.&nbsp;</i></p><p><i>"Dan yang paling menggelikan</i>, Haji!” potong Gat Karman lagi, seolah membaca pikiran Guru Sailan,” <i>adalah hasil risetnya! Lihatlah! ketika kau menambahkan statistik pada Agus, itu justru merusak efek emosionalnya. Angka besar itu mengubah Agus dari individu yang bisa diselamatkan menjadi bagian tak terpisahkan dari masalah yang mustahil dipecahkan. Sumbangan pun merosot."&nbsp;</i></p><p>Guru Sailan menyambut, <i>"Haji Sedun, jamaahmu tidak menarik uang dari Kotak Salim karena mereka jahat. Mereka menariknya karena mereka baru saja mengalami kehilangan kebahagiaan."</i></p><p>Mereka menarik uang dari Kotak Salim bukan untuk menghukum Salim, melainkan untuk melindungi diri mereka sendiri dari rasa cemas dan keputusasaan yang dipicu oleh <i>numeric scope</i> 1.000. Daripada merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan semuanya, lebih baik mereka mengambil kembali uang itu dan menggunakannya untuk hal yang <i>realistis</i> (atau bahkan disimpan saja), karena kontribusi mereka terasa sia-sia di hadapan skala tragedi yang <i>terlalu besar.</i>&nbsp;</p><p>Guru Sailan manggut-manggut paham, lantas menyimpulkan,<i> "Wajah Agus, yang seharusnya menjadi penyelamat, justru menjadi jendela yang membuka jurang keputusasaan.”&nbsp;</i></p><p><i>“Akal sehat mengatakan 1.000 Al-Qur'an jauh lebih penting untuk masa depan umat. Tapi hati kita—yang hanya mau disewa oleh satu kisah menyedihkan—lumpuh total di hadapan besarnya skala penderitaan,"</i> pungkas Guru Sailan.</p><p><strong>Kaidah Tasharruf dan Statistik Skala atau Besaran</strong><br><i>"Jika saya hitung, sumbangan rata-rata per jiwa (maṣlaḥah) untuk kasus Salim jauh lebih tinggi daripada sumbangan untuk Seribu Cahaya. Emosi menuntut fokus individu, logika menuntut fokus pada dampak terluas. Ini hasil dari analisis statistik skala atau besaran, dalam paper itu disebut numeric scope."</i></p><p>Guru Sailan menyambutnya dengan anggukan yang dalam. <i>"Tepat sekali, Karman. Hitunganmu akurat, seolah Fikih itu bisa dikalkulasi per rupiah. Tetapi, tugas kita sebagai panitia amal bukan mengikuti kemana hati kita terkontaminasi emosi, melainkan mengikuti kemana kemaslahatan terbesar berada."</i></p><p>"Maka, kaidah yang kita gunakan untuk mengoreksi bias IVE ini adalah:</p><p style="text-align:right;"><strong>&nbsp;تَصَرُّفُ الْإِمَامِ عَلَى الرَّعِيَّةِ مَنُوطٌ بِالْمَصْلَحَةِ</strong></p><p><i>"Kebijakan seorang pemimpin terhadap rakyat harus didasarkan pada kemaslahatan."*</i></p><p>Kaidah ini yang menuntut Haji Sedun untuk mengabaikan getaran emosi sesaat dan memilih tindakan yang memberikan dampak kolektif (<i>Maṣlaḥah Ammah</i>) terbesar. Kaidah fikih memaksa kita mengedepankan logika statistik yang dingin, demi kebaikan umat yang lebih luas, bahkan jika itu terasa kurang heroik daripada menyelamatkan satu anak.&nbsp;</p><p>Guru Sailan, Gat Karman, dan Haji Sedun terdiam. Angin bertiup, menerbangkan selembar kertas yang berisi foto Salim, lalu membawanya menuju kotak yang berisi statistik kering. Itu adalah metafora visual yang pahit. Haji Sedun menatap kedua kotak itu bergantian, antara keinginan hati yang merengek dan tuntutan logika agama yang menusuk.&nbsp;</p><p><i>"Rupanya," kata Haji Sedun pelan, suaranya bergetar tipis dan penuh kesadaran, "Tuhan pun menuntut kita untuk mencintai orang banyak, bukan hanya satu orang yang kebetulan lewat di depan mata kita. Dan itu, Guru, ternyata jauh lebih sulit."&nbsp;</i></p><p>Di teras masjid, di antara harum bunga kertas dan kesegaran air wudu, keheningan menyelimuti Haji Sedun, Gat Karman, dan Guru Sailan. Mereka bertiga hanya duduk, diselimuti bayangan senja, membiarkan dilema antara hati dan angka menggantung di udara. Malam pun turun, dan di Kampung Pisang, sebuah kebenaran baru telah terhitung: <i>Manusia adalah makhluk yang rapuh, dan ia akan menarik diri dari kebaikan, jika kebaikan itu menuntutnya untuk berhenti bahagia.</i>&nbsp;</p><p>* kaidah fikih ini merupakan hasil diskusi dengan K.H. Musyidul Wildan</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>H. Sedun dan Fobia Rugi Kurma</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/h-sedun-dan-fobia-rugi-kurma</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/h-sedun-dan-fobia-rugi-kurma</guid>
				<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 07:58:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<h4><strong>Oktarizal Drianus&nbsp;</strong><br><strong>(Kaprodi Psikologi Islam/Tim Behavioral Science Layanan Psikologi Psychosophia Prodi Psikologi Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam)</strong></h4><h3><strong>Kurma Mahal Berujung Bencana&nbsp;</strong></h3><p>Pagi itu, udara di teras rumah Guru Sailan terasa getir. Bukan karena kopi yang pahit, melainkan aroma anyir dari sekeranjang kecil kurma yang dibawa Haji Sedun. Kurma impor Yaman, super kualitas tinggi, kini diselimuti lapisan jamur kelabu kehijauan. Wajah Haji Sedun sendiri tampak seperti buku laporan kerugian yang tak pernah ingin ia buka.</p><p>"Assalamualaikum, Guru. Ini, coba Guru lihat," keluhnya, nadanya dipenuhi sesal.&nbsp;<br>"Kurma terbaik untuk Ramadan, akhirnya membusuk. Saya rugi total, Guru."&nbsp;<br>"Kenapa bisa begini, Haji?" tanya Guru Sailan, menatap kurma itu dengan prihatin.&nbsp;<br>"Kurma yang kau banggakan itu seharusnya tahan berbulan-bulan."</p><p>Haji Sedun pun menarik napas panjang. Awal bulan lalu, ia menggelontorkan modal besar, membeli 100 kg kurma premium seharga Rp 50 ribu per kilo. Harapannya, menjelang Idul Fitri, ia bisa melipatgandakan untung.</p><p>"Malang tak dapat ditolak, Guru. Seminggu kemudian, badai harga datang. Pasokan kurma Saudi membanjir pasar, harganya anjlok sampai Rp 40 ribu per kilo. Stok saya macet total!"</p><p>"Saat itu," lanjut Haji Sedun, "secara logika, saya punya dua jalan. <i>Jalan Pertama</i>: Jual cepat pada harga Rp 45 ribu per kilo. Saya memang rugi Rp 500 ribu, tapi saya selamatkan sisa modal Rp 4,5 juta dan bisa segera pindah ke bisnis lain. <i>Jalan Kedua:</i> Tahan! Simpan di gudang. Berharap keajaiban datang dan harga kembali ke harga modal, Rp 50 ribu."</p><p>Guru Sailan meletakkan cangkirnya perlahan. "Jalan mana yang kau pilih, Haji Sedun?"<br>Haji Sedun menundukkan kepala, menggesek-gesekkan telapak tangannya yang basah. "Saya memilih menahan, Guru. Saya tidak sanggup melihat angka Rp 500 ribu itu dicatat sebagai 'kerugian riil' di buku harian saya. Rasanya sakit sekali di dada. Saya pikir, lebih baik menunggu, setidaknya kerugian itu belum final."</p><p>"Dan hasilnya," Guru Sailan menunjuk kurma busuk itu, "kau tidak cuma rugi Rp 500 ribu, tapi rugi bersih Rp 5 juta, ditambah biaya sewa gudang dan kerugian waktu. Kau rela rugi besar demi menghindari kerugian kecil."</p><h3><strong>Loss Aversion--Kahneman dan Tversky</strong></h3><p>Guru Sailan memandang Haji Sedun dengan tatapan yang penuh pemahaman, seolah sedang membaca sebuah <i>paper</i> psikologi yang berjalan. " Fenomena ini bukan isapan jempol, Haji Sedun, tindakanmu itu adalah monumen bagi salah satu kelemahan terbesar manusia modern, <i>loss aversion</i> (Fobia Kerugian)."</p><p>Konsep ini adalah pilar dari <i>Prospect Theory</i>, yang dikembangkan oleh dua peraih Nobel, Daniel Kahneman dan rekannya, Amos Tversky. Mereka menemukan bahwa secara psikologis, kerugian memiliki dampak emosional dua kali lipat lebih kuat daripada keuntungan dengan nilai yang setara. Bagi pembaca yang ingin mendalami, teori ini dijelaskan secara rinci dalam buku Kahneman yang berjudul <i>Thinking, Fast and Slow</i> (2011), atau pada paper awal mereka, <i>'Prospect Theory: An Analysis of Decision under Risk'</i> (1979).</p><p>Begini <i>loss aversion</i> itu:&nbsp;<br>1.Asimetri Rasa Sakit: Kehilangan Rp 500 ribu terasa jauh lebih menyakitkan daripada rasa senang saat mendapatkan Rp 500 ribu.&nbsp;<br>2.Rasionalitas vs. Emosi: Secara rasional, menjual kurma pada harga Rp 45 ribu adalah langkah untuk meminimalkan kerugian dan menyelamatkan modal.&nbsp;<br>3.Jebakan <i>Loss Aversion</i>: Emosimu menolak mencatat kerugian Rp 500ribu. Pikiran keliru beranggapan, <i>"Selama kurma ini masih ada, kerugian itu belum final."</i> Karena tidak tahan melihat kerugian kecil, kita justru mengambil risiko yang lebih besar dan akhirnya menderita kerugian total.&nbsp;</p><p>Inilah ironinya, manusia rela rugi Rp 5 juta demi menghindari rasa sakit psikologis senilai Rp 500 ribu. <i>Loss Aversion</i> membuatmu buta terhadap kerugian yang pasti membesar di masa depan.</p><p>Inti dari <i>prospect theory</i>, khususnya <i>loss aversion</i> adalah asimetri yang kejam dalam emosi kita, yaitu: <i><strong>Rasa sakit akibat kehilangan (kerugian) itu dua kali lipat lebih kuat daripada rasa senang saat mendapatkan (keuntungan), meskipun nilainya sama.</strong></i>"</p><p>Guru Sailan melanjutkan, "Dalam kasusmu, kerugian Rp 500.000 terasa begitu menyakitkan sehingga akalmu bernegosiasi. Otakmu berkata, 'Tahanlah! Selama kau belum menjual, kerugian itu hanyalah ilusi.' Ini adalah jebakan. Secara rasional, menjual rugi Rp 500.000 adalah langkah terbaik untuk meminimalkan . Namun, emosi memaksa Haji Sedun mengambil risiko yang lebih besar dan fatal."</p><p>"Kau memilih ilusi harapan palsu daripada menerima kenyataan pahit. Inilah yang terjadi ketika kita buta terhadap kerugian besar di masa depan karena terlalu fokus dan takut pada kerugian kecil hari ini."</p><h3><strong>Manusia Lebih baik Rugi daripada Malu</strong></h3><p>Guru Sailan menegakkan duduknya. "Disinilah <i>behavioral fiqh</i> harus menjadi penawar. Akal kita sering dikalahkan oleh emosi dan fobia rugi. Namun, kita memiliki kaidah fikih yang berfungsi sebagai <i>cognitive framework</i> untuk mengunci akal pada keputusan yang rasional. Untuk mengatasi jebakan <i>loss aversion</i>, fikih memberikan prinsip yang jelas, tegas, dan tanpa kompromi emosional: "اَلضَّرَرُ يُزَالُ” ,<i>"Kerugian itu harus dihilangkan."*</i></p><p>"Kaidah ini menuntut kita untuk bertindak proaktif dan rasional dalam menghadapi kerugian yang sudah pasti terjadi. Fikih tidak mengizinkan penundaan yang bisa menyebabkan kerugian membesar, seperti membiarkan kurma busuk demi menunggu harga modal kembali. Jika kerugian sudah tidak terhindarkan, Kaidah ini memerintahkanmu memilih opsi yang meminimalkan kerugian."</p><p>Guru Sailan diam. Kehangatan teh yang disajikan Haji Sedun di awal tadi telah lama hilang, menyisakan dingin yang menguap dari porselen. Di antara pot-pot bunga yang basah disiram bayangan matahari sore, hanya bunyi sendok kecil yang beradu dengan cangkir menjadi satu-satunya suara yang mengisi teras. Haji Sedun, setelah menyimak kaidah yang begitu rasional, kini memandangi keranjang kurma busuk di depannya. Matanya tak lagi menampilkan kemarahan karena rugi, melainkan kesedihan yang hening.</p><p>"Rupanya," kata Haji Sedun pelan, suaranya bergetar tipis, <i><strong>"lebih sulit menjual rasa malu kita, Guru, daripada menjual kurma busuk itu sendiri."</strong></i></p><p>Guru Sailan tidak menjawab. Ia hanya mengangguk tipis, mengisyaratkan bahwa ia paham. Semua Fikih, semua ilmu perilaku yang rumit, pada akhirnya kembali pada satu titik: betapa rentan dan lucunya hati manusia ini di hadapan kerugian sekecil apa pun, dan betapa kita sering kali, tanpa sadar, menggali lubang yang lebih besar hanya karena takut menoleh ke belakang. Malam pun turun, menyelimuti Haji Sedun dan Guru Sailan dalam nuansa senja yang sama.</p><p>*) kaidah fikih yang digunakan hasil diskusi dengan K.H. Mursyidul Wildan</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Babel Laksanakan Yudisium XVI di Aula Terpadu IAIN SAS Babel</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam-iain-sas-babel-laksanakan-yudisium-xvi-di-aula-terpadu-iain-sas-babel</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam-iain-sas-babel-laksanakan-yudisium-xvi-di-aula-terpadu-iain-sas-babel</guid>
				<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 09:59:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<h2>&nbsp;</h2><p><strong>Bangka, 20 Oktober 2025</strong> — Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sukses melaksanakan <strong>Yudisium XVI</strong> yang berlangsung khidmat di <strong>Aula Terpadu IAIN SAS Babel</strong>.<br>Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi sekitar <strong>70-an mahasiswa</strong> dari empat program studi, yaitu <strong>Bimbingan dan Konseling Islam (BKI)</strong>, <strong>Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)</strong>, <strong>Psikologi Islam</strong>, dan <strong>Jurnalistik Islam</strong>.</p><h3><strong>Momen Bahagia dan Penuh Makna</strong></h3><p>Acara yudisium dibuka dengan penuh khidmat dan kebahagiaan. Hadir dalam kesempatan tersebut <strong>Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, M.S.I.</strong>, <strong>Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong>, <strong>Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A.</strong>, para <strong>Kaprodi dan Sekprodi di lingkungan FDKI</strong>, serta seluruh <strong>dosen dan tenaga kependidikan</strong>.<br>Turut hadir pula sebagai tamu undangan <strong>Dekan Fakultas Syariah, Ekonomi, dan Ilmu Hukum (FSEI), Dr. H. Iskandar, S.H., M.Hum.</strong></p><p>Suasana haru sekaligus bahagia terlihat dari wajah para peserta yudisium. Setelah melewati perjalanan akademik yang panjang, momen ini menjadi penanda resmi berakhirnya masa studi mereka di FDKI dan awal dari pengabdian di tengah masyarakat.</p><h3><strong>Pesan Dekan: Ilmu Harus Menjadi Amal</strong></h3><p>Dalam sambutannya, <strong>Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong>, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya dengan baik.</p><blockquote><p>“Selamat kepada seluruh mahasiswa yang hari ini resmi menyandang gelar sarjana. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk menebar manfaat dan kebaikan di tengah masyarakat,” ujarnya.</p></blockquote><p>Beliau juga mengingatkan bahwa keberhasilan akademik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus berkontribusi dan menginspirasi di bidang keilmuan masing-masing.</p><blockquote><p>“Yudisium ini adalah titik berangkat untuk menjadi insan dakwah dan komunikasi Islam yang berakhlak, berilmu, dan berdaya guna,” tambahnya.</p></blockquote><h3><strong>Pesan Rektor: Jaga Jaringan Alumni dan Mengabdi untuk Negeri</strong></h3><p>Sementara itu, <strong>Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, M.S.I.</strong>, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga kepada para lulusan.</p><blockquote><p>“Kami turut bangga atas capaian para mahasiswa yang telah menuntaskan tugas akademiknya. Ke depan, jangan lupa untuk menjaga jaringan antar sesama alumni dan dengan kampus. Jadilah bagian dari perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” pesannya.</p></blockquote><p>Rektor juga mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan semangat belajar, baik melalui pengabdian, dunia kerja, maupun pendidikan lanjutan.</p><h3><strong>Penghargaan untuk Lulusan Terbaik</strong></h3><p>Acara yudisium juga diisi dengan pembacaan <strong>Surat Keputusan (SK) Lulusan Terbaik</strong> dari masing-masing program studi dan lulusan terbaik fakultas oleh <strong>Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A.</strong><br>Setelah itu, dilanjutkan dengan <strong>penyematan selempang dan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL)</strong> oleh Dekan, Wakil Dekan, dan para Kaprodi sebagai simbol pengukuhan resmi kelulusan.</p><p>Momen penyematan ini menjadi saat yang paling berkesan bagi para lulusan dan keluarga yang turut hadir, menandai akhir dari perjuangan panjang sekaligus awal dari perjalanan baru di dunia profesional.</p><h3><strong>Semangat Intelektual dan Pengabdian</strong></h3><p>Melalui pelaksanaan Yudisium ke-XVI ini, FDKI menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak <strong>sarjana Islam yang profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia</strong>.<br>Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga penegasan peran FDKI dalam membentuk generasi yang siap mengabdi dan membawa nilai-nilai dakwah di tengah masyarakat.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI Jalin Kerja Sama dengan SLB Pangkalpinang untuk Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif.  Rusydi Sulaiman : Sudah semestinya pemerintah daerah mendukung SLB</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-jalin-kerja-sama-dengan-slb-pangkalpinang-untuk-perkuat-komitmen-pendidikan-inklusif-rusydi-sulaiman-sudah-semestinya-pemerintah-daerah-mendukung-slb</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-jalin-kerja-sama-dengan-slb-pangkalpinang-untuk-perkuat-komitmen-pendidikan-inklusif-rusydi-sulaiman-sudah-semestinya-pemerintah-daerah-mendukung-slb</guid>
				<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 08:54:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Pangkalpinang</strong>, 20 Oktober 2025 — Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (<strong>FDKI</strong>) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan inklusif melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (<strong>PKS</strong>) dengan Sekolah Luar Biasa (<strong>SLB</strong>) Pangkalpinang. Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan dari kerja sama yang selama ini telah berjalan dalam bentuk penempatan mahasiswa FDKI untuk Praktik Kerja Lapangan (<strong>PKL</strong>) setiap tahunnya.</p><p>Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., dan Kepala SLB Pangkalpinang, Dra. Sahara, didampingi oleh pengawas sekolah, Dra. Sri Hadiyati. Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Kaprodi Bimbingan Konseling Islam (<strong>BKI</strong>), Nurviyanti Cholid, M.Pd.I., &nbsp;bersama M. Sholeh Marsudi, M.A., dan Amrullah, M.S.I., dosen sekaligus Ketua Panitia PKL FDKI.</p><p><strong>Pendidikan Anak Disabilitas: Tantangan dan Ketulusan</strong></p><p>Dalam sambutannya, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para guru dan tenaga kependidikan di SLB Pangkalpinang. Menurutnya, mendidik anak-anak disabilitas bukanlah pekerjaan mudah.</p><p><i>“Pekerjaan seperti ini tidak banyak yang sanggup melakukannya, kecuali mereka yang memiliki ketulusan mengabdi. Kami sangat menghargai semangat dan keikhlasan para guru yang telah berjuang mendidik anak-anak luar biasa ini,”</i> ungkapnya.</p><p>Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah daerah diharapkan <strong>lebih peduli dan memperkuat dukungan</strong> terhadap pendidikan inklusif, termasuk dalam pemberian beasiswa bagi tenaga pendidik yang mengabdikan diri di sekolah luar biasa.</p><p><strong>Harapan dari Pihak Sekolah</strong></p><p>Kepala SLB Pangkalpinang, <strong>Dra. Sahara</strong>, menyambut hangat kehadiran rombongan dari FDKI dan mengungkapkan harapannya agar lulusan SLB dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk di <strong>IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung</strong>.</p><p><i>“Kami berharap anak-anak kami yang memiliki semangat belajar tinggi bisa diterima untuk kuliah di IAIN SAS Babel. Dukungan dari perguruan tinggi akan sangat berarti bagi masa depan mereka,”</i> ujarnya.</p><p>Sementara itu, <strong>Dra. Sri Hadiyati</strong>, selaku pengawas sekolah, menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan inklusif membutuhkan <strong>keseriusan dan keteguhan hati</strong>, serta dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah.</p><p><i>“Pemerintah daerah semestinya turut mendukung dengan kebijakan nyata, misalnya program beasiswa atau peningkatan kompetensi guru untuk SLB”</i> tuturnya.</p><p><strong>Komitmen Berkelanjutan FDKI</strong></p><p>Melalui kerja sama ini, FDKI berkomitmen untuk terus mendampingi SLB Pangkalpinang, baik dalam kegiatan <strong>PKL</strong> mahasiswa, pelatihan guru, maupun program pengabdian masyarakat.<br>Selama ini, mahasiswa FDKI rutin menjalankan <strong>PKL selama hampir dua bulan</strong> di sekolah tersebut sebagai bentuk implementasi ilmu bimbingan dan konseling Islam dalam konteks pendidikan inklusif.</p><p>Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa FDKI tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berperan aktif dalam <strong>mewujudkan masyarakat inklusif yang peduli dan berkeadilan</strong> bagi seluruh lapisan masyarakat.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>H. Sedun dan Sekte Kebun Pisang</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/h-sedun-dan-sekte-kebun-pisang</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/h-sedun-dan-sekte-kebun-pisang</guid>
				<pubDate>Mon, 20 Oct 2025 07:35:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Oleh :</strong><br><strong>Oktarizal Drianus (Kaprodi Psikologi Islam FDKI/Tim Behavioral Science Layanan Psikologi Psychosophia Prodi Psikologi Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam)</strong><br><br><strong>Pertemuan Rahasia Sekte di Kebun Pisang</strong>&nbsp;</p><p>Siang itu, Haji Sedun menerobos masuk ke teras rumah Guru Sailan. Wajahnya pucat, napasnya terengah-engah seolah baru saja melihat hantu, dan peci putihnya agak miring. Ia langsung menyambar teh hangat yang disajikan Guru Sailan.&nbsp;</p><p>"Guru, celaka! Celaka besar!" seru Haji Sedun, suaranya parau. "Ada kelompok aneh di ujung kebun pisang desa sebelah! Mereka sudah menjual semua harta benda! Rumah, motor, bahkan sawah warisan sudah dilepas. Mereka membuang semua yang berbau teknologi dan hanya menunggu di sana. Ini sekte Kebun Pisang Guru!"</p><p>&nbsp;"Kenapa mereka melakukan semua itu, Haji?" tanya Guru Sailan tenang.&nbsp;</p><p>"Mereka percaya akan datang banjir bandang besar yang akan menyapu desa kita dalam tiga hari ke depan, Guru! Pemimpin sekte mendapat nubuat dari langit. Dan hanya anggota mereka yang suci yang akan dijemput oleh piring terbang yang akan mendarat tepat di kebun pisang itu! Mereka sudah berkumpul di bawah terpal plastik yang rapuh, berdo’a dengan mata terpejam, dan menunggu tibanya keselamatan!"&nbsp;</p><p>Tiga hari sudah berlalu. Haji Sedun kembali, kali ini dengan ekspresi kebingungan yang total. "Guru, tidak ada banjir. Tidak ada kiamat juga. Langit cerah sekali. Tidak ada piring terbang. Mereka hanya duduk di tanah, bingung dan kedinginan. Saya kira mereka akan malu, menyesali perbuatannya, dan bubar..."&nbsp;</p><p>"Lalu?" desak Guru Sailan.&nbsp;</p><p>"Justru ini yang gila, Guru! Pemimpin sekte mereka tiba-tiba bangun, berteriak bahwa dia baru saja menerima pesan dari 'atas'. Dia bilang: 'Tuhan membatalkan kiamat karena doa dan kesucian kita yang luar biasa! Kita telah menyelamatkan seluruh dunia!' Dan tahu apa? Mereka malah jadi lebih bersemangat, lebih yakin, dan mulai mencari orang lain untuk bergabung! Mengapa, Guru? Ramalan sudah jelas-jelas salah, kenapa keyakinan mereka malah makin kuat?"&nbsp;</p><p>Guru Sailan tersenyum lembut. "Haji Sedun, apa yang kamu saksikan di kebun pisang itu adalah disonansi kognitif (<i>cognitive dissonance</i>). Jadi, Haji, bias-bias inilah yang mengubah kegagalan total menjadi 'bukti' bagi mereka."</p><p><strong>Disonansi Kognitif dan Kiamat yang Gagal</strong>&nbsp;</p><p>Parodi tentang Kebun Pisang yang baru saja kita saksikan, sungguh-sungguh, adalah jiplakan persis dari kasus klasik yang amat tenar di jagat psikologi sosial. Yang meneliti bukan sembarang orang, melainkan ilmuwan psikologi sosial kaliber berat bernama Leon Festinger. Beliau, pada tahun 1954 di Chicago, pernah menyusup—ya, <i>menyusup</i>—ke sebuah kelompok ganjil yang menamakan diri "<i>The Seekers</i>". Mereka ini dipimpin seorang perempuan bernama Marian Keech, yang mengaku menerima pesan telepati dari makhluk luar angkasa bernama "Sananda" dari planet Clarion.&nbsp;</p><p>Pesan dari Clarion itu singkat namun fatal: Bahwa banjir besar akan melanda Bumi pada tanggal 21 Desember dan datang kiamat. Hanya anggota The Seekers yang katanya suci yang akan dijemput oleh piring terbang, tepat tengah malam pada 20 Desember. Festinger dan timnya, yang menyamar, tak sabar menunggu bukan kiamatnya, melainkan menunggu momen ketika ramalan itu gagal total. Riset getir-lucu ini pun dibukukan menjadi <i>When Prophecy Fails: A Social and Psychological Study of a Modern Group That Predicted the Destruction of the World</i>, tahun 1956—ingat saja judul pendeknya: <i>When Prophecy Fails</i>. Buku ini, kalau Anda ingin tahu, adalah babon dari segala babon tentang studi bias kognitif.</p><p>&nbsp;Inti pahit dari disonansi kognitif itu sendiri sederhana, namun sanggup membuat pusing tujuh keliling: Ada dua fakta keras kepala yang saling sikut di kepala jemaah. Pertama, mereka rugi besar karena ramalan itu omong kosong. Kedua, mereka harus benar, sebab pengorbanan yang sudah terlanjur mereka tanggung terlalu mahal, itu yang disebut <i>sunk cost</i> (biaya yang tenggelam, biaya yang tidak dapat diambil kembali).&nbsp;</p><p>Menerima kerugian terlalu menyakitkan. Maka, otak para jemaah mengambil jalan pintas mental yang disebut <i>Attributional Bias</i>, yaitu kesalahan pemimpin (faktor internal) diganti dengan pembenaran agung yang dramatis (faktor eksternal: "Tuhan membatalkan!"). Tiba-tiba kegagalan yang memalukan berubah menjadi 'bukti' kesucian yang membanggakan.&nbsp;</p><p>Fenomena bebal ini tidak hanya terjadi pada sekte piring terbang. Mekanisme kognitif yang sama persislah yang bekerja menguatkan kelompok radikal dan ekstremis dengan <i>false belief</i> mereka. Ketika disonansi muncul akibat tindakan ekstrem yang tak sejalan dengan keyakinan inti, rasa sakit itu harus diatasi. Caranya?&nbsp;</p><p>Mereka melakukan '<i>misbehave</i>' kognitif berlapis: <i>pertama</i>, mendekap bukti manja (<i>Confirmation Bias</i>): Mereka hanya mencari, dan merayakan, bukti receh yang mendukung narasi yang baru saja mereka ciptakan. <i>Kedua</i>, mewajibkan reuni akbar dan merekrut jamaah baru (<i>In-Group Dynamics</i>): Kegagalan justru tak membuat mereka bubar, melainkan makin akrab dan loyal. Ikatan internal menguat, memaksa mereka merekrut anggota baru untuk memvalidasi betapa besar pengorbanan yang sudah terlanjur mereka tanggung.</p><p><strong>Risleting Celana yang Mengganggu Sinyal Keselamatan</strong>&nbsp;</p><p>Tentu saja, dalam Sekte <i>the Seekers</i>—atau katakanlah Sekte Kebun Pisang versi Chicago—urusan <i>sunk cost</i> alias 'biaya yang sudah tenggelam' itu bukan sekadar fiktif seperti dalam sekte yang diintip H. Sedun. Itu adalah fakta yang berbau gosong. Mereka sungguh-sungguh menghibahkan, membuang, bahkan meninggalkan semua yang berbau harta. Ada yang nekat <i>drop out</i> dari kuliah, ada yang resmi mengajukan surat <i>resign</i> ke kantor yang gajinya lumayan, bahkan berhenti jadi dosen.&nbsp;</p><p>Namun, yang paling getir sekaligus konyol, mereka punya aturan kaku: logam apa pun, sekecil apa pun, tidak boleh melekat di badan, sebab konon katanya akan mengganggu sinyal suci piring terbang yang ditunggu.&nbsp;</p><p>Gara-gara aturan aneh bin ajaib ini, salah seorang anggota tim peneliti-penyusup Festinger mendadak diserang demam dingin. Ia digeledah oleh para jemaah dengan mata penuh curiga. Dan sungguh sialnya, mereka menemukan logam terlarang itu! Bukan kalung emas warisan atau jam tangan mahal yang ia lupakan, melainkan <strong>risleting celananya</strong>!&nbsp;</p><p>Alhasil, si peneliti yang harus menjaga profesionalitas riset itu terpaksa kembali ke kerumunan dengan celana yang bagian depannya sudah dioperasi. Ia berjalan kaku, keringat dingin membasahi punggungnya. Untung saja, entah karena mukjizat piring terbang atau hanya nasib baik yang tak terduga, tidak ada yang berteriak curiga. Ia lolos. Piring terbang memang batal datang, tapi setidaknya celana tanpa risletingnya berhasil menyelamatkan integritasnya sebagai peneliti. Barangkali, jika H. Sedun yang menyusup dan ketahuan, sudah tamatlah riwayatnya!&nbsp;</p><p><strong>Kaidah Al-Yakin dan Teh Guru Sailan yang Mendingin</strong>&nbsp;</p><p>Kembali ke Sekte Kebun Pisang, Guru Sailan memandang Haji Sedun dengan serius. "Disinilah <i>behavioral insight</i> mampu menggali bias ke permukaan sehingga dikenali. Adalah fakta bahwa akal sehat yang kita miliki sering dikalahkan oleh bias. Namun, kita memiliki panduan berpikir logis yang menawarkan penangkal agar tidak ikut-ikutan, kaidah fikih yang berfungsi sebagai kerangka kerja kognitif (<i>cognitive framework</i>) yang mengunci akal kita agar tetap rasional dan adil, sekaligus mengatasi bias."&nbsp;</p><p>"Untuk mengeliminasi bias agar tidak tertipu sekte tersebut, kita punya penawar melalui kaidah utama yang sederhana dan kuat: "<i>al-yaqinu la yazulu bi asy-syakk</i>* (اَلْيَقِيْنُ&nbsp;لَا&nbsp;يَزُوْلُ&nbsp;بِالشَّكِّ), "Keyakinan (asal) tidak dapat dihilangkan oleh keraguan." Kaidah ini memaksa akal kita untuk menolak pembenaran emosional (<i>attributional bias</i>). Keyakinan asal (<i>yaqin</i>) adalah dunia aman, berjalan normal. Ramalan kiamat itu hanyalah keraguan (<i>syakk</i>) yang tidak mempunyai bukti nyata. Setelah ramalan gagal, kaidah ini menuntut kita untuk kembali pada fakta nyata, bukan menciptakan keyakinan palsu baru hanya untuk melindungi kerugian dan ego. Inilah cara kita menggunakan kaidah fikih sebagai kerangka kerja kognitif mengatasi bias kognitif.&nbsp;</p><p>"Haji Sedun," ujarnya. "Masalahnya bukan lagi di sunk cost mereka. Kalau sekadar celana tanpa risleting, itu masih bisa ditutup-tutupi. Masalahnya kini adalah, bagaimana kita mengubah keyakinan yang sudah terlanjur nyaman mengkambinghitamkan Tuhan untuk kegagalan ramalan—agar mau kembali menapak di bumi yang becek ini?"&nbsp;</p><p>Bagi yang belum masuk Sekte Kebun Pisang ini efektif bukan? Nah, bagi yang sudah jadi anggota sekte, perlu proses panjang. Kali ini giliran Guru Sailan yang pusing kepala memikirkan bagaimana caranya, anda bisa bantu?&nbsp;</p><p>Sembari Guru Sailan pusing tujuh keliling, H. Sedun malah mengoceh, “Apa saya jadikan klub sepakbola saja itu sekte ya? Setidaknya mereka lari-lari, berkeringat, dan energinya tersalurkan daripada menunggu piring terbang."&nbsp;</p><p>Guru Sailan tersenyum tipis mendengar celotehan H. Sedun yang frustrasi. “Itu mungkin bisa memutus rantai bias kognitif mereka sementara waktu, seperti kata anak muda sekarang, '<i>healing</i>'. Akan tetapi, kita tidak bisa sekadar mengandalkan hiburan. Kita harus menyusun langkah yang terstruktur di masa depan, meskipun saya belum tahu apa itu." Guru Sailan menyeruput tehnya yang sudah dingin sambil merenung, mengapa sehelai daun pisang lebih pasrah pada kehangatan matahari, ketimbang para jemaah Sekte Kebun Pisang yang menunggu piring terbang itu.&nbsp;</p><p><i>*) kaidah fikih yang digunakan hasil diskusi dengan K.H. Mursyidul Wildan</i></p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Link Pendaftaran Sertifikat FDKI Mengaji</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/link-pendaftaran-sertifikat-fdki-mengaji</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/link-pendaftaran-sertifikat-fdki-mengaji</guid>
				<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 09:10:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Berikut kami sampaikan Link dan Barcode untuk Pendaftaran Sertifikat FDKI Mengaji :</strong></p><p>&nbsp;https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfDQT3HFWRRgK2XCaG2ewtzoRWEpeWu445hSGWG0e1zZyX3Cw/viewform?usp=pp_url</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-10-14%20at%2009_18_31.jpeg"><figcaption><strong>Pendafraran Sertifikat FDKI Mengaji</strong></figcaption></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Prodi Jurnalistik Islam FDKI Gelar Pendampingan Akreditasi LAM, Dekan: Sinergi Tim Kunci Keberhasilan</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-jurnalistik-islam-fdki-gelar-pendampingan-akreditasi-lam-dekan-sinergi-tim-kunci-keberhasilan</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-jurnalistik-islam-fdki-gelar-pendampingan-akreditasi-lam-dekan-sinergi-tim-kunci-keberhasilan</guid>
				<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 09:49:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka, <strong>(13 Oktober 2025)</strong> – Program Studi (Prodi) Jurnalistik Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar kegiatan <i>Pendampingan Akreditasi</i> sebagai upaya memperkuat persiapan menuju akreditasi yang dijadwalkan berakhir pada Desember 2026 mendatang.</p><p>Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (13–14 Oktober 2025), menghadirkan narasumber <strong>Dr. Rama Kertamukti, S.Sos., M.Sn.</strong>, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FISHUM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh <strong>Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I.</strong>, <strong>Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong>, Kepala LPM <strong>Dr. Ahmad Irvani, M.Ag.</strong>, serta jajaran pimpinan dan dosen Prodi Jurnalistik Islam.</p><p>Turut hadir pula sejumlah stakeholder eksternal, di antaranya <strong>Yuli Hidayati, M.I.Kom.</strong> (ASPIKOM Korwil Bangka Belitung), <strong>Dr. Ferdiana, M.I.Kom.</strong> (Wakil Rektor Bidang Akademik INPALAS Bangka), <strong>Replianto</strong> (Ketua Dewan Kehormatan PWI Babel), dan <strong>Joko Susilo, S.E.</strong> (Kepala Biro ANTARA Babel).</p><p>Dalam sambutannya, <strong>Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.</strong>, menyampaikan apresiasi kepada narasumber serta seluruh tim akreditasi Prodi Jurnalistik Islam atas komitmen dan kerja keras mereka dalam mempersiapkan borang akreditasi.</p><p>“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Dr. Rama Kertamukti yang telah berbagi pengalaman dan pengetahuan penting dalam proses akreditasi ini. Pendampingan seperti ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan mutu akademik, dan menegaskan arah pengembangan Prodi Jurnalistik Islam ke depan,” ujar Prof. Rusydi.</p><p>Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pendampingan akreditasi bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas dan identitas kelembagaan FDKI.</p><p>“Akreditasi adalah refleksi dari komitmen kita terhadap mutu. Ia bukan akhir dari proses, melainkan awal untuk terus berbenah agar FDKI menjadi fakultas yang unggul, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambahnya.</p><p>Sementara itu, <strong>Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I.</strong>, dalam arahannya menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaboratif dalam memperkuat lembaga, khususnya dalam menghadapi proses akreditasi.</p><p>“Akreditasi bukan hanya tentang penilaian dokumen, tetapi tentang komitmen kita menjaga mutu dan identitas akademik IAIN SAS Bangka Belitung,” ujarnya sebelum membuka acara secara resmi.</p><p>Pada sesi inti pendampingan, <strong>Dr. Rama Kertamukti</strong> memberikan analisis mendalam terhadap keterpenuhan aspek-aspek akreditasi LAM yang telah disusun oleh tim. Ia menekankan pentingnya memperkuat <strong>distingsi keilmuan Jurnalistik Islam berbasis digital</strong>, baik dari sisi kurikulum, sarana pembelajaran, maupun kolaborasi dengan media.</p><p>“Jurnalistik Islam hari ini harus tampil adaptif dan digital-oriented. Itulah nilai pembeda yang harus diperkuat dalam borang akreditasi,” tegas Rama.</p><p>Kegiatan hari pertama diakhiri dengan sesi diskusi dan tindak lanjut penyempurnaan dokumen akreditasi. Sementara pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan <strong>penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS)</strong> antara Prodi Jurnalistik Islam dan beberapa stakeholder eksternal di lokasi yang sama.</p><p>Dengan semangat kebersamaan dan arahan dari para ahli, Prodi Jurnalistik Islam FDKI optimis mampu mencapai hasil akreditasi yang unggul dan berdaya saing di tingkat nasional.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Informasi Ujian FDKI Mengaji</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/informasi-ujian-fdki-mengaji</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/informasi-ujian-fdki-mengaji</guid>
