Bangka Belitung 05 April 2026– Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya akademik dengan menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Bereputasi Internasional (Scopus) pada Sabtu–Minggu, 05–06 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Terpadu Lantai II kampus tersebut diikuti oleh dosen-dosen di lingkungan IAIN SAS Bangka Belitung, serta turut melibatkan lima peserta dari luar institusi.

Workshop ini secara resmi dibuka oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas akademik dosen merupakan hal yang sangat penting, terutama dalam menghasilkan karya ilmiah yang mampu menembus jurnal internasional bereputasi. Ia juga menekankan bahwa publikasi di indeks Scopus tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebagai bentuk kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kancah global.
Untuk memperkuat kualitas pelatihan, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang publikasi ilmiah internasional, yakni Prof. Dr. Saifuddin Zuhri, S.Th., M.A. dan Dr. Mahbub Ghozali. Melalui sesi pemaparan dan praktik, keduanya membekali peserta dengan berbagai strategi penulisan artikel ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal Scopus, mulai dari penyusunan struktur artikel yang sistematis, teknik pengelolaan referensi yang efektif, hingga tahapan pengiriman naskah dan cara menghadapi proses review dari editor dan reviewer jurnal.
.jpeg)
Partisipasi peserta dari luar institusi menjadi indikasi terbukanya ruang kolaborasi yang dibangun oleh FDKI IAIN SAS Bangka Belitung. Keterlibatan lintas lembaga ini diharapkan dapat memperluas jejaring akademik sekaligus membuka peluang kerja sama riset yang lebih intensif dan berkelanjutan di masa mendatang.
Melalui penyelenggaraan workshop selama dua hari ini, FDKI IAIN SAS Bangka Belitung terus berupaya menumbuhkan semangat dan budaya riset di kalangan dosen. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkuat daya saing akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional.