Di tengah kurangnya minat masyarakat terhadap literasi, khususnya sejarah Bangka, serta menguatnya pragmatisme keduniaan, LPP-RRI Sungailiat menggagas kegiatan dialog secara on air dengan mengundang Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., Guru Besar dalam Kepakaran Bidang Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.
Dialog yang bertemakan “Mengabadikan Daerah lewat Tulisan” tersebut berlangsung selama satu jam dan didampingi oleh seorang host, yaitu Wanda Sona Alham. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut salah satu pimpinan, yaitu Ita Gustin, Ahli Madya (fungsional penyiaran), serta Ivanda Gusti Irhan, ASN RRI sekaligus alumni KPI FDKI IAIN SAS Bangka Belitung, yang ikut mendampingi sejak kedatangan hingga usai kegiatan.
.jpeg)
Materi dialog yang berlangsung pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di LPP-RRI Sungailiat Bangka, cukup padat. Menurut Rusydi Sulaiman, yang juga Direktur Madania Center, sejarah masa lampau harus dikenang dan diabadikan, di antaranya melalui tulisan selain metode lainnya.
“Sinergitas antara masa lalu (the previous), masa kini (nowadays), dan masa akan datang (the future) sangatlah penting. Kita tidak ada dan tidak berarti bila tidak ada masa lalu. Maka, kita harus menghargai warisan masa lalu. Namun, kita juga tidak boleh mengabaikan masa kini untuk menghadapi masa depan (the future),” tambahnya.
Dalam konteks sejarah Bangka, belum banyak ditemukan tulisan berupa buku maupun karya tulis lainnya. Sumber lisan berupa legenda dan hikayat juga dapat digunakan, akan tetapi tingkat akurasinya relatif rendah.
Guru Besar tersebut pun mengajak generasi muda untuk mulai membaca secara cermat dan menulis secara konseptual sebagai upaya memperkuat literasi. Menurutnya, sumber-sumber sejarah yang dibukukan akan memberikan manfaat bagi masyarakat pada masa berikutnya.
Kegiatan dialog tersebut juga akan disiarkan (on air) pada 22 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB melalui RRI Pro Sungailiat, 103.9 FM.
Wassalam.