				<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 10:42:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Diinformasikan Kepada Angkatan Pertama Semester 6 yang Belum Lulus Ujian FDKI Mengaji,</strong></p><p>&nbsp;</p><p><strong>Jadwal :</strong></p><p>- Hari/Tanggal: Jumat, 07 Novermber 2025</p><p>- Waktu: 07.30</p><p>- Lokasi: Gedung FDKI, Lantai 2</p><p><strong>Persiapan Ujian :</strong></p><p>- Pastikan Anda mempersiapkan diri dengan baik untuk ujian.</p><p>- Materi ujian&nbsp;<br>(Praktik: <i>Makharijul</i> huruf, bacaan Surah Al-Fatihah, bacaan Surah pilihan dari Adh Dhuha-An-Nas).&nbsp;<br>(Teori tajwid: Hukum Nun Sukun-Hukum Ra).&nbsp;<br>(Amaliah: Bacaan shalat, bacaan dzikir setelah shalat, doa setelah shalat, hafalan surah Ad Dhuha-An Nas).</p><p><strong>Pentingnya Kehadiran :</strong><br><strong>Kehadiran Anda pada ujian ini sangat penting untuk menyelesaikan program FDKI Mengaji.</strong></p><p>&nbsp;</p><p><strong>Ttd.</strong><br><strong>Pengelola FDKI Mengaji</strong></p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-10-14%20at%2009_15_59(1).jpeg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>H. Sedun dan Lalat Toilet</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/h-sedun-dan-lalat-toilet</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/h-sedun-dan-lalat-toilet</guid>
				<pubDate>Mon, 13 Oct 2025 09:36:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Oleh : Oktarizal Drianus (Kaprodi Psikologi Islam-Layanan Psikologi Psychosophia, Prodi Psikologi Islam, FDKI)</strong></p><p>Di kompleks masjid kampung, Guru Sailan sering memperhatikan satu masalah kecil yang tak kunjung hilang: toilet laki-laki selalu kotor. Meskipun spanduk "Kebersihan Sebagian dari Iman" sudah usang, lantai toilet selalu basah oleh cipratan.&nbsp;</p><p>Suatu sore, Guru Sailan berpapasan dengan H. Sedun, yang baru keluar dari toilet sambil menggerutu. "Astaga, Guru! Kenapa sih jama’ah kita ini? Sudah tahu kebersihan itu wajib, kenapa mereka malas sekali menjaga toilet? Apa imannya kurang?"&nbsp;</p><p>Guru Sailan tersenyum lembut. "Sabar, Haji Sedun. Mungkin masalahnya bukan pada iman atau niat. Mungkin, desainnya yang membuat kita semua jadi 'malas' secara tidak sengaja."&nbsp;</p><p>"Desain?" Haji Sedun mengernyit.&nbsp;</p><p>"Benar. Coba lihat," ujar Guru Sailan sambil menunjuk ke <i>urinoir</i>. "Bagaimana jika kita pasang stiker lalat kecil tepat di tengahnya?"&nbsp;</p><p>Haji Sedun tertawa terbahak-bahak. "Lalat? Guru Sailan bercanda! Itu hanya akan jadi bahan olok-olok anak-anak!"&nbsp;</p><p>Namun, Guru Sailan tetap yakin. Seminggu kemudian, lalat itu terpasang. Dan keajaiban perlahan terjadi: lantai toilet mulai kering. Cipratan berkurang drastis. Bahkan Haji Sedun yang skeptis pun mengakui, "Aneh sekali, Guru. Kenapa orang tiba-tiba mau disiplin hanya karena gambar lalat?"&nbsp;</p><p>Tiba-tiba Hj. Acit, istri H. Sedun, ikut bergabung di suatu sore. "Saya juga teringat, Guru. Waktu ke luar negeri kemarin, di kloset jongkok perempuan di bandara, saya lihat ada stiker bunga yang cantik. Saya jadi ekstra hati-hati menyiramnya, tidak mau mengotorinya. Apa itu juga trik?"&nbsp;</p><p>"Tepat sekali, Hj. Acit," jawab Guru Sailan. "Ini bukan sihir, ini ilmu perilaku manusia."&nbsp;</p><p>Guru Sailan merangkul Haji Sedun. "Haji, kamu langsung menyalahkan jamaah atas keburukan akhlak. Itu adalah kecenderungan manusia! Padahal, masalah utamanya adalah <i>Goal Conflict</i> (konflik tujuan). Kita ingin cepat selesai, tapi juga ingin bersih. Tanpa sadar, naluri kita memilih jalur mental paling mudah, dan itu malah menghasilkan kekotoran dan tidak efektif."&nbsp;</p><p>"Stiker lalat dan bunga itu adalah <i>Nudge</i> (dorongan halus)—sebuah sentuhan halus tanpa paksaan. Lalat bekerja pada naluri target pria yang mudah tertantang. Bunga bekerja pada sensitivitas estetika wanita yang ingin menjaga keindahan. Keduanya membuat kita fokus dan peduli."</p><p>&nbsp;"Maka, apa yang kita lakukan di sini adalah dakwah melalui desain perilaku," lanjut Guru Sailan dengan nada hikmat. "Dakwah itu bukan hanya soal ceramah. Dakwah juga adalah ketika kita menciptakan lingkungan yang membuat orang secara otomatis memilih tindakan yang benar. Mendorong halus dan menciptakan arsitektur perilaku. Kita menggunakan ilmu ini untuk memastikan kebersihan, yang merupakan bagian dari iman, terwujud dengan cara yang paling efektif."&nbsp;</p><p>Guru Sailan menambahkan, bahwa praktik lalat toilet (<i>urinal flies</i>) ini bukan fiksi, melainkan solusi nyata yang pertama kali diterapkan seorang manajer renovasi di Bandara Schiphol Amsterdam, mengurangi cipratan hingga 80% dan biaya pembersihan toilet sebesar 8%. Lalat memiliki konotasi tidak hiegines dan tidak membuat orang merasa saat mengarahkannya.&nbsp;</p><p>"Haji Sedun, kamu tidak sendirian. Kita semua membawa bibit-bibit bias kognitif dalam pikiran kita. Inilah yang dipelajari dalam ilmu <i>Behavioral Science,</i>" kata Guru Sailan. "Ilmu ini meyakini kita sering membuat kesalahan (<i>Homo Sapiens</i>).&nbsp;</p><p><strong>Pengakuan </strong><i><strong>Behavioral Insight</strong></i><strong> dan Kemungkinan Baru</strong>&nbsp;</p><p>Pengakuan terhadap ilmu ini sangat besar. Hadiah Nobel Ilmu Ekonomi dianugerahkan kepada pelopornya, Daniel Kahneman (2002) dan Richard Thaler (2017). Tentunya, karena membawa wawasan ilmu perilaku (<i>behavioral insight</i>) ke dalam penerapan bidang ekonomi. Wawasan perilaku ini tidak hanya fokus pada riset-riset JDM (<i>Judgement and Decision Making</i>) yang benar, melainkan apa kecenderungan alamiah psikologis yang melahirkan keputusan yang bias <i>kognitif</i> dan <i>heuristik</i>, Thaler menyebutnya misbehave. Secara ringkas, dalam kajian<i> behavioral insight</i>, bias kognitif adalah kesalahan sistematis (<i>systematic error</i>) yang menyimpang dari rasionalitas baik dalam pengambilan keputusan maupun penilaian. Sedangkan <i>heuristic</i> (<i>heuristics</i>) adalah jalan pintas mental (mental shortcut) yang digunakan otak untuk membuat Keputusan, menilai probabilitas, bahkan memecahkan masalah secara efisien dan cepat. Nanti, jika nafas menulis panjang, saya berjanji akan menjelaskan landasan teoretis dan senarai riset-riset di bidang <i>behavioral insight</i> di ruang yang mungkin lebih serius.&nbsp;</p><p>Di belahan dunia, kontribusi wawasan perilaku di bidang ekonomi dan finansial, layanan publik, kesehatan, politik. Mulai dari kebijakan mengenai pajak, dana pensiun, donor organ, kampanye kesehatan, perilaku ketika pandemi covid-19, produktivitas karyawan, investasi dan bisnis, serta perilaku politik dari kampanye sampai desain kebijakan andalan. Bahkan, ratusan think tank <i>behavioral insight</i> tersebar di seluruh dunia di bidang layanan dan kebijakan publik dari mulai perusahaan <i>start up</i> sampai raksasa, dari keputusan pribadi sampai tim khusus presiden, misalnya hampir lebih 20 negara termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, Perancis, Jerman, Belanda dan lain-lain.&nbsp;</p><p>Sambil duduk santai Guru Sailan menatap H. Sedun dengan penuh harap. "Kini, kita bisa melangkah lebih jauh. Jika <i>Behavioral Insight</i> mampu menjadi <i>Behavioral Economics</i> yang diganjar Nobel, Omong-omong kita pun bisa melihat lahirnya bidang baru: Aha! Fikih Perilaku (<i>Behavioral Fiqh</i>)? atau apa saja. Intinya, pendekatan ini mengintegrasikan wawasan perilaku kontemporer dengan <i>Qawā'id Fiqhiyyah</i> (Kaidah Fikih) sebagai kerangka kerja kognitif (<i>cognitive framework</i>) yang menuntun akal dari bias menuju kepastian hukum dan kebenaran perilaku. Tugas kita adalah menggunakannya untuk pengambilan keputusan pribadi maupun jamaah agar berguna bagi kebaikan umat (<i>public well-being</i>)."&nbsp;</p><p>"Jika para pembaca kisah ini suka," pungkas Guru Sailan, "di edisi selanjutnya, Haji Sedun akan kembali dengan kekeliruan kognitifnya yang lain—Tunggu kisah Haji Sedun berikutnya!"</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pondok Pesantren; Forgotten Institution?</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pondok-pesantren-forgotten-institution</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pondok-pesantren-forgotten-institution</guid>
				<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 06:50:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Oleh:&nbsp;<br>Rusydi Sulaiman&nbsp; (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Babel &amp; Dewan Pembina Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka, Prov.Kep. Bangka Belitung)</p><p>Ketika begitu banyak generasi berkualitas di negeri ini dipastikan sebagiannya adalah alumni pesantren. &nbsp;Artinya lembaga khas Nusantara (an indigeneous institution) tersebut memiliki peran signifikan akan kehadiran mereka sehingga ambil peran penting di bidang-bidang tertentu termasuk pemerintahan pasca kejatuhan Rezim Orde Baru.&nbsp;</p><p>Disayangkan, kontribusi besar pondok pesantren &nbsp;dalam sejarah negeri ini tidak juga membuat pihak tertentu mengapresiasinya, melainkan sebaliknya mencemooh, memberi stigma negatif terhadap lembaga pendidikan tertua tersebut. Terkadang alumninya dihalang-halangi. Generalisasi terhadap pesantren dinilai tergesa-gesa bagaikan orang buta melihat gajah. Tinggal dan menetap bertahun-tahun di sebuah lembaga bernama pesantren pastinya belumlah cukup untuk memahami hakikat kelembagaannya. Kata orang bijak: <i>"Jangan bicara pesantren bila belum pernah mondok—nyantri di pesantren"</i>.&nbsp;</p><p>Satu-dua kasus terkait pesantren sebelumnya dan terkhusus yang terakhir, yaitu runtuhnya gedung bertingkat di Pondok Pesantren Al-Khoziny di akhir September 2025 yang memakan korban puluhan santri bisa jadi menambah sikap sinis pihak tersebut terhadap pesantren seluruhnya. &nbsp;Bisa jadi dicari-cari kesalahannya. <i>"Na'uudzubillah Billah min dzaalika"</i>. &nbsp;</p><p>Namun, tidak demikian dengan mereka yang bersimpati. Tanpa menyalahkan siapapun, Pemerintah Daerah di Jawa Timur juga cukup sigap &nbsp;mengatasi musibah yang menimpa pesantren tersebut. Presiden pun segera bersidang dan perintahkan &nbsp;beberapa menterinya untuk menindaklanjuti—memantau seluruh pondok pesantren di Indonesia. Menteri Agama pun menyertai. Dipastikan peristiwa tersebut ada hikmahnya sekaligus pembelajaran dan pijakan bagi pesantren lainnya &nbsp;untuk bermuhasabah, juga bagi pihak pemerintah agar tingkatkan kepeduliannya terhadap ribuan pondok pesantren di negeri ini.&nbsp;</p><p>Pondok pesantren, apakah sudah dilupakan (forgotten)? Dilupakan, sengaja atau tidak disengaja atau bahkan dibiarkan sekalipun, sesungguhnya tidak masalah bagi pesantren. Faktanya lembaga tertua tersebut tetap saja berjalan bahkan semakin menguat (<i>establish</i>) dan mengakar, berada di hati masyarakat. Ketulusan mengabdi pimpinan dan komunitas di dalamnya (guru, pegawai, santri dan keluarga) memberikan sentuhan tersendiri. Nuansanya berbeda jauh dibandingkan dengan lembaga formal umumnya bahkan sekolah elit paling mahal sekalipun, tidak akan mampu menyainginya.&nbsp;</p><p>Pesantren yang sesungguhnya tidak muncul seketika, akan tetapi ia terbentuk dari pribadi-pribadi yang shaleh; tulus, penuh pengorbanan dan pasrah &nbsp; kepada Allah Swt. dengan kekuatan falsafah dan idealisme, terdiri dari hakikat, visi, misi, nilai, tradisi, ruh atau jiwa dan prinsip kepesantren. "<i><strong>Bondo bau fikir, lek perlu sak nyawane pisan</strong></i>" (nyawa pun dikorbankan demi pesantren).&nbsp;</p><p>Berikutnya diperkuat dengan manajemen kelembagaan sehingga menjadi lembaga yang kuat. Secara fisik, sebuah pesantren bermula dari tempat tinggal sederhana dan tanah milik pribadi seseorang, disebut kyai, tuan guru, buya atau semacamnya yang kemudian diwakafkan. Setelah itu berdiri mushalla atau masjid sebagai sentral kegiatan santri, asrama santri, kelas tempat belajar dan seterusnya. Barulah disebut pondok pesantren dengan beberapa elemen yang dimiliki.&nbsp;</p><p>Pesantren dapat diklasifikasi menjadi dua kelompok besar, yaitu: salaf (tradisional) dan Khalaf (modern), dan perpaduan diantara keduanya. Proses itu tidak dimiliki oleh lembaga formal manapun.&nbsp;</p><p>Pastikan lembaga pendidikan tertua tersebut memiliki karakteristik tersendiri. Maka dari itu bila muncul sikap pasif beberapa pesantren terhadap pihak luar, sebenarnya &nbsp;bukan karena mereka tidak mau dibantu, melainkan telah tertanamnya kemandirian jiwa dan agar lebih leluasa dalam mengabdi. Tujuan utamanya adalah melahirkan generasi shaleh, &nbsp;berkualitas dan berperadaban. Pondok pesantren umumnya bersikap moderat; akan mengadopsi yang dianggap baik walaupun memang tetap pertahankan nilai-nilai tertentu yang sangat prinsip (<i>al-Muhaafazhah 'alal-Qadiimish-Shaalih wal-Akhdzu bil-Jadiidil-Ashlah)</i>.&nbsp;</p><p>Pondok pesantren bagaikan ibu kandung yang jasanya mustahil dilupakan. Sentuhannya satu tingkat di bawah Tuhan, Allah Swt. Itulah pesantren yang sesungguhnya; berjuang tanpa tendensi. Apa yang dilihat, dirasakan dan dialami sepanjang hari di lingkungan pondok pesantren adalah pendidikan bagi komunitasnya. Mudah-mudahan puluhan santri korban runtuhnya gedung Al-Khoziny menjadi syahid (<i>Syahiidud-Dunyaa wa Syahiidul-Aakhirah</i>).&nbsp;</p><p>Tanpa berpretensi &nbsp;apapun dan kepada siapapun, marilah kita didik putra-putri di negeri tercinta ini menjadi generasi shaleh, berkualitas dan berperadaban. Salah satu solusinya adalah <i><strong>pondok pesantren as indigeneous institution</strong></i><strong>;</strong> menjadi <i><strong>un-forgotten</strong></i> (tak terlupakan).&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>PENGUMUMAN JADWAL MUNAQASYAH FDKI MENGAJI IAIN SAS BABEL</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-jadwal-munaqasyah-fdki-mengaji-iain-sas-babel</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-jadwal-munaqasyah-fdki-mengaji-iain-sas-babel</guid>
				<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 10:07:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Dengan hormat, kami informasikan jadwal Munaqasyah bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Mengaji IAIN Syekh Abdurrahman Sidik (SAS) Babel sebagai berikut:</strong></p><p><br><strong>Jadwal :&nbsp;</strong></p><p>- Jumat, 07 November 2025: Khusus Angkatan 1</p><p>- Jumat, 14 November 2025: Khusus Angkatan 1</p><p>- Jumat, 05 Desember 2025: Bagi semua angkatan</p><p>- Waktu: 07.30 s/d Selesai</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Lokasi :</strong></p><p>Munaqasyah akan dilaksanakan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN SAS Babel.</p><p>Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Terima kasih.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202025-10-14%20at%2009_15_59.jpeg"></figure><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Sembilan Mahasiswa FDKI IAIN SAS Babel Siap Tampil di SEIBA Internasional 2025</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/sembilan-mahasiswa-fdki-iain-sas-babel-siap-tampil-di-seiba-internasional-2025</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/sembilan-mahasiswa-fdki-iain-sas-babel-siap-tampil-di-seiba-internasional-2025</guid>
				<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 10:45:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka Belitung – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Tahun ini, sebanyak sembilan mahasiswa FDKI dipercaya menjadi delegasi dalam SEIBA (Student English and Islamic Broadcasting Association) Internasional yang akan digelar di UIN Imam Bonjol Padang, 29 September–05 Oktober 2025.</p><p>Keikutsertaan mahasiswa FDKI dalam SEIBA Internasional tidak hanya dimaknai sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang aktualisasi diri, pengembangan jejaring akademik, serta sarana mengasah keterampilan komunikasi dan penyiaran Islam dalam skala global. Melalui forum ini, mahasiswa berkesempatan untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara, bertukar ide, sekaligus memperkaya perspektif tentang dakwah Islam di era digital.</p><p>Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa FDKI dalam SEIBA Internasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan reputasi fakultas sekaligus memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi persaingan global.</p><p><i>“Delegasi ini adalah wujud nyata bahwa mahasiswa FDKI mampu bersaing di level internasional. Lebih dari sekadar mengikuti lomba, mereka membawa misi akademik, dakwah, dan identitas kampus yang harus dijaga. Kami berharap pengalaman ini akan memperkaya wawasan sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berprestasi,”</i> ujarnya.</p><p>Dengan keikutsertaan sembilan delegasi tersebut, FDKI menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman. Kehadiran mahasiswa di forum internasional ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi kerja sama yang lebih luas antara IAIN SAS Babel dengan jaringan perguruan tinggi Islam di tingkat nasional maupun global.<br><br>(ed)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Dakwah Digital: Menjaga Harmoni Umat Beragama di Tengah Riuh Cyber Media</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/dakwah-digital-menjaga-harmoni-umat-beragama-di-tengah-riuh-cyber-media</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/dakwah-digital-menjaga-harmoni-umat-beragama-di-tengah-riuh-cyber-media</guid>
