Serial Kajian di Masjid Agung Sungailiat Bangka. Rusydi Sulaiman Uraikan Hikmah dan Ketokohan Luqman.

avatar HUMAS FDKI
HUMAS FDKI

29 x dilihat
Serial Kajian di Masjid Agung Sungailiat Bangka. Rusydi Sulaiman Uraikan Hikmah dan Ketokohan Luqman.

Bila dalam riwayat dijelaskan tentang ribuan jumlah orang bijak se-kelas nabi dan rasul dalam sejarah manusia, maka jumlah  rasul secara Syari'ah dibatasi 25 orang, mulai dari Adam a.s. hingga Muhammad saw., diceritakan dalam Kitab Suci Al-Qur'an, ditambah 3 orang bijak lainnya, yaitu: Iskandar Zulkarnain, Uzair dan Luqman.
Satu tokoh terakhir tersebut, yaitu Luqman adalah orang biasa berasal dari Habasyah (Ethiopia), tinggal di tengah komunitas Yahudi. Luqman, putra dari Unaqa' bin Sadun, hidup di masa Daud a.s.
Satu tokoh terakhir tersebut, yaitu Luqman adalah orang biasa berasal dari Habasyah (Ethiopia), tinggal di tengah komunitas Yahudi. Luqman, putra dari Unaqa' bin Sadun, hidup di masa Daud a.s.
Pada malam hari ini, 9 Agustus 2026, tepatnya di Masjid  Agung Sungailiat Bangka, Rusydi Sulaiman, Ketua Bidang Fatwa MUI Bangka Belitung  mengurai 1 ayat dalam QS.Luqman (31):12 tentang penganugerahan Allah kepada seseorang bernama Luqman dimaksud sebuah hikmah, dan anjuran bersyukur kepada Allah.
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Siapa yang bersyukur, sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang kufur (tidak bersyukur), sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”

Menurut Rusydi Sulaiman yang juga pembina FDKI MENGAJI, bahwa hikmah ( kebijaksanaan) diberikan kepada orang yang selalu berbuat baik dalam kesehariannya.baik dimaksud mengandung unsur mudawamah ( senang dalam keterlamaan) sehingga ada murabathah ( ikatan bathin yang kuat) dengan Dzat Yang Disembah, Allah Swt. Maka dari , sebagai hamba-Nya, kita wajib bersyukur. Hakikat syukur teruntuk diri manusia sendiri. Ketika disebut kata,"ghaniyyun hamiid" di akhir ayat, ditegaskan bahwa Allah itu kaya, tidak memerlukan selain-Nya, dan juga Allah itu Maha Terpuji, "Haqiiqun lil-Hamdi", memiliki hak untuk dipuji oleh makhluk-makhluk-Nya., tambah Direktur Madania Center tersebut.Berikutnya dijelaskan, bahwa,"al-Hamdu Ra'susy-Syukri" (pujian itu adalah kepala syukur). Setiap orang yang memuji Tuhan-nya karena ia benar-benar bersyukur. Maka marilah bersyukur, ajak Rusydi Sulaiman sebagaimana yang telah diteladankan Luqmanul-Hakim. Wassalam.