Bangka Belitung – Senin, 22 Juni 2026__Perjalanan panjang seorang akademisi, dai, peneliti, dan penggerak pendidikan Islam di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali memasuki babak baru. Dr. H. Iqrom Faldiansyah, MA resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung untuk periode 2026-2030 pada 22 Juni 2026.
Amanah tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian Dr. Iqrom yang selama ini dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam, dakwah, komunikasi keagamaan, penelitian sosial, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
Pengangkatan sebagai Dekan FDKI IAIN SAS Babel bukanlah perjalanan yang tiba-tiba, melainkan hasil dari rekam jejak panjang dalam dunia akademik dan kepemimpinan kelembagaan. Sebelumnya, ia telah memiliki pengalaman dalam mengelola fakultas melalui amanah sebagai Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung periode 2022–2026. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan untuk membawa FDKI semakin berkembang sebagai pusat pendidikan, dakwah, komunikasi Islam, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dr. H. Iqrom Faldiansyah, MA lahir di Pangkalpinang pada 20 Juli 1976. Ia merupakan akademisi yang memiliki latar belakang kuat dalam bidang dakwah dan komunikasi Islam, dengan perjalanan pendidikan yang dibangun sejak lingkungan pendidikan Islam hingga jenjang doktoral.
Ia tercatat sebagai dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung . Dalam aktivitas kesehariannya, ia berdomisili di Rumah Tahfizh Al-Huda Jalan Lumba-Lumba II RT. 04 RW. 01 Kelurahan Gabek Satu Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sementara menjalankan tugas akademik di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung Jalan Raya Petaling KM. 13 Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka.

Ditempa Pendidikan Pesantren hingga Meraih Gelar Doktor
Fondasi keilmuan Dr. Iqrom dibangun melalui pendidikan yang dekat dengan tradisi keislaman. Ia memulai pendidikan formalnya di SDN No. 274 Koba dan tamat pada tahun 1988.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikan di lingkungan pesantren, yakni MTs Pondok Pesantren Nurul Ihsan Baturusa Bangka dan menyelesaikannya pada tahun 1991. Pendidikan menengah atas juga ditempuh di lembaga yang sama melalui MA Pondok Pesantren Nurul Ihsan Baturusa Bangka dan tamat pada tahun 1994.
Ketertarikannya terhadap bidang dakwah dan komunikasi Islam kemudian membawanya melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Dakwah Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada tahun 2001.
Tidak berhenti pada jenjang sarjana, pengembangan keilmuan terus dilakukan melalui pendidikan Magister (S2) dengan mengambil Konsentrasi Dakwah Komunikasi (DK) Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yang diselesaikan pada tahun 2008.
Perjalanan akademiknya mencapai puncak ketika ia berhasil meraih gelar doktor melalui pendidikan S3 Konsentrasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta pada tahun 2022.
Latar belakang pendidikan tersebut membentuk karakter akademiknya yang memadukan kajian dakwah, komunikasi, Al-Qur’an, tafsir, serta isu-isu sosial kemasyarakatan.

Dari Pengalaman Demokrasi Menuju Kepemimpinan Akademik
Sebelum berkiprah penuh sebagai akademisi, Dr. Iqrom juga memiliki pengalaman dalam dunia demokrasi. Ia pernah dipercaya sebagai Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Tengah periode Juni 2008 hingga April 2011.
Setelah itu, sejak April 2011, ia mengabdikan diri sebagai PNS Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.
Karier akademiknya berkembang melalui berbagai amanah struktural. Ia dipercaya sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) STAIN IAIN SAS Babel tahun 2012, kemudian menjadi Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) STAIN IAIN SAS Babel tahun 2013.
Pada tahun 2014, ia mendapatkan amanah sebagai Kepala Laboratorium dan Radio Dakwah STAIN SAS Babel, serta menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN SAS Babel periode 2014–2016.
Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya dalam manajemen perguruan tinggi hingga kemudian dipercaya sebagai Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Babel periode 2022–2026.
Hingga akhirnya, pada 22 Juni 2026, ia resmi dilantik sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.
Aktif Mengabdi Melalui Organisasi Keagamaan dan Sosial
Selain dunia kampus, Dr. Iqrom dikenal sebagai sosok yang aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Sejak tahun 2013 hingga sekarang, ia dipercaya sebagai Pimpinan Rumah Tahfizh Qur’an Al-Huda Gabek Satu Pangkalpinang. Lembaga tersebut menjadi salah satu ruang pengabdiannya dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan generasi muda Islam.
Ia juga menjadi Pengurus Masjid Al-Huda Gabek Satu Pangkalpinang sejak 2014 hingga sekarang, serta menjadi Pengurus Masjid Agung Kubah Timah Kota Pangkalpinang periode 2023–2028.
Dalam bidang kelembagaan umat, ia aktif sebagai Pengurus MUI Provinsi Bangka Belitung sejak 2015 hingga sekarang, Pengurus LPTQ Kota Pangkalpinang sejak 2021 hingga sekarang, serta Pengurus LPTQ Provinsi Bangka Belitung sejak 2022 hingga sekarang.
Kiprahnya dalam pengembangan tilawatil Qur’an juga terlihat melalui perannya sebagai Dewan Hakim MTQ Kota Pangkalpinang sejak 2016 hingga sekarang, Dewan Hakim MTQ Provinsi Bangka Belitung sejak 2018 hingga sekarang, serta keterlibatan sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional Korpri Padang Sumatera Barat tahun 2022, Dewan Hakim STQH Nasional Jambi tahun 2023, Dewan Hakim MTQ Nasional Kalimantan Timur tahun 2024, dan Dewan Hakim MTQ Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025.
Dalam bidang kebangsaan dan pencegahan radikalisme, ia pernah menjadi Ketua Bidang Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bangka Belitung periode 2013–2016.
Ia juga aktif sebagai Pembina Ekstra Kurikuler Keagamaan Kemendiknas Babel sejak 2013 hingga sekarang, Peneliti di Pusat Studi Agama dan Kependudukan (PUSAKA) IAIN sejak 2014 hingga sekarang, Anggota Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI) sejak 2014 hingga sekarang, Pengurus Pusat Kajian Pancasila dan Kebangsaan IAIN SAS Babel sejak 2020 hingga sekarang, serta Pengurus Nasional Asosiasi Profesi Bimbingan Konseling dan Penyuluhan Islam (ASPRO BKPI) sejak 2014 hingga sekarang.
Berbagai pengalaman profesional lainnya juga pernah dijalankan, seperti menjadi Tim Seleksi Calon Anggota BAP PAUD dan PNF Provinsi Bangka Belitung tahun 2016, Tim Seleksi Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bangka Tengah tahun 2021, Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten/Kota di Provinsi Bangka Belitung tahun 2023, Panelis Debat Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2024, Tim Perumus Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Pilkada Ulang tahun 2025, Panelis Debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka Pilkada Ulang tahun 2025, serta Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026.