				<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 08:43:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Oleh ; Dr. Iqrom Faldiansyah, MA (Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS BABEL)</strong><br><br><strong>Menapaki Dunia Baru</strong></p><p>Kita hidup di masa ketika jari-jemari bisa menjangkau lebih jauh dari langkah kaki. Dunia maya telah menjelma menjadi rumah kedua bagi banyak orang tempat berbagi cerita, menyuarakan pendapat, bahkan mengekspresikan iman. Tapi seiring kemudahannya, dunia ini juga menyimpan sisi gelap: komentar penuh kebencian, perdebatan tak berujung, hingga narasi-narasi agama yang justru memecah belah.</p><p>Di sinilah dakwah menemukan tantangan sekaligus peluang barunya. Tak lagi cukup berdiri di atas mimbar atau berbicara dari balik podium, da’i hari ini ditantang untuk hadir di layar ponsel, di sela-sela scroll media sosial, menyapa dengan kata yang lembut di tengah dunia yang bising.&nbsp;</p><p>Media sosial kini menjadi sarana vital untuk menyebarkan dakwah yang inklusif dan moderat. Artinya, bukan hanya soal bicara benar, tapi juga soal menyampaikan dengan cara yang tepat menyentuh, bukan menghantam; merangkul, bukan menghakimi.&nbsp;</p><p><strong>Mengapa Dakwah Digital Itu Penting?&nbsp;</strong></p><p>Di ruang digital, semua orang bisa bicara. Tak peduli dari mana latar belakangnya, setiap orang punya panggungnya. Tapi, kebebasan ini juga membawa risiko: suara kebaikan bisa kalah oleh teriakan kebencian. Maka, kehadiran dakwah yang lembut dan tercerahkan menjadi semakin penting untuk menjaga agar ruang digital tidak menjadi hutan belantara konflik, tetapi taman yang menumbuhkan pengertian.&nbsp;</p><p>Dakwah digital bisa memperkuat ummatan wasathan umat yang moderat, adil, dan menenangkan. Kita butuh itu sekarang. Di tengah masyarakat yang semakin tercerai berai oleh polarisasi, kehadiran suara yang menyejukkan seperti air di tengah gurun panas.&nbsp;</p><p><strong>Tak Semudah Mengirim Teks</strong>&nbsp;</p><p>Namun mari kita jujur, berdakwah di dunia maya tidaklah mudah. Ada banyak jebakan yang tak terlihat. Ada tiga tantangan besar yang sering muncul.&nbsp;</p><p><strong>Pertama</strong>, pesan yang baik bisa disalahpahami. Kata-kata yang kita maksudkan untuk membimbing bisa dipelintir, dikutip setengah, lalu digunakan untuk menyerang balik. Ruang digital sering kali kehilangan konteks dan tanpa konteks, niat baik pun bisa jadi bumerang.&nbsp;</p><p><strong>Kedua</strong>, dunia maya penuh dengan akun-akun anonim yang dengan mudah menyebar ujaran kebencian, sering kali dengan menyelipkan kutipan agama sebagai tameng. Ini bukan dakwah, tapi manipulasi. Inilah musuh utama yang harus dihadapi dengan sabar dan strategi, bukan dengan amarah yang sama.&nbsp;</p><p><strong>Ketiga</strong>, media sosial memperkuat apa yang ingin kita dengar. Tanpa sadar, kita hanya mengikuti orang-orang yang sepemikiran, lalu merasa bahwa pendapat kita adalah satu-satunya kebenaran. Di sinilah dakwah perlu masuk untuk membuka jendela, bukan menutup pintu. Dakwah digital harus bisa memperkuat toleransi, bukan memperlebar jurang permusuhan. Misi utama kita bukan memenangkan debat, tapi merawat persaudaraan.&nbsp;</p><p><strong>Strategi Menyentuh Hati di Dunia Maya</strong>&nbsp;</p><p>Lantas bagaimana seharusnya dakwah hadir di tengah hiruk-pikuk dunia digital?&nbsp;</p><p><strong>Pertama</strong>, kita harus mengedepankan moderasi beragama. Ini bukan kompromi atas iman, tapi cara bijak menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Dakwah yang menonjolkan cinta kasih, keadilan, dan kepedulian akan jauh lebih menggugah daripada dakwah yang hanya menyalahkan. Pendekatan moderat adalah penangkal utama ekstremisme. Dan jangan salah, ekstremisme bisa tumbuh subur di balik status yang viral atau video yang bombastis.&nbsp;</p><p><strong>Kedua</strong>, mari buka ruang dialog lintas agama. Kita bukan sedang menyamakan ajaran, tapi memperluas pemahaman. Webinar, konten kolaboratif, bahkan sekadar saling menyapa antar pemeluk agama lain di kolom komentar itu semua adalah bentuk dakwah. Dakwah yang memperlihatkan bahwa iman tidak harus keras untuk menjadi teguh. Sinergi antaragama bisa menjadi benteng melawan provokasi sektarian. Mari jadikan media sosial tempat kita bertemu, bukan berperang.&nbsp;</p><p><strong>Ketiga</strong>, da’i masa kini harus melek digital. Tak cukup hanya paham isi kitab, tapi juga harus paham algoritma, tahu cara mengelola konten, dan sigap menghadapi hate speech. Literasi digital sebagai "senjata utama" da’i abad ini. Tanpa itu, pesan yang baik akan tenggelam di lautan noise digital.&nbsp;</p><p><strong>Setiap Postingan adalah Ladang Amal</strong>&nbsp;</p><p>Dakwah hari ini tidak harus panjang. Kadang satu kutipan bisa menyentuh lebih dalam daripada satu jam ceramah. Satu video pendek bisa menggugah lebih banyak orang daripada seribu kalimat. Dakwah tidak lagi soal siapa yang paling lantang, tapi siapa yang paling tulus dan cerdas menyampaikan. Dakwah digital bisa menjadi katalis perubahan sosial. Bayangkan jika setiap status kita mengajak berpikir jernih. Setiap tweet membawa harapan. Setiap story menyebar kebaikan. Dunia maya bukan lagi medan perang, tapi kebun yang menumbuhkan damai.&nbsp;</p><p><strong>Penutup:</strong>&nbsp;</p><p>Merawat Ruang Maya dengan Cinta Era cyber media adalah kenyataan yang tak bisa kita tolak. Maka, daripada memusuhinya, mari bersahabat dengannya. Jadikan ia kendaraan dakwah, bukan penghalang. Jadikan ia ruang perjumpaan, bukan perpecahan. Dakwah sejati bukan hanya tentang menyatakan kebenaran, tapi tentang mengajarkan bagaimana hidup bersama dalam perbedaan. Kalau semangat ini bisa kita bawa ke dunia maya, maka kerukunan antarumat beragama tidak akan berhenti sebagai wacana. Ia akan hadir nyata di status Facebook, di caption Instagram, di video TikTok, dan yang terpenting: di hati kita semua.&nbsp;</p><p>Wallahu A’lam.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Dakwah lebih dari Sekedar Ceramah</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/dakwah-lebih-dari-sekedar-ceramah</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/dakwah-lebih-dari-sekedar-ceramah</guid>
				<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 11:48:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Oleh : Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. (Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Bangka Belitung)</p><p>&nbsp;</p><p>Ketika diperdengarkan kata,"dakwah", pihak tertentu mencibir dan mungkin memberi stigma negatif, lalu seraya berkata: ceramah, tidak lebih. Boleh-boleh saja , ini problem, namun tidak sepenuhnya benar. Memang, label tersebut pastinya disebabkan oleh ketidaktahuan mereka tentang dakwah yang dalam sejarah perkembangannya menguat--sistemik, bahkan menjadi sebuah fakultas di beberapa PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) dan juga PTAIS (Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta).</p><p>Sekalipun dipersempit menjadi sebatas ceramah, tapi ceramah dimaksud bukan sekedar assalamualaikum dan atau hallo-hallo, melainkan ia &nbsp;mesti bermuatan ilmu dan disampaikan dalam majelis ilmu bertujuan mencerdaskan umat ( jama'ah). Dan si penceramah atau narasumber juga harus harus membekali dirinya dg materi atau ilmu pengetahuan dengan metode dan hal-hal lain yang melekat. Bila dilakukan dengan segala ketulusan, insya Allah materi yang disampaikan menyentuh orang yang mendengarnya. Ceramah sebagai bagian dari &nbsp;dakwah adalah kegiatan yang sangat mulia--bertujuan silaturrahim.</p><p>Dakwah secara harfiyah mengandung arti memanggil, menyeru dan atau mengajak. Secara istilah adalah mengajak kepada kebaikan atau mengajak orang &nbsp;lain (objek dakwah) agar menjadi baik (beramal shaleh) untuk tujuan kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat. Dakwah diharapkan dapat diterima dan &nbsp;menimbulkan feed-back ( timbal balik). Setelah melalui seleksi, para objek dakwah juga bisa meningkat menjadi subjek dakwah (da'i) bila sudah memenuhi syarat dengan bekal ilmu pengetahuan keislaman yang dimiliki, disebut inti jama'ah.</p><p>Aktifitas dakwah dapat dilakukan secara personal dan kolektif--melalui organisasi dengan dukungan kuat &nbsp;inti jama'ah, bermula dari tahapan pengenalan (ta'aaruf), penguatan atau sistematisasi (tanzhiim) dan berikutnya ideologisasi (tanfiizh). Hal ini kemudian disebut dakwah dalam pengertian metode . Adapun dakwah dalam makna materi adalah keseluruhan &nbsp;nilai ajaran Agama Islam yang bersumber dari Al-Qur'an, Hadits, Ijma', Qiyas (analogi) dan sumber-sumber akurat ( mu'tabarah) lainnya.</p><p>Berikutnya secara teoritik, dakwah menjadi ilmu dakwah &nbsp;mencakup unsur-unsur tertentu dan hal-hal yang melengkapinya. Ilmu dakwah tidak hanya bersifat normatif, melainkan juga historis. Pendekatan ilmu pengetahuan (scientific approach) sangat diperlukan untuk mendekati berbagai bidang ilmu pengetahuan. Dakwah dari tekstual ke kontekstual; dari deskriptif ke argumentatif rasional bahkan intuitif (metode Irfani).</p><p>Dakwah, baik dalam bentuk materi dan metode disusun secara terstruktur dalam bentuk kurikulum Fakultas Dakwah-FDKI (Fakultas Dakwah dan Komunikasi Sosial), FDK (Fakultas Dakwah dan Komunikasi ), FDIK (Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi), FUAD Fakultas Ushuluddin dan Dakwah) dan semacamnya di PTKIN dan juga PTAIS.</p><p>Di FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, begitu banyak sebaran Matakuliah dalam satu struktur kurikulum tertentu dalam beberapa &nbsp;program studi ( Jurnalistik Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Psikologi Islam, dan Bimbingan Konseling Islam). Fakultas tersebut dalam proses usulan program studi baru, yaitu Manajemen Dakwah.</p><p>FDKI &nbsp;terus berbenah, mengembangkan diri dengan segala keterbatasan dan kekuatannya untuk tujuan penguatan kelembagaan dan lahirkan generasi berperadaban.</p><p>Akhirnya dakwah yang awalnya dipahami sangat sederhana kemudian menjadi lebih konseptual. Dakwah dalam pengertian metode mesti berdasarkan landasan konseptual dan langkah strategis. Dan dakwah dalam pengertian materi mesti dikembangkan melalui beberapa epistemologi sehingga komprehensif. Itulah dakwah lebih dari sekedar ceramah. Wassalam.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN SAS BABEL 2025</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/dakwah-inspiratif-komunikasi-islami-profesional-dan-religius</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/dakwah-inspiratif-komunikasi-islami-profesional-dan-religius</guid>
				<pubDate>Wed, 17 Sep 2025 09:00:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN SAS Bangka Belitung Gelar Rapat Persiapan Asesmen Lapangan Prodi KPI</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-bangka-belitung-gelar-rapat-persiapan-asesmen-lapangan-prodi-kpi</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-bangka-belitung-gelar-rapat-persiapan-asesmen-lapangan-prodi-kpi</guid>
				<pubDate>Tue, 16 Sep 2025 08:00:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Petaling, Bangka Belitung</strong> – &nbsp;Selasa, 16 September 2025. Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melaksanakan rapat persiapan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Rapat ini bertujuan untuk mengantisipasi sekaligus menyiapkan kebutuhan akreditasi Prodi KPI.</p><p>Kegiatan yang digelar di kampus IAIN SAS Bangka Belitung, Petaling, ini dihadiri oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., Wakil Dekan Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., Plt. Kaprodi dan Sekprodi KPI, Kaprodi dan Sekprodi Jurnalistik Islam, serta seluruh dosen yang tergabung dalam tim persiapan akreditasi.</p><p>Dalam sambutannya, Dekan FDKI menyampaikan arahan agar seluruh unsur fakultas menjaga kebersamaan dalam mempersiapkan re-akreditasi Prodi KPI. Ia juga berharap kerja keras yang dilakukan mampu menghasilkan nilai akreditasi terbaik.<br>“Persiapan ini diharapkan tidak hanya untuk memenuhi standar asesmen lapangan, tetapi juga memperkuat kualitas program studi agar semakin kompetitif,” ujarnya.</p><p>Rapat persiapan ini menjadi bagian penting dari komitmen FDKI dalam meningkatkan mutu akademik dan tata kelola, sekaligus mendukung Prodi KPI dalam menghadapi proses akreditasi yang akan datang.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pengumuman Seminar Proposal, Ujian Komprehensif dan Ujian Skripsi FDKI Periode-6 Tahun 2025</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-seminar-proposal-ujian-komprehensif-dan-ujian-skripsi-periode-6</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-seminar-proposal-ujian-komprehensif-dan-ujian-skripsi-periode-6</guid>
				<pubDate>Mon, 15 Sep 2025 03:55:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Ikuti Kegiatan Audit Mutu Internal</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam-ikuti-kegiatan-audit-mutu-internal</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam-ikuti-kegiatan-audit-mutu-internal</guid>
				<pubDate>Wed, 10 Sep 2025 09:26:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Petaling, Bangka Belitung – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) pada Rabu, 10 September 2025. Acara berlangsung di Ruang Rapat lantai II FDKI, Kampus IAIN SAS Bangka Belitung, Petaling, dan diikuti oleh seluruh program studi di lingkungan fakultas.</p><p>Adapun program studi yang turut serta dalam kegiatan ini meliputi Prodi Bimbingan Konseling Islam, Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Prodi Psikologi Islam, serta Prodi Jurnalistik Islam. Kehadiran para ketua program studi (kaprodi) dan sekretaris program studi (sekprodi) menunjukkan keseriusan fakultas dalam meningkatkan kualitas tata kelola akademik.</p><p>Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa audit mutu tidak hanya sekadar kegiatan rutin, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi dan evaluasi menyeluruh.<br>“Harapan kami, kegiatan ini bisa menjadi nilai tambah yang signifikan untuk memperkuat kualitas dan daya saing program studi di lingkungan FDKI,” ungkapnya.</p><p>Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Ahmad Irvani, M.Si, juga hadir memberikan arahan. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan AMI merupakan bagian integral dari siklus penjaminan mutu perguruan tinggi.<br>“AMI ini jangan hanya dipahami sebagai kewajiban administratif, tetapi harus benar-benar membawa dampak positif bagi peningkatan mutu, baik pada level program studi maupun akreditasi institusi secara keseluruhan,” jelasnya.</p><p>Melalui kegiatan ini, FDKI berupaya memetakan capaian serta tantangan yang dihadapi setiap program studi. Dengan begitu, rekomendasi perbaikan dapat segera ditindaklanjuti sehingga mutu pendidikan tinggi Islam di Bangka Belitung, khususnya di Petaling, terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam adakan Rapat Koordinasi Dosen Pengampu Tahun Akademik 2025/2026</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam-adakan-rapat-koordinasi-dosen-pengampu-tahun-akademik-20252026</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam-adakan-rapat-koordinasi-dosen-pengampu-tahun-akademik-20252026</guid>
				<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 11:56:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka, 4 September 2025-Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menggelar Rapat Koordinasi Dosen Pengampu untuk Tahun Akademik 2025/2026 Periode Ganjil.&nbsp;</p><p>Rapat berlangsung pada Kamis (4/9) pukul 08.00–09.45 WIB di Ruang Rapat Lantai II FDKI, dihadiri oleh dosen tetap dan dosen luar biasa FDKI. Rapat dibuka oleh Abi Apriyadi selaku moderator, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari pimpinan fakultas.&nbsp;</p><p>Sambutan Pimpinan Fakultas Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kehadiran para dosen, khususnya tujuh dosen luar biasa baru hasil rekrutmen prosedural. Beliau mengajak seluruh dosen untuk memberikan pengajaran terbaik bagi mahasiswa dan menegaskan komitmen fakultas dalam memberikan pendampingan serta dukungan penuh.&nbsp;</p><p>Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., mengajak seluruh dosen bersinergi dalam membangun FDKI menjadi lebih baik. Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa sebagai wujud amanah dari orang tua mereka.&nbsp;</p><p>Dalam kesempatan yang sama, Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, M.S.I., turut memberikan arahan strategis. Beliau menyampaikan harapan agar ke depan FDKI dapat membuka program studi jenjang pascasarjana, serta menekankan pentingnya kerja sama, ketekunan, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik.&nbsp;</p><p>Sambutan Kaprodi dan Pengelola Rapat dilanjutkan dengan penyampaian arahan dari pengelola program studi: Plt. Kaprodi BKI, Nurviyanti Cholid, M.Pd.I., menyampaikan ucapan selamat datang dan kesiapan bersinergi dengan dosen pengampu. Sekprodi KPI, Safril, M.Sos., memberikan arahan teknis terkait pengampu mata kuliah di Prodi KPI. Kaprodi Jurnalistik Islam, &nbsp;Sekar, M.A., menegaskan kebijakan akademik dan dukungan terhadap kolaborasi dosen. Perwakilan Kaprodi Psikologi Islam &amp; Kepala Laboratorium FDKI, &nbsp;Citra, menekankan pentingnya peran laboratorium sebagai penunjang pembelajaran mahasiswa.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Kabiro SDM Kemenag RI Berikan Pembinaan ASN di IAIN SAS Bangka Belitung</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/kabiro-sdm-kemenag-ri-berikan-pembinaan-asn-di-iain-sas-bangka-belitung</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/kabiro-sdm-kemenag-ri-berikan-pembinaan-asn-di-iain-sas-bangka-belitung</guid>
