BANGKA — Memperkuat wawasan keilmuan dakwah sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan lintas negara, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung menghadirkan akademisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Tuan Dr. Khazri bin Osman, dalam kegiatan Kuliah Umum Dosen Tamu, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.00 WIB ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa FDKI untuk memperluas perspektif keilmuan, mendalami persoalan dakwah, serta memahami hubungan antara ilmu pengetahuan, kehidupan masyarakat, dan perkembangan peradaban. Mahasiswa dari berbagai semester mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias, menciptakan suasana pembelajaran yang lebih terbuka melalui dialog langsung bersama akademisi dari perguruan tinggi Malaysia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia yang berasal dari mahasiswa FDKI, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Dekan FDKI, Dr. H. Iqrom Faldiansyah, M.A. Kehadiran dosen tamu dari UKM menjadi bagian dari upaya FDKI dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui pertemuan akademik yang menghadirkan perspektif di luar pembelajaran rutin di ruang kelas.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Dekan FDKI, Kasubbag Tata Usaha FDKI, jajaran ketua dan sekretaris program studi, serta dosen di lingkungan FDKI. Kehadiran pimpinan fakultas dan sivitas akademika tersebut mencerminkan dukungan terhadap penguatan budaya akademik yang dinamis, kolaboratif, dan terbuka terhadap perkembangan keilmuan.
![]() | ![]() | ![]() |
Mendalami Keilmuan Dakwah Bersama Akademisi Malaysia
Kuliah umum dipandu oleh Anja Kusuma Atmaja, M.Sos., sebagai moderator, dengan menghadirkan Tuan Dr. Khazri bin Osman dari Universiti Kebangsaan Malaysia sebagai narasumber utama. Sementara itu, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., hadir sebagai pemantik diskusi yang memperkaya pembahasan melalui perspektif mengenai peradaban.
Dalam forum tersebut, keilmuan dakwah menjadi salah satu fokus utama pembahasan, sejalan dengan bidang keilmuan Dr. Khazri bin Osman. Tema ini relevan bagi mahasiswa FDKI, khususnya dalam memahami dakwah bukan semata-mata sebagai aktivitas penyampaian pesan keagamaan, melainkan juga sebagai disiplin ilmu yang berkaitan erat dengan komunikasi, kehidupan sosial, dan dinamika masyarakat.
Bagi mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, pemahaman tersebut penting untuk membangun cara pandang yang lebih luas terhadap tantangan dakwah masa kini. Perkembangan teknologi, perubahan pola komunikasi, serta beragam karakter masyarakat menuntut calon praktisi dan akademisi dakwah untuk terus memperdalam pengetahuan sekaligus mengembangkan kemampuan membaca realitas sosial.
Melalui pertemuan langsung dengan akademisi dari UKM, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal perspektif keilmuan yang lebih luas dan menjadikan forum kuliah umum sebagai ruang bertukar pikiran. Interaksi akademik semacam ini juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi berani mengajukan pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan menguji pemahaman melalui diskusi.
Perspektif Peradaban Memperkaya Diskusi Akademik
Pembahasan semakin menarik dengan hadirnya Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., sebagai pemantik diskusi. Ia memberikan perspektif mengenai peradaban dalam konteks perkuliahan, sehingga pembahasan tidak hanya berpusat pada aspek keilmuan dakwah, tetapi juga membuka ruang refleksi mengenai hubungan antara pengetahuan, perkembangan masyarakat, dan pembentukan peradaban.
Perspektif peradaban menjadi penting karena dakwah senantiasa hadir di tengah masyarakat yang terus mengalami perubahan. Pemahaman terhadap konteks sosial dan perkembangan peradaban membantu mahasiswa melihat bahwa praktik dakwah memerlukan landasan keilmuan yang kuat, wawasan yang luas, serta kemampuan memahami realitas kehidupan secara kritis.

Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Mahasiswa lintas semester mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan narasumber dan pemantik diskusi, mendalami persoalan yang berkaitan dengan keilmuan dakwah, serta memperluas pemahaman melalui pertukaran gagasan.
Forum tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya ruang akademik yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan persoalan nyata. Dengan demikian, kuliah umum tidak berhenti sebagai kegiatan mendengarkan paparan materi, tetapi berkembang menjadi proses pembelajaran yang mendorong daya kritis, keterbukaan berpikir, dan pengayaan perspektif.
Memperkuat Atmosfer Akademik dan Jejaring Keilmuan FDKI
Penyelenggaraan Kuliah Umum Dosen Tamu ini menjadi salah satu langkah FDKI IAIN SAS Babel dalam memperkuat kualitas pembelajaran dan atmosfer akademik di lingkungan fakultas. Kehadiran akademisi dari Universiti Kebangsaan Malaysia memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas cakrawala keilmuan sekaligus mengenal perkembangan kajian dakwah dalam lingkungan akademik yang lebih luas.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam pengembangan pendidikan tinggi. Melalui forum akademik yang mempertemukan narasumber, pemantik diskusi, dosen, dan mahasiswa, FDKI berupaya menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan pola pikir kritis dan kemampuan berdialog secara ilmiah.
Bagi mahasiswa FDKI, pengalaman mengikuti kuliah umum bersama akademisi dari luar negeri diharapkan menjadi motivasi untuk terus belajar, memperkaya referensi, serta mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan dakwah dan komunikasi Islam di tengah masyarakat yang semakin kompleks.
Melalui kegiatan ini, FDKI IAIN SAS Babel terus mendorong penguatan tradisi akademik yang terbuka terhadap pertukaran gagasan, perkembangan ilmu pengetahuan, dan perspektif lintas negara. Dengan demikian, fakultas diharapkan semakin mampu menghadirkan lingkungan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman serta melahirkan lulusan yang berwawasan luas, kritis, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kuliah umum dosen tamu ini menjadi pengingat bahwa pengembangan ilmu dakwah membutuhkan dialog, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar. Dari ruang akademik FDKI, pertukaran gagasan tersebut diharapkan tumbuh menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan keilmuan sekaligus mempersiapkan diri sebagai generasi yang mampu berkontribusi dalam pengembangan dakwah dan peradaban.
.jpeg)

.jpeg)