Produktif dalam Karya Ilmiah dan Penelitian
Sebagai akademisi, Dr. Iqrom juga dikenal produktif dalam menghasilkan karya ilmiah. Beberapa buku yang telah diterbitkan antara lain “Dakwah Virtual di Media Sosial” (Publica Institut Jakarta, 2023), “Antologi Pemikiran Dakwah Kontemporer” (Idea Press Yogyakarta, 2011), dan “Antologi Wacana Dakwah dan Syariah” (Idea Press Yogyakarta, 2012).
Ia juga aktif menulis berbagai artikel ilmiah yang membahas dakwah, media sosial, moderasi beragama, radikalisme, ekologi, ekonomi berbasis nilai Islam, hingga kajian Al-Qur’an.
Di antaranya adalah karya berjudul Dakwah Oral dan Audiovisual, Radikalisme Dakwah: Studi Terhadap Gerakan Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Salafi di Indonesia antara Keramahan dan Kemarahan dalam Berdakwah, Konsep Dakwah Jalaluddin Rakhmat, Kearifan Ekologi Orang Lum Dalam Konteks Dakwah Kultural, Pesantren dan Dakwah Ekologi, Dakwah Media Sosial: Alternatif Dakwah Kontemporer, Eksterminasi Hoaks Melalui “3S” Berbasis Al-Qur’an, Bela Negara Perspektif Ketahanan Ekonomi Berbasis Al-Qur’an, Moderasi Beragama di Dunia Maya, Rekonstruksi Ekonomi Pedesaan Melalui Community Development Berbasis Zakat Produktif, Discourse on Skeptical Orientalist Methodology in the Study of Qur'anic Codification, serta Strategi Tafsir Ayat dalam Dakwah di Era Digital.
Selain menulis, ia juga aktif melakukan berbagai penelitian terkait dakwah, masyarakat, lingkungan, kependudukan, radikalisme, komunikasi, dan pemberdayaan sosial.
Beberapa penelitian tersebut antara lain Gagasan Pendidikan Berbasis Ekologi, Studi terhadap Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka (2013), Religiusitas Urang Lum Tentang Alam: Konteks Dakwah Ekologi dan Kultural (2014), berbagai penelitian kerja sama dengan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentang pernikahan dini dan pengendalian penduduk, Pemetaan Radikalisme di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2015, Pemetaan Daerah Rawan Konflik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2017, hingga penelitian doktoralnya Dakwah Virtual di Media Sosial Perspektif Al-Qur’an (Disertasi S3 Institut PTIQ Jakarta 2022).
Ia juga melakukan penelitian tentang Relasi Komunikasi Interpersonal Melalui WhatsApp Grup dengan Kemampuan Bahasa Arab Siswa/I MA di Pangkalpinang (2022) dan Strategi Komunikasi Pemberdayaan Anak Punk melalui Punk Hijrah di Pulau Bangka (2023).
Dengan pengalaman panjang sebagai akademisi, pemimpin perguruan tinggi, peneliti, aktivis organisasi keagamaan, dan penggerak dakwah, Dr. H. Iqrom Faldiansyah, MA kini membawa amanah baru sebagai Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Babel. Kepemimpinannya diharapkan mampu menghadirkan penguatan kelembagaan, inovasi akademik, peningkatan kualitas riset, serta menjadikan FDKI IAIN SAS Babel semakin berkontribusi bagi pengembangan dakwah dan masyarakat Bangka Belitung.