				<pubDate>Thu, 04 Sep 2025 08:17:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>Petaling, Bangka Belitung</strong> – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengikuti kegiatan pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang disampaikan langsung oleh Kepala Biro SDM Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. H. Wawan Djunaedi, S.Ag., M.A., pada Kamis, 4 September 2025. Acara berlangsung di Kampus IAIN SAS Bangka Belitung, Petaling, dengan penuh antusiasme dari para peserta.</p><p>Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh ASN IAIN SAS Bangka Belitung. Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, M.S.I., memimpin langsung jalannya acara. Hadir pula Wakil Rektor I, Prof. Dr. Hatamarrasyid, M.Ag., Kepala Biro AUAK, Plt. Kepala Kanwil Kemenag Bangka Belitung, serta seluruh dekan fakultas di lingkungan IAIN SAS. Kehadiran lengkap jajaran pimpinan dan civitas akademika menunjukkan keseriusan institusi dalam memperkuat kualitas SDM sebagai aset utama dalam pengembangan kampus.</p><p>Dalam sambutannya, Rektor IAIN SAS Bangka Belitung menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran Kabiro SDM Kemenag RI. Menurutnya, kegiatan pembinaan ini menjadi kesempatan berharga untuk memotivasi ASN agar terus meningkatkan kinerja dan integritas dalam menjalankan tugas.<br>“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Dr. H. Wawan Djunaedi di tengah kesibukannya. Semoga pembinaan ini memberikan dorongan kuat dan motivasi bagi seluruh ASN untuk bersama-sama membangun IAIN SAS Babel menjadi kampus yang lebih maju di masa mendatang,” ujarnya.</p><p>Pada sesi inti kegiatan, Dr. H. Wawan Djunaedi menyampaikan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan profesionalitas bagi setiap ASN. Ia menekankan bahwa kualitas kinerja aparatur negara sangat ditentukan oleh keteladanan pimpinan.<br>“Semua kebaikan dimulai dari pimpinan. Jika pimpinan melaksanakan tugas dengan baik, maka seluruh jajaran akan mengikuti. Saya berpesan agar seluruh ASN di lingkungan IAIN SAS Bangka Belitung menjaga integritas, menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan tetap loyal dalam mengabdi, karena negara sudah memberikan yang terbaik untuk kita,” tegasnya.</p><p>Lebih lanjut, Kabiro SDM Kemenag RI juga memberikan motivasi agar ASN mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di era digitalisasi pelayanan publik. Menurutnya, ASN harus terus mengasah kompetensi agar dapat memberikan pelayanan yang cepat, efektif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.</p><p>Suasana kegiatan berlangsung penuh keakraban. Para peserta tampak aktif menyimak materi yang disampaikan, bahkan beberapa ASN turut menyampaikan pertanyaan dan pengalaman mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari. Diskusi ini semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya profesionalisme dan etika kerja dalam birokrasi pemerintahan.</p><p>Kegiatan pembinaan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam praktik kerja sehari-hari. Dengan demikian, ASN IAIN SAS Bangka Belitung dapat menjadi contoh aparatur yang memiliki dedikasi tinggi, disiplin, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.</p><p>Melalui pembinaan ini pula, IAIN SAS Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kapasitas SDM, sejalan dengan visi Kementerian Agama RI dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani, dan berintegritas.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Launching Podcast FDKI KPI Idea Episode 1, Dialog PBAK bersama Wakil Dekan FDKI Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A.</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/launching-podcast-fdki-kpi-idea-episode-1-dialog-pbak-bersama-wakil-dekan-fdki-dr-iqrom-faldiansyah-ma</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/launching-podcast-fdki-kpi-idea-episode-1-dialog-pbak-bersama-wakil-dekan-fdki-dr-iqrom-faldiansyah-ma</guid>
				<pubDate>Tue, 02 Sep 2025 05:00:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Visi dan Misi FDKI</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/visi-dan-misi-fdki</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/visi-dan-misi-fdki</guid>
				<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 10:06:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Visi dan Misi FDKI</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Sukses Kuliah Dosen Tamu, Webinar Bersama Asosiasi Desainer Grafis</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/sukses-kuliah-dosen-tamu-webinar-bersama-asosiasi-desainer-grafis</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/sukses-kuliah-dosen-tamu-webinar-bersama-asosiasi-desainer-grafis</guid>
				<pubDate>Mon, 09 Dec 2024 06:00:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>FDKI IAIN SAS Bangka Belitung, (6 /12/2024) – Sebuah webinar bertajuk <i>“Mengenal Prinsip Dasar Desain Grafis”</i> sukses diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, dan 10 mahasiswa Program Studi Jurnalistik Islam, dengan tujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa di bidang desain grafis. Webinar ini juga merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Jurnalistik Islam dan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam dengan asosiasi profesi desainer grafis, yang memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan kegiatan.</p><p>Rangkaian webinar dimulai pukul 14.00 WIB dengan sambutan dari dosen pengampu mata kuliah Desain Komunikasi Visual. Dalam sambutannya, Rafles Abdi Kusuma, M.A menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan asosiasi profesi desainer grafis yang telah menjadi dosen tamu yang membantu menghadirkan kegiatan edukatif ini, sekaligus menekankan pentingnya keterampilan desain grafis bagi mahasiswa di era digital. &nbsp;M.Zaky Pratama, A.Md., seorang praktisi sekaligus desainer grafis profesional yang merupakan pengurus asosiasi KDG, menjadi narasumber utama dalam webinar ini. Zaky memberikan penjelasan mendalam mengenai prinsip-prinsip dasar desain grafis, seperti penggunaan warna, tipografi, dan tata letak. Ia juga membagikan teknik sederhana untuk membuat desain visual yang menarik serta memperkenalkan berbagai tools desain yang mudah digunakan oleh pemula.</p><p>Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme cukup tinggi melalui diskusi interaktif dan pertanyaan yang mendalam. Acara ini diakhiri pada pukul 16.00 WIB dengan pesan dari moderator yang mengingatkan para peserta untuk mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh, baik dalam konteks akademik maupun profesional. Webinar ini mendapat respons positif dari peserta dan menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi profesional. Harapannya melalui kegiatan serupa dapat terus diadakan guna mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, terutama dalam menghadapi tantangan di era digital. *&nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202024-12-06%20at%2014_39_46.jpeg"></figure><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202024-12-06%20at%2014_12_43.jpeg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>MAWAIZH, Jurnal FDKI Raih Akreditasi Sinta 2</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/mawaizh-jurnal-fdki-raih-akreditasi-sinta-2</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/mawaizh-jurnal-fdki-raih-akreditasi-sinta-2</guid>
				<pubDate>Sat, 23 Nov 2024 11:12:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Kabar menggembirakan datang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel). <i>Mawaizh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan</i>, yang dikelola oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), berhasil meraih akreditasi Sinta 2. Prestasi ini menjadikan <i>Mawaizh</i> sebagai jurnal pertama di IAIN SAS Babel yang mencapai indeksasi Sinta 2. Akreditasi ini berlaku mulai edisi <i>Vol. 14 No. 2 tahun 2023</i> hingga <i>Vol. 19 No. 1 tahun 2028</i>, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia <a href="https://arjuna.kemdikbud.go.id/#/pengumuman/678">Nomor 177/E/KPT/2024</a>, yang ditetapkan pada 15 Oktober 2024.</p><p>Selain <i>Mawaizh</i>, sejumlah jurnal lain di FDKI IAIN SAS Babel juga menunjukkan perkembangan positif. <i>Psychosophia: Journal of Psychology, Religion, and Humanity</i> telah terakreditasi Sinta 4 dan saat ini sedang dalam proses reakreditasi untuk meningkatkan peringkatnya. Sementara itu, beberapa jurnal lainnya seperti <i>Mediova</i>, <i>Counselle</i>, dan <i>Komunikasia</i> saat ini sedang dalam proses pengajuan akreditasi. Upaya ini menegaskan komitmen FDKI IAIN SAS Babel dalam meningkatkan kualitas dan daya saing publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional.</p><p>Rektor IAIN SAS Babel, Dr. Irawan, M.S.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola jurnal atas keberhasilan ini. Ia berharap pencapaian ini dapat memotivasi jurnal-jurnal lain untuk mengikuti jejak <i>Mawaizh</i> dan terus meningkatkan peringkatnya. “Selamat dan sukses atas terakreditasinya jurnal ilmiah IAIN SAS Bangka Belitung. Semoga prestasi ini dapat mendorong civitas akademika untuk terus produktif menghasilkan karya ilmiah berkualitas, bahkan hingga mencapai indeksasi Scopus di masa depan,” ungkapnya.</p><p>Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras kolektif, baik dari tim pengelola jurnal maupun Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) yang terus mendukung proses reakreditasi sejak awal. Menurutnya, akreditasi Sinta 2 ini menunjukkan bahwa <i>Mawaizh</i> telah memenuhi standar kualitas yang sangat tinggi, meningkatkan visibilitas dan daya saing jurnal di tingkat nasional maupun internasional.</p><p>Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh pihak di IAIN SAS Babel untuk terus meningkatkan mutu jurnal-jurnal lainnya, memperluas kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dan memperkuat reputasi institusi di kancah nasional maupun global.</p><figure class="image image-style-align-left"><img src="/assets/images/editor/images/New%20Logo%20Sinta%202%20Mawaizh.png"><figcaption><a href="https://jurnal.lp2msasbabel.ac.id/index.php/Maw"><i>Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan</i></a></figcaption></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI LAKSANAKAN SEMINAR DAN DISEMINASI HASIL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-laksanakan-seminar-dan-diseminasi-hasil-penelitian-dan-pengabdian-kepada-masyarakat</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-laksanakan-seminar-dan-diseminasi-hasil-penelitian-dan-pengabdian-kepada-masyarakat</guid>
				<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 10:20:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Dalam rangka&nbsp;mengevaluasi Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melakukan kegiatan&nbsp;“Seminar dan Desiminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat&nbsp;(LITAB Dakwah) Tahun 2024” yang bertempat di ruang rapat FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung pada Hari Jumat, 22 November 2024).</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan ini dikuti oleh semua pelaksana kegiatan dan dihadiri oleh dua orang reviwer, Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag &amp; Dr. Irawan, M.S.I. Kegiatan Penelitian sendiri terdiri dari 3 judul, sedangkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat terdiri dari 4 judul, yang dikerjakan dalam bentuk kelompok.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/2__a.jpeg"></figure><p style="text-align:justify;">Dalam sambutannya, Dr. Irawan, M.S.I sebagai salah seorang reviwer mengharapkan agar para pelaksana kegiatan LITAB Dakwah 2024 dapat menghasilkan output semaksimal mungkin, baik dalam bentuk laporan maupun dalam bentuk artikel jurnal ilmiah. Semoga kegiatan serupa pada tahun berikutnya dapat dilaksanakan semakin meningkat, baik kuantitas maupun dari segi kualitas.</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/3a.jpeg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG LAKSANAKAN YUDISIUM KE-14 TERHADAP 62 CALON WISUDAWAN</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-laksanakan-yudisium-ke-14-terhadap-62-calon-wisudawan</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-syaikh-abdurrahman-siddik-bangka-belitung-laksanakan-yudisium-ke-14-terhadap-62-calon-wisudawan</guid>
				<pubDate>Thu, 21 Nov 2024 09:56:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Bertempat di Aula Gedung Terpadu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Fakultas Dakwah dan Komunikasi&nbsp;Islam melaksanakan Yudisium ke-14 terhadap 62 alumni dari empat program studi yang ada (Kamis, 21/11/2024).</span></p><p style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Dari enam puluh dua peserta yudisium tersebut terdapat satu orang yang menjadi lulusan terbaik fakultas atas nama Ahmad Hanapi dari Program Studi Jurnalistik Islam, memiliki IPK 3,90 dari total 144 sks, lama studi 3 tahun 10 bulan, dengan predikat “Pujian”.</span></p><p style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Sedangkan lulusan terbaik pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam adalah atas nama Jeni Arellah, memiliki IPK 3,86 dari total 145 SKS, lama studi 3 tahun 10 bulan, dengan predikat “Pujian.” Lulusan terbaik pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah atas nama Haminudin, memiliki IPK 3,88 dari total 145 SKS, lama studi 3 tahun 10 bulan, dengan predikat “Pujian.” Lulusan terbaik pada Program Studi Psikologi Islam adalah atas nama Diva Ditaria, memiliki IPK 3,87 dari total 148 SKS, lama studi 3 tahun 10 bulan, dengan predikat “Pujian.” Lulusan terbaik pada Program Studi Jurnalistik Islam adalah atas nama Ahmad Hanapi, memiliki IPK 3,90 dari total 144 SKS, lama studi 3 tahun 10 bulan, dengan predikat “Pujian.”</span></p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/2.jpeg"></figure><p style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Dalam sambutannya, Dekan FDKI IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sekaligus mewakili Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang berhalangan hadir mengharapkan agar para alumni dapat berkiprah sebaik mungkin di tengah-tengah masyarakat dengan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama di bangku kuliah, tentu dengan mengedepankan etika (adab). Sebab, apalah gunanya ilmu yang tinggi jika tidak dibarengi dengan adab yang tinggi pula.&nbsp;</span></p><p style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Selain itu, ia berpesan agar para alumni tidak berhenti dalam menuntut ilmu pengetahuan, baik secara formal maupun non formal, karena Rosulullah Saw. sendiri sudah mengajarkan hal itu pada 1400-an tahun yang lalu melalui hadits-haditsnya, pungkasnya.</span></p><p style="text-align:justify;"><span style="color:black;">Bangka, 21/11/2024</span></p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>DUA ORANG TENAGA PENDIDIKAN FDKI IKUTI WORKSOP ARSIPARIS</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/dua-orang-tenaga-pendidikan-fdki-ikuti-worksop-arsiparis</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/dua-orang-tenaga-pendidikan-fdki-ikuti-worksop-arsiparis</guid>
				<pubDate>Mon, 11 Nov 2024 09:53:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Dalam rangka peningkatan wawasan tentang tata persuratan dan tata kelola arsip, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengutus dua orang tenaga kependidikan (tendik), yaitu Afriadi dan Fibrianda Romayanti.</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan yang bertajuk Workshop Pelatihan Basic Arsiparis ini berlansung selama tiga hari di Gedung Terpadu IAIN SAS Babel (11 s.d. 13 November 2024). Selain kedua tendik tersebut, kegiatan ini juga dihadiri oleh&nbsp;perwakilan&nbsp;tendik&nbsp;dari semua Fakultas dan unit yang ada di lingkungan IAIN SAS Babel.</p><p style="text-align:justify;">Narasumber workshop berasal dari kalangan praktisi arsip atau JFT Arsiparis Muda Kemenag RI dan Badan Arsip Nasional RI di Jakarta.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pengumuman Seminar Proposal Periode ke-6 FDKI IAIN SAS Babel Tahun 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-seminar-proposal-periode-ke-6-fdki-iain-sas-babel-tahun-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-seminar-proposal-periode-ke-6-fdki-iain-sas-babel-tahun-2024</guid>
				<pubDate>Mon, 04 Nov 2024 07:53:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Flayer(2).jpg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>PEDOMAN SKRIPSI FDKI IAIN SAS BABEL 2023</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pedoman-skripsi-fdki-iain-sas-babel-2023</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pedoman-skripsi-fdki-iain-sas-babel-2023</guid>
				<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 10:07:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>PEDOMAN AKADEMIK FDKI 2023</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pedoman-akademik-fdski-2023</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pedoman-akademik-fdski-2023</guid>
