Menuju Indonesia Baru

avatar HUMAS FDKI
HUMAS FDKI

22 x dilihat
Menuju Indonesia Baru

Oleh : Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung & Pembina FDKI Mengaji.

Agak benar bila ada teori yang mengatakan bahwa di fase akhir satu abad, sebuah negara mengalami masa transisi dan dalam kondisi tak menentu. Setelah itu baru negara tersebut akan dapatkan pemimpin yang kuat dan sangat disegani. "Innallaha yab'asu lihaadzihil-Ummah 'alaa Kulli ra'si mi'ati sanatin mujaddid alladziy yujaddidu lahaa diinaahaa" (sesungguhnya Allah mengutus bagi umat ini di penghujung seratus tahun seorang pemimpin yang lakukan pembaharuan bagi umat tersebut). Sepakatkah anda dengan pendapat tersebut?

Bagaimana bila teori tersebut dilekatkan pada negeri ini? Adakah sosok tokoh yang ditunggu untuk memimpin; mengatasi masalah besar yang dihadapi Bangsa Indonesia? Pasti ada. Kita mesti optimis asal kita siap berbenah membangun peradaban baru layaknya beberapa negara maju.

Kilas Balik

Begitu banyak kebohongan di negeri ini yang sudah terkuak ke permukaan walaupun terkadang masih ada pihak yang bertahan (stagnan), berusaha menikmatinya dengan cara mencari dukungan--mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya, hanya sekedar ingin aman dan tidak dipersalahkan. Agak heran bila masih ada pihak yang memenangkannya. Yang sudah jelas salah kok dilindungi?

Kasus di LAPAS Cibinong mengindikasikan hal tersebut. Kenyataannya masih ada polemik, bahkan ada pihak yang menyudutkan Ombudsman yang jelas tugas utamanya adalah mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara, pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), hingga swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu. Perlakuan tidak manusiawi oknum tertentu terhadap narapidana pastinya sangat mengusik sehingga menimbulkan kesenjangan sosial. Belum lagi kasus kekerasan di beberapa LAPAS di beberapa daerah sebagaimana yang diberitakan akhir-akhir ini.

Juga kasus besar yang menerpa Instansi Kejaksaan Agung RI. belum lama ini, karena Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan barang bukti sitaan berupa emas batangan seberat 74 kg serta uang tunai ratusan miliar rupiah. Hingga kini penanganan kasus tersebut masih berlangsung. Lagi-lagi kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat oleh Ferdy Sambo dengan vonis seumur hidup, pastinya mencoreng lembaga Kepolisian RI.

Beberapa kasus besar lain juga menyertai--kesemuanya terkuak setelah sekian lama diback up oleh oknum tertentu. Salut buat Presiden Prabowo. Pastinya rakyat berharap segala macam ketidakadilan di negeri ini berangsur hilang walaupun sebenarnya tidak mudah ketika kondisi negara di masa transisi.

Kebijakan Strategis

Ketika sebuah negara harus bersih dari penyimpangan dan tindak kejahatan, maka ia harus dibangun dengan sistem yang kuat dan orang-orang yang kompeten di bidangnya serta dukungan mereka terhadap pemerintah. Sangat menarik bila pihak pemerintah memiliki Good-Will saat berkuasa dan berorientasi kepada kemaslahatan umat menuju Indonesia Baru.

Menyikapi itu dan untuk tujuan keberlangsung kehidupan Bangsa, Pemerintah mesti lakukan langkah-langkah strategis berdasarkan program yang telah dirancang bersama lembaga tinggi dan lembaga tertinggi negara berikut penguatan tahapan-tahapan pembangunan sejalan dengan asta cita Presiden RI. Berikutnya masing-masing kementerian lakukan penguatan terhadap ide dan gagasan besar dimaksud tanpa ada sikap penegasian. Asta cita dimaksud adalah : Pertama, Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM); Kedua, Pemantapan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru; Ketiga, Peningkatan lapangan kerja; Keempat, Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang merata; Kelima, hilirisasi ; Keenam, Pembangunan Desa (bottom-up); Ketujuh, reformasi politik secar signifikan; Kedelapan, Harmonisasi Kehidupan Masyarakat.

Mudah-mudahan kebijakan reshuffle kabinet, pergantian Kapolri dan penyempurnaan Dewan Pertimbangan Presiden baru-baru baru ini mengindikasikan semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Pembenahan menyeluruh harus dilakukan sebelum munculnya pemimpin besar di penghujung seratus tahun sebagaimana ditegaskan dalam rangka menuju Indonesia Baru di awal abad kedua Masehi.