				<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 09:53:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>MENYESUAIKAN DENGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH,  PRODI PSIKOLOGI ISLAM IAIN SAS BABEL LAKUKAN PENINJAUAN KURIKULUM</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/menyesuaikan-dengan-kebijakan-pemerintah-prodi-psikologi-islam-iain-sas-babel-lakukan-peninjauan-kurikulum</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/menyesuaikan-dengan-kebijakan-pemerintah-prodi-psikologi-islam-iain-sas-babel-lakukan-peninjauan-kurikulum</guid>
				<pubDate>Sun, 27 Oct 2024 03:45:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Dalam rangka menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), maka Program Studi Psikologi Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam menyelenggarakan Workshop “Peninjauan Kurikulum MBKM Berbasis OBE” selama satu hari (27/10/2024) yang bertempat di lantai 2 Gedung Terpadu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.</p><p style="text-align:justify;">Selain pimpinan di lingkungan FDKI dan dosen homebased pada Prodi Psikologi Islam, kegiatan ini juga menghadirkan unsur stakeholder yang terkait, yaitu perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Prov. Kep. Bangka Belitung. BKKBN Prov. Kep. Bangka Belitung, Rumah Sakit Jiwa Bangka Belitung, dan SDLB YPAC Pangkalpinang.</p><p style="text-align:justify;">Dalam arahannya, narasumber kegiatan ini yaitu Prof. Andi Tohir, S.Psi., MA. Ed.D dosen Psikologi Pendidikan di UIN Raden Intan Lampung menekankan agar kurikulum yang akan disusun perlu menetapkan keahlian spesifik yang menjadi ciri khas program studi yang menjadi pembeda dengan prodi yang sama di perguruan tinggi lain.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>PRODI BKI IAIN SAS BABEL LAKUKAN PENINJAUAN KURIKULUM</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-bki-iain-sas-babel-lakukan-peninjauan-kurikulum</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-bki-iain-sas-babel-lakukan-peninjauan-kurikulum</guid>
				<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 02:33:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Dalam rangka menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), maka Program&nbsp;Bimbingan dan Konseling&nbsp;Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam menyelenggarakan Workshop “Peninjauan Kurikulum MBKM Berbasis OBE” selama satu hari (25/10/2024) yang bertempat di lantai 2 Gedung Terpadu IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.</p><p style="text-align:justify;">Selain pimpinan di lingkungan FDKI dan dosen homebased pada Prodi Psikologi Islam, kegiatan ini juga menghadirkan unsur stakeholder yang terkait, yaitu perwakilan dari&nbsp;<span style="color:#3A3A3A;">Taufik, S.H (Kepala Panti Sosial Bina Serumpun Bangka Belitung/Dinas Sosial Prov.&nbsp;Kep. Bangka Belitung), Robby, S.E (Ketua Tim Penerangan Agama Islam, Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Prov. Kep. Bangka Belitung), Indra Trisnajaya, S.Sos.I BKKBN Kabupaten Bangka, Alumni Prodi BKI diikuti juga oleh Kaprodi dan Sekprodi serta beberapa dosen BKI</span>.</p><p style="text-align:justify;">Dalam arahannya, narasumber kegiatan ini yaitu&nbsp;Prof. Dr. Casmini, S.Ag, M.Si dosen&nbsp;UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga termasuk salah seorang asesor BAN-PT&nbsp;menekankan agar&nbsp;pengelola program studi lebih menjalin hubungan yang erat dengan para stakeholder dalam rangka mempermudah capaian visi prodi dan pelaksanaan MBKM. Selain itu juga penguatan pada SDM pada program studi sendiri.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pendaftaran Seminar Proposal ke-5 FDKI Tahun 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pendaftaran-seminar-proposal-ke-5-fdki-tahun-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pendaftaran-seminar-proposal-ke-5-fdki-tahun-2024</guid>
				<pubDate>Mon, 23 Sep 2024 04:00:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Flayer-ok.jpeg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pengumuman Sidang Skripsi Periode ke-5 FDKI Tahun 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-sidang-skripsi-periode-ke-5-fdki-tahun-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pengumuman-sidang-skripsi-periode-ke-5-fdki-tahun-2024</guid>
				<pubDate>Tue, 17 Sep 2024 03:51:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/FlayerOK.jpeg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>JADWAL UJIAN SKRIPSI PERIODE VI FDKI IAIN SAS BABEL 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/jadwal-ujian-skripsi-periode-v-fdki-iain-sas-babel-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/jadwal-ujian-skripsi-periode-v-fdki-iain-sas-babel-2024</guid>
				<pubDate>Mon, 16 Sep 2024 10:58:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/Flayer(1).jpg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>IAIN SAS BABEL AKAN MEMBUKA PRODI MANAJEMEN DAKWAH</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-babel-akan-membuka-prodi-manajemen-dakwah</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-babel-akan-membuka-prodi-manajemen-dakwah</guid>
				<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 10:32:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Dalam rangka persiapan pembukaan Program Studi Manajemen Dakwah (MD), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melakukan Asesmen dengan menghimpun masukan akademisi dan review borang pembukaan Prodi MD (Rabu, 4/09/2024) di ruang rapat gedung terpadu IAIN SAS Babel.</p><p>Kegiatan yang dihadiri oleh para pimpinan terkait dan tim penyusun borang diisi oleh Ibu Dr. Yopi Kusmiati, M.Si sebagai Asesor BAN-PT, pengurus pusat ASKOPIS (Asosiasi Komunikasi dan Penyiaran Islam) uga sebagai Ketua Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Jakarta. Ia menyarankan agar tim perumus dapat memperhatikan detil isi borang, baik terkait konten maupun lampiran atau dokumen pendukung. Dalam menentukan profil perlu diawali dengan studi lapangan, lulusan Manajemen Dakwah seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat pungkasnya</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>LPM LAKUKAN AUDIT MUTU INTERNAL DI FDKI IAIN SAS BABEL</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/lpm-lakukan-audit-mutu-internal-di-fdki-iain-sas-babel</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/lpm-lakukan-audit-mutu-internal-di-fdki-iain-sas-babel</guid>
				<pubDate>Wed, 21 Aug 2024 03:34:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Dalam rangka menjamin mutu penyelenggaraan Program Studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (SAS Babel), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN SAS Babel melakukan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI), Rabu, 21/08/2024).</p><p style="text-align:justify;">Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam sangat mengharapkan pendampingan dan evaluasi yang maksimal terhadap program studi yang ada, agar dapat berjalan sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah.&nbsp;</p><p>Sementara itu, Kepala LPM menyampaikan bahwa tim auditor menjalankan tugas LPM sebagai fungsi evaluasi yang bersifat sumatif dan hal ini sudah diatur di dalam pasal 5 ayat 2&nbsp;Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi. Agar pelaksanaan kegiatan audit ini dapat berjalan dengan baik, maka pengelola program studi perlu menyiapkan dokumen-dokumen yang terkait.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN SAS BABEL SELENGGARAKAN PEMBEKALAN PPL TAHUN 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-babel-selenggarakan-pembekalan-ppl-tahun-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-babel-selenggarakan-pembekalan-ppl-tahun-2024</guid>
				<pubDate>Mon, 19 Aug 2024 12:40:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan program Praktik Profesi Lapangan (PPL) mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung tahun 2024 melakukan pembekalan bagi para peserta PPL (Senin, 19/08/2024). Kegiatan ini diikuti oleh 201 orang mahasiswa semester enam dari empat program studi, yang berlangsung di aula gedung terpadu IAIN SAS Babel selama satu hari.</p><p style="text-align:justify;">Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan bahwa setiap institusi/lembaga yang menjadi lokasi mahasiswa melakukan PPL dibatasi sebanyak lima orang, hal ini tidak lepas dari situasi dan kondisi kemampuan masing institusi/lembaga tersebut. Selain itu, para mahasiswa wajib menjaga etika selama berada di lapangan, karena membawa nama baik lembaga, tidak hanya program studi atau fakultas, bahkan juga institusi IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Hal senada juga disampaikan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam bahwa nama baik lembaga sudah menjadi keharusan. Selain itu, para peserta harus mengetahui bahwa tujuan utama program PPL ini adalah&nbsp;agar mahasiswa memiliki kemampuan dan pengalaman untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada didalam dunia kerja secara professional.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Kegiatan pembekalan ini diisi oleh kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) Kepulauan Bangka Belitung Bapak Emirizon, S.A.P., M.Si. Dalam paparannya, beliau menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan PPL ini, di antaranya bahwa kegiatan PPL adalah bagian dari proses peningkatan kemampuan life skill para peserta agar siap memasuki dunia kerja; para peserta dapat memahami lebih jauh kondisi dan situasi di tempat praktik khususnya terkait kemampuan operasional teknis pada masing-masing bagian sebuah lembaga; para peserta dapat mengetahui budaya kerja organisasi secara profesional, sekaligus dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama ini; dan setelah mengikuti proses kegiatan PPL ini, para peserta dapat ikut berkompetensi menjadi pegawai di LPP TVRI Bangka Belitung, pungkasnya.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI IAIN SAS BABEL MENGUCAPKAN DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 79 TH</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-babel-mengucapkan-dirgahayu-republik-indonesia-79-th</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-iain-sas-babel-mengucapkan-dirgahayu-republik-indonesia-79-th</guid>
				<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 11:52:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka, 17/08/2024. Segenap civitas academica Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung mengikuti Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 th. Bertempat di pelataran pascasarajana upacara dipimpin oleh inspektur upacara yakni Rektor Dr. Irawan, M.S.I. serta di hadiri oleh seluruh pimpinan, dosen, tenaga pendidik &nbsp;serta mahasiswa. Dekan FDKi IAIN SAS Babel, Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag &nbsp;dan Wakil Dekan Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., kasubag dan dosen dari empat program studi yaitu bimbingan dan konseling islam, komunikasi dan penyiaran islam, psikologi islam, jurnalistik islam serta tenaga kependidikan melaksanakan foto bersama setelah upacara usai. Sesi foto ini disertai dengan mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia 79th,Nusantara Baru Indonesia Maju, diakhiri dengan gemuruh ucap Merdeka dari semua yang hadir.</p><p>Dalam upacara ini Rektor selaku inspektur upacara menyampaikan pidato kemerdekaan dari Menteri Agama Republik Indonesia. Secara umum pidato tersebut menyampakkan bahwa hari kemerdekaan ini merupakan momentum untuk semua ASN di Kementerian Agama Republik Indonesia agar selalu saling bekerjasama bahu membahu memberikan yang terbaik kepada masyarakat. Pada upacara ini juga, kasubag Tata Usaha FDKI IAIN SAS Bangka Belitung, Achmad Suwaidi mendapatkan penghargaan juara tiga sebagai peserta upacara dengan busana daerah terbaik.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><figure class="media"><oembed url="https://youtu.be/-K4h9Bz8P6E?si=YJpIFnyYFcbeXjSb"></oembed></figure><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Prodi Jurnalistik Islam Laksanakan PKM, Berikan Pelatihan Dasar Ilmu Jurnalistik ke Siswa SMA</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-jurnalistik-islam-laksanakan-pkm-berikan-pelatihan-dasar-ilmu-jurnalistik-ke-siswa-sma</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-jurnalistik-islam-laksanakan-pkm-berikan-pelatihan-dasar-ilmu-jurnalistik-ke-siswa-sma</guid>
				<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 02:38:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Program Studi Jurnalistik Islam Laksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat pada Senin 12/08/2024, dengan memberikan pelatihan dasar terkait ilmu jurnalistik ke siswa SMA. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian prodi Jurnalistik Islam yang terdiri dari dosen homebase yakni Sekar Putri, M.A, Arifah, M.A, Rahayu Rahmadini, M.I.Kom, Dody Irawan, M.Pd.&nbsp;</p><p>Melalui pengabdian ini sekaligus sosialisasi prodi, diharapkan dapat semakin banyak siswa yang mengetahui prodi Jurnalistik Islam. Serta semakin tertarik menekuni bidang Ilmu Jurnalistik. Kegiatan ini didanai DIPA Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam tahun anggaran 2024. &nbsp;Kegiatan ini adalah sebagai bentuk PKM sekaligus sosialisasi prodi Jurnalistik, ungkap Dody Irawan. Setelah ini tim akan melaksanakan kegiatan serupa di berbagai tempat lainnya sesuai agenda PKM prodi Jurnalistik Islam.</p><p>&nbsp; &nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Mahasiswa Psikologi Islam Raih Prestasi Peneliti Muda Terbaik di KNPMPI 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/mahasiswa-psikologi-islam-raih-prestasi-peneliti-muda-terbaik-di-knpmpi-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/mahasiswa-psikologi-islam-raih-prestasi-peneliti-muda-terbaik-di-knpmpi-2024</guid>
				<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 02:29:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Membanggakan, dua mahasiswa program studi Psikologi islam raih prestasi Peneliti Muda Terbaik di KNLMPI Tahun 2024 yang dilaksanakan secara hybrid <span style="background-color:rgb(253,253,253);color:rgb(66,66,66);">oleh Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) pada tanggal 2 hingga 4 Mei 2024 dengan bertema </span><i>"Sustainability and Mental Health". </i><span style="background-color:rgb(253,253,253);color:rgb(66,66,66);">Mutiara Andini, mahasiswa dari Program Studi Psikologi Islam di IAIN SAS Bangka Belitung, berhasil meraih penghargaan sebagai Peneliti Muda Terbaik dalam konferensi tersebut. Penelitiannya berjudul "Pengaruh Konsep Diri dan Efikasi Diri terhadap Kematangan Karier pada Siswa SMKN 1 Mendo Barat". Sementara itu, Juniar Nurulita, juga seorang mahasiswa Program Studi Psikologi Islam di IAIN SAS Bangka Belitung, turut memberikan kontribusi penting melalui penelitiannya yang berjudul "Hubungan Kesepian dengan Krisis Usia Kuarta pada Mahasiswa IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung".</span></p><p><span style="background-color:rgb(253,253,253);color:rgb(66,66,66);">Kedua mahasiswa tersebut dibimbing oleh dosen-dosen berpengalaman dalam bidang psikologi, yakni Primalita Putri Distina dan Wahyu Kurniawan, yang memberikan bimbingan yang teliti dan mendukung dalam proses penelitian mereka. Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia ke-8 tahun 2024 dihadiri oleh 228 peserta dari jenjang S1 dan 16 peserta dari jenjang S2, yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Ketua Program Studi Psikologi Islam, Oktarizal Drianus, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah positif bagi mahasiswa untuk mengekspresikan diri dan potensi mereka dalam bidang riset, serta sebagai sarana untuk memperluas jaringan. "Maju Terus! Torehkan Prestasi, Mahasiswa Psikologi Islam," ujarnya.&nbsp;</span></p><p>Sumber berita : <a href="https://www.viva.co.id/amp/edukasi/1712197-2-mahasiswa-psikologi-islam-iain-sas-babel-raih-prestasi-peneliti-muda-terbaik-di-knpmpi-2024">https://www.viva.co.id/amp/edukasi/1712197-2-mahasiswa-psikologi-islam-iain-sas-babel-raih-prestasi-peneliti-muda-terbaik-di-knpmpi-2024</a>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>PEMBEKALAN PRAKTIK PROFESI FDKI TAHUN 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pembekalan-praktik-profesi-fdki-tahun-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pembekalan-praktik-profesi-fdki-tahun-2024</guid>
				<pubDate>Wed, 14 Aug 2024 02:05:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>PEMBEKALAN PRAKTIK PROFESI FDKI TAHUN 2024&nbsp;</p><p>Adapun pelaksanaan pembekalan akan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2024. Selanjutnya Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan akan langsung mengantar ke lokasi praktik profesi. Informasi pembagian nama mahasiswa, lokasi dan dosen pembimbing lapangan dapat di download pada file berikut :&nbsp;</p><h2><a href="https://drive.google.com/file/d/1FVm32d3U-GmY6ONtNmlllu6k9xvgy2F3/view?usp=sharing"><strong>DOWNLOAD PDF</strong></a> &nbsp;</h2><p>&nbsp;</p><p>Salam Hormat,</p><p>Ketua Panita Praktik Profesi Tahun 2024</p><p>FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM</p><p>Chitra Fraghini, M.Psi., Psikolog</p><p>NIP. 198308292023212020</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>UIN JAKARTA  SOSIALISASI MAGISTER MANAJEMAN DAKWAH DAN KPI SERTA PENJAJAKAN KERJASAMA DI IAIN SAS BABEL</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/sosialisasi-magister-manajeman-dakwah-dan-kpi-uin-jakarta-serta-penjajakan-kerjasama</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/sosialisasi-magister-manajeman-dakwah-dan-kpi-uin-jakarta-serta-penjajakan-kerjasama</guid>
				<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 02:48:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p style="text-align:justify;">Dalam rangka sosialisasi dan promosi (sostrong), pengelola Program Studi Manajemen Dakwah dan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan&nbsp; Komunikasi UIN Jakarta melakukan kunjungan ke IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung &nbsp;(12/08/2024).</p><p style="text-align:justify;">Tim sosialisasi tersebut berjumlah 13 orang, yang dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FDK UIN Jakarta ibu Dr. Fita Fathurokhmah, M.Si. bersama dengan Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum beserta Ketua Prodi Manajeman Dakwah dan Ketua Prodi KPI serta para pengelola program studi lainnya.</p><p style="text-align:justify;">Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam mewakili Rektor IAIN Syakh Abdurrahman Siddik sangat menyambut kedatangan tim kegiatan ini dalam rangka penguatan pada kedua lembaga. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kerjasama yang saling menguntungkan baik pada bidang pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan publikasi ilmiah. Ada banyak pilihan kerjasama yang bisa dilakukan, seperti pelaksanaan KKN Moderasi Beragama, penerapan kurikulum MBKM, pelaksanaan seminar nasional, program dosen tamu, editor jurnal, dan lain-lain.</p><p style="text-align:justify;">Sementara itu, Dr. Fita Fathurokhmah, M.Si sangat berterimakasih terhadap sambutan pihak IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik yang sangat baik. Tim sosialisasi sengaja&nbsp;mencari PTKIN yang belum memiliki Magister Manejemen Dakwah dan Komunikasi dan Penyiaran Islam.&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">Kedua Program Studi magister tersebut sangat mengharapkan ada alumni dari IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik yang dapat melanjutkan studi ke jenjang magister di Prodi KPI dan Manajemen Dakwah. Kegiatan ini diakhiri dengan pertukaran cindera mata dan foto bersama.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI lakukan FGD penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) Fakultas Tahun 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-lakukan-fgd-penyusunan-visi-misi-tujuan-dan-sasaran-vmts-fakultas-tahun-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-lakukan-fgd-penyusunan-visi-misi-tujuan-dan-sasaran-vmts-fakultas-tahun-2024</guid>
				<pubDate>Tue, 06 Aug 2024 02:35:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung akan mengadakan kegiatan Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) pada Senin, 5 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas akreditasi FDKI dan akan dilaksanakan di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.</p><p>Kegiatan yang dimulai pukul 07:00 WIB ini akan diawali dengan registrasi peserta, diikuti dengan sambutan dari beberapa pejabat penting seperti Dekan FDKI, Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag, serta pembukaan resmi oleh Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I. Setelah pembukaan, acara akan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber utama, Dr. Fournita Agustina, S.P., M.Si, dari Universitas Bangka Belitung, yang akan membahas standar dan kriteria penyusunan VMTS serta penggalian rumusan VMTS yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder dan kemajuan teknologi.</p><p>Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk merumuskan VMTS yang diharapkan dapat mendukung visi dan misi institusi secara keseluruhan. Penutupan kegiatan ini akan dilakukan oleh Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. Adapun stake holder yang Hadir diantaranya ialah, BNN Prov. Kepulauan Bangka Belitung, Pemkab Bangka Tengah, Inews, TVRI, Persatuan Wartawan Indonesia Bangka Belitung,Alumni.</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI Gelar FGD penyusunan VMTS (Visi Misi Tujuan dan Strategi)  Fakultas Tahun 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-lakukan-fgd-penyusunan-vmts-visi-misi-tujuan-dan-strategi-fakultas-tahun-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-lakukan-fgd-penyusunan-vmts-visi-misi-tujuan-dan-strategi-fakultas-tahun-2024</guid>
				<pubDate>Tue, 06 Aug 2024 02:35:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung akan mengadakan kegiatan Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) pada Senin, 5 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas akreditasi FDKI dan akan dilaksanakan di Asrama Haji Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.</p><p>Kegiatan yang dimulai pukul 07:00 WIB ini akan diawali dengan registrasi peserta, diikuti dengan sambutan dari beberapa pejabat penting seperti Dekan FDKI, Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag, serta pembukaan resmi oleh Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Dr. Irawan, M.S.I. Setelah pembukaan, acara akan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber utama, Dr. Fournita Agustina, S.P., M.Si, dari Universitas Bangka Belitung, yang akan membahas standar dan kriteria penyusunan VMTS serta penggalian rumusan VMTS yang sesuai dengan kebutuhan stakeholder dan kemajuan teknologi. Narasumber yang merupakan ketua LP3M Universitas Bangka Belitung menyampaikan banyak masukan dan orientasi pedoman penyusunan VMTS. "Visi harus saling terkait antara universitas, Fakultas dan Prodi, serta harus di dukung mata kuliahnya yang memenuhi kompetensinya" ungkap ketua LP3M UBB.</p><p>Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk merumuskan VMTS yang diharapkan dapat mendukung visi dan misi institusi secara keseluruhan. Penutupan kegiatan ini akan dilakukan oleh Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. Adapun stake holder yang Hadir diantaranya ialah, BNN Prov. Kepulauan Bangka Belitung, Pemkab Bangka Tengah, Inews, TVRI, Persatuan Wartawan Indonesia Bangka Belitung,Alumni. (Humas FDKI)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pendampingan Akreditasi Jurnal Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Bangka Belitung Tahun 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pendampingan-akreditasi-jurnal-fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam-iain-sas-bangka-belitung-tahun-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pendampingan-akreditasi-jurnal-fakultas-dakwah-dan-komunikasi-islam-iain-sas-bangka-belitung-tahun-2024</guid>
				<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 09:08:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>(Pangkalpinang, 30/07/2024) – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan pendampingan akreditasi jurnal dan bedah artikel ilmiah dosen pada tahun 2024. Acara yang berlangsung di Asrama Haji Pangkalpinang dari tanggal 29 hingga 30 Juli 2024 ini dibuka secara resmi oleh Rektor, Dr. Irawan, M.S.I, dan dihadiri oleh Dekan FDKI, Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., Wakil Dekan, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi LPPM IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Nurlaila, S.Pd.I., M.Pd.I., sekretaris LPPM, Ketua dan sekretaris prodi, serta pengelola jurnal di lingkungan FDKI IAIN SAS Bangka Belitung dan pengelola jurnal dari Universitas Bangka Belitung (UBB). Kegiatan selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jurnal dan kemampuan menulis artikel ilmiah berstandar internasional (Scopus) bagi dosen-dosen di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Bangka Belitung. FDKI memiliki empat jurnal yang akan mengajukan akreditasi di Arjuna agar dapat terindeks SINTA. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola jurnal ilmiah di FDKI IAIN SAS Bangka Belitung untuk meraih akreditasi yang lebih tinggi.</p><p>Pendampingan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, seperti Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy, M.A. dan Dr. Mahbub Ghozali yang merupakan mantan Ketua Rumah Jurnal di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam sambutannya, Dr. Irawan, M.S.I menekankan pentingnya peningkatan kualitas jurnal ilmiah sebagai bagian dari upaya institusi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan penyebarluasan hasil penelitian. "Oleh karena itu, saya berharap kepada seluruh pengelola jurnal untuk sama-sama semakin tercerdaskan lagi, karena melalui kegiatan ini juga kita akan tahu bagaimana cara menulis yang baik," ujar Rektor IAIN SAS Bangka Belitung. Dekan FDKI, Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., juga menyampaikan harapan besar terhadap hasil dari pendampingan ini. "Semoga jurnal-jurnal di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam dapat memenuhi standar akreditasi yang lebih tinggi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," katanya.</p><p>Sesi pendampingan dibagi menjadi beberapa bagian yang fokus pada berbagai aspek penting dalam pengelolaan jurnal. Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy, M.A. dalam sesi pertama membahas mengenai substansi kualitas artikel yang sesuai dengan standar jurnal internasional (Scopus) serta pentingnya konsistensi dan kualitas artikel ilmiah setiap terbitan. Sedangkan Dr. Mahbub Ghozali menekankan pentingnya manajemen editorial yang baik, termasuk peran penting Chief Editor dan reviewer dalam menjaga kualitas jurnal, serta membedah keseluruhan jurnal di FDKI IAIN SAS Bangka Belitung. "Namun, sebagai evaluasi untuk RTL, banyaknya editor in chief yang tidak memiliki ID Scopus. Maka editor wajib memiliki ID Scopus," ungkap Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy, M.A..</p><p>Beberapa poin penting yang dibahas dalam sesi pendampingan antara lain pentingnya template sebagai pedoman jurnal, akselerasi publikasi jurnal, peran Managing Editor, dan perlunya pelatihan manajemen Open Journal Systems (OJS) bagi mahasiswa. Selain itu, dibahas juga tentang pentingnya kualitas bahasa, konsistensi dalam penggunaan kata kunci, serta penyertaan instrumen pendukung lainnya yang sesuai dengan standar SINTA 2 bahkan jurnal di Scopus.Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang aktif antara peserta dan narasumber, di mana berbagai permasalahan terkait pengelolaan jurnal dibahas dan dicarikan solusinya. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh editor jurnal di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Bangka Belitung ialah menyangkut perbedaan dan distribusi tugas antara Editor in Chief, Section Editor, dan Managing Editor. "Peran dan tugas masing-masing memiliki andil berbeda yang bertujuan menjaga kualitas artikel yang diterbitkan," jawab narasumber.</p><p>Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan jurnal-jurnal di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dapat meraih akreditasi yang lebih tinggi, serta semakin banyak dosen-dosen di FDKI IAIN SAS Bangka Belitung yang memiliki ID Scopus. Sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan akademik dan akreditasi prodi, tegas narasumber. <strong>(Humas FDKI)</strong></p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>PRODI KPI IAIN SAS BABEL MENJADI PENYELENGGARA HARI ANTI NARKOBA INTERNASIONAL</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-kpi-iain-sas-babel-menjadi-penyelenggara-hari-anti-narkoba-internasional</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/prodi-kpi-iain-sas-babel-menjadi-penyelenggara-hari-anti-narkoba-internasional</guid>
				<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 02:42:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/image.jpeg"><figcaption>Sesi foto bersama kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional Kab. Bangka di Gedung Serbaguna IAIN SAS Babel</figcaption></figure><p style="text-align:justify;">Bangka (27/6/2024)</p><p style="text-align:justify;">Pada setiap tanggal 26 Juni, komunitas internasional selalu mengadakan kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional. Tahun ini, pihak BNN Kabupaten Bangka mempercayakan kepada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sebagai pelaksana kegiatan, sekaligus juga mempercayai IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung sebagai lokasi kegiatan, yang berlokasi di Gedung Serbaguna, berlangsung sejak pagi hari hingga siang hari.</p><p style="text-align:justify;">Dalam pelaksanaanya, kegiatan ini dihadiri oleh Pj. Bupati Bangka Diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bapak Boy Yandra, Skm., Mph, beserta unsur-unsur yang terkait, di antaranya Forkopimda Bangka, Plt. Kepala BNN Prov Kep Babel Bapak Kombes Pol Ichlas Gunawan, Rektor IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang diwakili oleh Wakil Rektor I Bapak Prof. Dr. H. Hatamar, M.Ag, Kepala BNN Bangka, Kepala OPD Kabupaten Bangka, para Lurah dan Kepala Desa di Kabupaten Bangka, beberapa para Pimpinan Perusahaan yang ada di Kabupaten Bangka, Pimpinan Yayasan Panti Rehabilitasi Pendaki Sehati, para Penggiat Anti Narkoba &amp; Agen Pemulihan, para Tokoh Masyarakat, Agama, dan Pemuda di Kabupaten Bangka, serta para Mahasiswa, Bujang Miak dan Duta Genre.</p><p style="text-align:justify;">Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional kali ini diisi dengan acara pagelaran seni, talkshow dan Ikrar mahasiswa anti narkoba. Menurut Safril, M.Sos sebagai panitia penyelenggara kegiatan bahwa “kegiatan ini juga sangat berguna bagi mahasiswa IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, yang sedang mengambil mata kuliah even organizer, agar dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah acara disusun dan diselenggaran dengan cermat" Ungkap Safril selalu Sekretaris Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.</p><p style="text-align:justify;">(oleh A. Suwaidi)</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>Pelaksanaan UAS Semester Genap T.A. 2023/2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pelaksanaan-uas-semester-genap-ta-20232024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pelaksanaan-uas-semester-genap-ta-20232024</guid>
				<pubDate>Thu, 06 Jun 2024 10:41:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<h2 style="text-align:center;">Pelaksanaan UAS Semester Genap T.A. 2023/2024</h2><h2 style="text-align:center;">dari tanggal 3 Juni s.d. 15 Juni 2024</h2><p style="text-align:center;">&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>PENDAFTARAN SEMINAR PROPOSAL PERIODE IV 2024</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pendaftaran-seminar-proposal-periode-iv-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/pendaftaran-seminar-proposal-periode-iv-2024</guid>
				<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 11:02:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202024-06-03%20at%2008_10_51.jpeg"></figure>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>20 Siswa dari 5 SMA Ikuti Pelatihan Jurnalisme Pemula Prodi Jurnalistik Islam</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/20-siswa-dari-5-sma-mengikuti-pelatihan-jurnalisme-pemula-prodi-jurnalistik-islam</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/20-siswa-dari-5-sma-mengikuti-pelatihan-jurnalisme-pemula-prodi-jurnalistik-islam</guid>
				<pubDate>Wed, 29 May 2024 07:33:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Program Studi Jurnalistik Islam dan Himpunan Mahasiswa Jurnalistik Islam (HMJI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam sukses menggelar pelatihan jurnalisme pemula untuk siswa tingkat SMA. Sebanyak 20 siswa dari perwakilan 5 SMA di Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka mengikuti kegiatan tersebut. Adapun Peserta workshop ini diikuti oleh &nbsp;siswa/i SMA dan SMK yang berasal dari SMK 1 Pangkal Pinang, Al-Islam Kemuja, SMA 1 Mendo Barat, SMK 1 Mendo Barat, dan SMK 4 Pangkal Balam. Bertempat di Aula Terpadu lantai 1 IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung (Rabu, 29 Mei 2024), pelatihan jurnalisme pemula tingkat sma ini digelar dengan tujuan untuk memperkenalkan program studi Jurnalistik Islam kepada siswa/i SMA/SMK serta membekali mereka dengan ilmu dasar jurnalisme. Sehingga dapat menjawab kebingungan siswa sma mengenai bidang Jurnalistik. Norkumala, salah satu peserta, mengatakan, "Kegiatan ini menambah pengetahuan saya tentang dunia jurnalistik, materinya juga sangat asyik dan seru."</p><p>Pelatihan jurnalisme pemula tingkat sma ini dihadiri oleh Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Sekretaris Prodi, serta seluruh dosen Jurnalistik Islam. Adapaun narasumber pelatihan jurnalisme pemula tingkat sma ialah Fakharuddin Halim, SE yang merupakan mantan ketua Persatuan Wartawan Indonesia wilayah Bangka Belitung. Fakharuddin menyampaikan materi tentang jurnalisme secara jelas, dan lugas. Fakhrudin mengapresiasi kegiatan ini dengan memberikan buku hasil karyanya kepada siswa/i dan mahasiswa/i yang bertanya.</p><p>Para siswa yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena dapat menambah wawasan serta berkenalan dengan siswa dari sekolah lain. Pelatihan ini diadakan sebagai respons terhadap banyaknya pertanyaan dari siswa/i SMA/SMK mengenai apa itu jurnalistik, terutama di wilayah Bangka Belitung di mana profesi jurnalis masih kurang dikenal.</p><p>Dalam sambutannya, Sekar Putri, M.A selaku Ketua Prodi Jurnalistik Islam, mengapresiasi HMJI telah mensukseskan pelatihan ini. Harapannya, dengan adanya kegiatan seperti ini, jurnalistik di Bangka Belitung akan semakin berkembang dan dikenal. Pemateri Fakharuddin Halim, SE, juga menekankan pentingnya kehadiran program studi &nbsp;Jurnalistik Islam dalam konteks media saat ini, di mana banyak berita yang tidak jelas kebenarannya karena media yang tidak terdaftar. &nbsp;Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., dalam sambutannya membuka pelatihan menyampaikan, <strong>“Siapa yang menguasai informasi, dialah yang menguasai ilmu, dan saya juga bangga dengan Prodi Jurnalistik Islam ini karena dua tahun berturut-turut menjadi lulusan terbaik."</strong></p><p>Ketua Program Studi Jurnalistik Islam, Sekar Putri, S.I. Kom., M.A., dalam sambutannya menyampaikan, "Tidak dapat dipungkiri aktivitas jurnalistik merupakan aktivitas yang sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari seperti aktif dalam menulis/merekam kejadian/momen yang kemudian membagikannya ke sosial media. Semua itu sebenarnya adalah aktivitas Citizen Journalism atau jurnalis warga, namun kita masih perlu belajar agar terhindar dari berita hoaks dan memahami etika-etika yang diterapkan dalam aktivitas jurnalistik agar tidak keluar dari koridor yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain."</p><p>Fakhrudin Halim, S.E., dari PWI Babel, juga &nbsp;menyampaikan, "Saya sangat senang bisa diundang ke sini menjadi pemateri. Awalnya saya hari ini ada jadwal wawancara dengan Bapak Wakil Presiden, tetapi saya lebih memilih datang ke sini karena saya ingin berbagi ilmu kepada adik-adik di sini, bahwa jurnalistik itu sangat menyenangkan.”</p><p>Melalu pelatihan jurnalisme pemula tingkat sma, ini, para siswa juga dilatih untuk memiliki terampil melaporkan berita secara langsung dengan praktik reportase yang dilatih langsung oleh dosen prodi Jurnalistik Islam, Arifah, M.A. Kegiatan pelatihan jurnalisme pemula tingkat sma ditutup dengan memberikan suvenir kepada salah satu siswa yang berani tampil praktik reportase.</p><p>&nbsp;</p><p>Foto : Abdi Guna</p><p>Penulis : Nurizah dan Sekar Putri</p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>FDKI LAKSANAKAN YUDISIUM KEPADA 62 CALON WISUDAWAN</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-laksanakan-yudisium-kepada-62-calon-wisudawan</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/fdki-laksanakan-yudisium-kepada-62-calon-wisudawan</guid>
				<pubDate>Mon, 27 May 2024 10:31:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Bangka(27/05/2024), <a href="https://fdki.iainsasbabel.ac.id/">Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam</a> <a href="https://iainsasbabel.ac.id/">IAIN SAS Bangka Belitung</a> siap meluluskan total 62 orang calon wisudawan. Rektor, Dr. Irawan, M.S.I yang hadir pada yudisium ke XIII Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam menyampaikan sambutannya "Terimakasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan tinggi anaknya di IAIN SAS Bangka Belitung dan Selamat kepada calon wisudawan dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam yang telah di yudisium pada hari ini". Pelaksanaan Yudisium ke XIII FDKI bertempat di Gedung Serba Guna IAIN SAS Bangka Belitung, turut di hadiri oleh para Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Psikologi Islam, Jurnalistik Islam, Kasubag TU, Kepala Laboratorium dan Ketua Gusus Pengendali Mutu serta dosen-dosen FDKI. Adapun calon wisudawan yang menjadi Lulusan Terbaik dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam ialah <span style="color:black;">Sandrine Sekar Ramadina</span> dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam dengan masa studi 3 tahun 5 bulan, IPK 3, 97 predikat pujian.</p><p>Berikut ini nama-nama lulusan terbaik dan daftar calon wisudawan / peserta yudisium FDKI ke XIII tahun 2024, sebagai berikut :</p><figure class="table"><table><tbody><tr><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>NO</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>PRODI</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>NAMA</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>MASA STUDI</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>IPK</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>PREDIKAT</strong></span></p></td></tr><tr><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>1</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>BKI</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>Sandrine Sekar Ramadina</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>3 tahun 5 bulan&nbsp;</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>3,97</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>PUJIAN</strong></span></p></td></tr><tr><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>2</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>KPI</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>Erik Juliawan</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>3 tahun 8 bulan&nbsp;</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><strong>3,92</strong></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>PUJIAN</strong></span></p></td></tr><tr><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>3</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><strong>PI</strong></p></td><td><p style="text-align:center;"><strong>Mutiara Andini</strong></p></td><td><p style="text-align:center;"><strong>3 tahun 5 bulan&nbsp;</strong></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>3,93</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>PUJIAN</strong></span></p></td></tr><tr><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>4</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><strong>JI</strong></p></td><td><p style="text-align:center;"><strong>&nbsp;Pipin Wirahyuda</strong></p></td><td><p style="text-align:center;"><strong>4 tahun 6 bulan&nbsp;</strong></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>3,55</strong></span></p></td><td><p style="text-align:center;"><span style="color:black;"><strong>SANGAT MEMUASKAN</strong></span></p></td></tr></tbody></table></figure><p>&nbsp;Adapun daftar nama calon wisudawan dari masing-masing program studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam pada yudisium ke XIII tahun 2024, dibawah ini :</p><ol><li>Prodi Bimbingan dan Konseling Islam : 33 Orang (<a href="https://drive.google.com/file/d/1sAcSlMillH8bZlDj_6yn-8jE5ik4kH4F/view?usp=sharing"><strong>DOWNLOAD</strong></a>)</li><li>Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam : 13 Orang (<a href="https://drive.google.com/file/d/1BSL0OkJ1I-CqEzWQBw-bFTbMuX0Fzm6r/view?usp=sharing"><strong>DOWNLOAD</strong></a>)</li><li>Prodi Psikologi Islam : 15 Orang (<a href="https://drive.google.com/file/d/1NG-yInHJLCBn1qAxXTmZDAtfioa3c_j8/view?usp=sharing"><strong>DOWNLOAD</strong></a>)</li><li>Prodi Jurnalistik Islam : 1 Orang (<a href="https://drive.google.com/file/d/1gxaiAYxfdztKuajPOMlOkONhxBf4rB_S/view?usp=sharing"><strong>DOWNLOAD</strong></a>)</li></ol><p>Serangkaian acara Yudisium ke XIII <a href="https://fdki.iainsasbabel.ac.id/">Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam</a> <a href="https://iainsasbabel.ac.id/">IAIN SAS Bangka Belitung</a> tahun 2024 sukses dilaksanakan yang ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada lulusan terbaik oleh Rektor dan Dekan kepada nama-nama lulusan terbaik dari masing-masing program studi yang didampingi orang tua. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ah selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam berpesan kepada calon wisudan, "Selalu tingkatkan kualitas diri dan memberikan sumbangsi ilmu yang didapatkannya kepada masyarakat Bangka Belitung" serta yudisium ke XIII tahun 2024 ini menjadi momentum fakultas meningkatkan kualitas baik dari pelayanan maupun akademiknya sesuai dengan Tagline FDKI yakni "<strong>Semangat Baru Pasti Bisa</strong>", tegas Dekan pada sambutannya. &nbsp;</p><figure class="image"><img src="/assets/images/editor/images/WhatsApp%20Image%202024-05-27%20at%2008_31_46%20(2)(1).jpeg"></figure><p>Penulis : <strong>Tim Humas FDKI*</strong></p><p>&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title>IAIN SAS Bangka Belitung Menempati Peringkat ke-2 Perguruan Tinggi Terbaik di Provinsi Bangka Belitung</title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-bangka-belitung-menempati-peringkat-ke-2-perguruan-tinggi-terbaik-di-provinsi-bangka-belitung</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/iain-sas-bangka-belitung-menempati-peringkat-ke-2-perguruan-tinggi-terbaik-di-provinsi-bangka-belitung</guid>
				<pubDate>Wed, 07 Feb 2024 08:06:00 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p><strong>BANGKA, &nbsp;</strong><a href="https://tipd.iainsasbabel.ac.id"><strong>TIPD.IAINSASBABEL.AC.ID</strong></a><strong> -</strong> Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung (IAIN SAS Babel) menduduki peringkat kedua terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Versi Webometrics Ranking of World Universities edisi Januari 2024&nbsp;<span style="color:black;"> berdasarkan situs pemeringkatan&nbsp;</span><a href="https://www.webometrics.info/en/search/Rankings/islam%20negeri"><span style="color:rgb(0,189,156);"><i>Webometrics</i></span></a>. Senin,13/02/2024.</p><p style="text-align:justify;">Pencapaian peringkat ini didasarkan atas keberhasilan IAIN SAS Babel&nbsp; dalam memenuhi penilaian Webometrics menggunakan tiga indikator dalam penilaiannya, yakni visibility (50 persen), transparency or openness (10 persen) dan excellence or scholar (40 persen).</p><p style="text-align:justify;">Aspek visibility diperoleh dari dampak konten publikasi di website. Lalu, transparency or openness mengacu pada keterbukaan publikasi ilmiah berdasarkan sitasi tertinggi dari peneliti universitas. Sedangkan excellence or scholar berdasarkan sitasi tertinggi hasil riset.</p><p style="text-align:justify;">Diketahui, Webometrics merupakan suatu perangkat sistem yang berinisiatif untuk mempromosikan dan membuka akses publikasi ilmiah, guna meningkatkan kehadiran akademik dan lembaga-lembaga penelitian di situs web.</p><p style="text-align:justify;">Penentuan peringkat didasarkan pada kinerja website atau situs perguruan tinggi terkait pada tiga bidang, yaitu visibility, openness dan excellence.</p><p style="text-align:justify;">Atas capaian yang membanggakan ini, Rektor IAIN SAS Babel Dr. Irawan, M.S.I , menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang solid dan komitmen seluruh civitas akademik dan Tim Pengelola website dalam menyajikan informasi dan tidak lupa beliau juga menyampaikan agar Tim selalu semangat dalam mengelola website yang ada.</p><p style="text-align:justify;">Meskipun prestasi yang gemilang telah diraih, Irawan&nbsp; juga terus mendorong dan memberi semangat kepada seluruh civitas akademik agar terus berupaya menjadi yang terbaik dan memberi dedikasi yang tinggi kepada masyarakat.</p><p style="text-align:justify;">mengingatkan agar tidak cepat Puas dengan pencapaian yang ada. Beliau juga berpesan agar seluruh Tim tetap solid dan terus meningkatkan kualitas berita yang disajikan melalui website, sehingga berita yang ada dapat dijadikan sebagai bahan dan dokumen yang mampu meningkatkan Akreditasi Program Studi dan Institusi.</p><p style="text-align:justify;">“Kualitas sejati dari suatu kampus bukanlah seberapa tinggi dia berada dalam peringkat, tetapi betapa besar peranannya dalam mengubah kehidupan para mahasiswanya dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. Oleh sebab itu mari bersama-sama menjadi yang terbaik,” jelasnya.</p><p style="text-align:justify;">Berikut ini daftar 13 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Terbaik di Provinsi Babel Januari 2024</p><p style="text-align:justify;">1. Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur</p><p style="text-align:justify;">2. IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">3. Universitas Bangka Belitung&nbsp;</p><p style="text-align:justify;">4. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung</p><p style="text-align:justify;">5. Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung UMBB</p><p style="text-align:justify;">6. Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang</p><p style="text-align:justify;">7. Institut / Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat</p><p style="text-align:justify;">8. Politeknik Darma Ganesha Tanjungpandan Kabupaten Belitung</p><p style="text-align:justify;">9. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE IBEK</p><p style="text-align:justify;">10. Unaba / Sekolah Tinggi Abdi Nusa Pangkalpinang</p><p style="text-align:justify;">11. Akademi Manajemen Belitung AMB</p><p style="text-align:justify;">12. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan STIKES Citra Delima Bangka Belitung</p><p style="text-align:justify;">13. Universitas Pertiba Pangkalpinang Bangka</p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p><p style="text-align:justify;"><span style="background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(58,58,58);">Penulis : Ayaknan</span></p><p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/agenda/praktik-profesi-lapangan-tahun-2024</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/agenda/praktik-profesi-lapangan-tahun-2024</guid>
				<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 11:01:04 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Berikut ini jadwal pelaksanaan Praktik Profesi Lapangan Tahun 2024, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, sebagai berikut :</p><p>&nbsp;</p><h3><strong>PENDAFTARAN : 28 Mei - 7 Juni 2024</strong></h3><h3><strong>PEMBEKALAN &nbsp; : 19 Agustus 2024</strong></h3><h3><strong>PELAKSANAAN : 19 Agustus s.d 30 September 2024</strong></h3><p>&nbsp;</p><p><strong>Adapaun persyaratan mengikuti PPL, antara lain :</strong></p><ol><li>&nbsp;KRS Semester yang sedang berjalan</li><li>Transkrip nilai (minimal 100 sks)</li><li>Mengisi Form Persetujuan Orang Tua (Bermaterai 10.000)</li><li>Mengisi Form Pendaftaran</li><li>Fotocopy KTM</li><li>Pas Photo 3x4&nbsp;</li></ol><p>Pendaftaran dilaksanakan secara online melalui e campus dan pengumpulan berkas secara offline hingga tanggal 7 Juni 2024.</p><p>Link Whatsapp Grup PPL : <a href="https://bit.ly/ppl2024-fdki-iainsas"><strong>https://bit.ly/ppl2024-fdki-iainsas</strong></a></p><p>Narahubung : 0823-1146-2148</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/agenda/workshop-jurnalistik-pemula-tingkat-sma-prodi-jurnalistik-islam</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/agenda/workshop-jurnalistik-pemula-tingkat-sma-prodi-jurnalistik-islam</guid>
				<pubDate>Mon, 27 May 2024 02:15:46 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>RUNDOWN KEGIATAN WORKSHOP JURNALISTIK PEMULA TINGKAT SMA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG JADWAL PELAKSANAAN : RABU / 29 MEI 2024</p><figure class="table"><table><tbody><tr><td><strong>NO</strong></td><td><strong>WAKTU</strong></td><td><strong>KEGIATAN</strong></td><td><strong>PEMATERI/ PENANGUNGGUNGJAWAB</strong></td></tr><tr><td>1</td><td>08:00 – 08.15</td><td>Registrasi&nbsp;peserta</td><td>Panitia</td></tr><tr><td>2</td><td>08.15&nbsp;– 08:30</td><td>Pembukaan</td><td>Panitia</td></tr><tr><td>3</td><td>08.30&nbsp;– 08.45</td><td>Sambutan&nbsp;dekanFDKI</td><td>Dr.&nbsp;Rusydi&nbsp;Sulaiman,&nbsp;M.Ag</td></tr><tr><td>4</td><td>08.45&nbsp;– 09.00</td><td>Penanyangan&nbsp;videopembukaan JI</td><td>Himpunan Mahasiswa Jurnalistik Islam</td></tr><tr><td>5</td><td>09.00&nbsp;– 09.30</td><td>Pengenalan&nbsp;dosen-dosen&nbsp;JI</td><td>Seluruh&nbsp;Dosen&nbsp;JI</td></tr><tr><td>6</td><td>09.30&nbsp;– 10.30</td><td><p>Materi&nbsp;Workshop</p><p>(Teknik&nbsp;Presenter dan Reportase)</p></td><td>Fakhruddin Halim</td></tr><tr><td>7</td><td>10.30&nbsp;– 11.30</td><td><p>Kegiatan&nbsp;Workshop</p><p>(Praktek Reportase)</p></td><td>Tim&nbsp;Dosen&nbsp;JI</td></tr><tr><td>8</td><td>11.30&nbsp;– 11.45</td><td>Pembagian&nbsp;sertifikat</td><td>Panitia</td></tr><tr><td>9</td><td>11.45&nbsp;– 12.00</td><td>Penutup&nbsp;&amp;do’a</td><td>Amrullah, M.S.I</td></tr></tbody></table></figure><p>Bangka,&nbsp;17&nbsp;Mei&nbsp;2024&nbsp;</p><p>Ketua Panitia Pelaksana</p><p>&nbsp;</p><p>Arifah, S.I.Kom., M.A</p><p>NIP.199205042020122020</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/agenda/yudisium-fdki-ke-xiii</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/agenda/yudisium-fdki-ke-xiii</guid>
				<pubDate>Wed, 22 May 2024 11:57:01 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
						<p>Assalaamu’alaikum wr. wb.&nbsp;</p><p>Sehubungan akan dilaksanakannya Yudisium Ke-XIII Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung yang akan dilaksanakan pada :&nbsp;</p><p>Hari/Tanggal : Senin, 27 Mei 2024&nbsp;</p><p>Pukul : 07.30 WIB s.d selesai&nbsp;</p><p>Tempat : Gedung Serba Guna (GSG) IAIN SAS BABEL&nbsp;</p><p>Acara : Yudisium Ke – XIII Tahun 2024&nbsp;</p><p>Maka dengan ini, kami memohon kehadiran Bapak/Ibu pada acara tersebut. Demikian undangan ini disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. Wassalaamu’alaikum wr. wb.</p><p>Ketua Pelaksana,</p><p>&nbsp;</p><p>Safril, M.Sos&nbsp;</p><p>NIP. 199004182020121018&nbsp;</p>					]]>
				</description>
			</item>

		
			<item>
				<title></title>
				<link>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/agenda/sosialisasi-pendaftaran-siswa-span-ptkin-2024-untuk-tik-ptkin</link>
				<guid>https://fdki.iainsasbabel.ac.id/agenda/sosialisasi-pendaftaran-siswa-span-ptkin-2024-untuk-tik-ptkin</guid>
				<pubDate>Fri, 16 Feb 2024 05:58:29 +0000</pubDate>
				<description>
					<![CDATA[
											]]>
				</description>
			</item>

		
	</channel>
</rss>