IAIN SAS Babel Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Ukhuwah dan Nilai Keislaman
Bangka Belitung — Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti Aula Gedung Terpadu Lantai 1 IAIN SAS Bangka Belitung dalam kegiatan buka puasa bersama yang diikuti seluruh civitas akademika, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di bulan suci Ramadan.
Sejak sore hari, para peserta telah memadati lokasi acara dengan penuh antusias. Kebersamaan tampak terjalin tanpa sekat antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Momentum ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang bertemunya seluruh elemen kampus dalam suasana yang lebih cair dan akrab.
Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor IAIN SAS Bangka Belitung, Prof. Dr. Irawan, M.S.I. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tradisi kebersamaan seperti ini harus terus dirawat dan dijadikan budaya kampus.
“Kegiatan kebersamaan seperti ini perlu terus kita jaga keberlanjutannya sebagai bagian dari ukhuwah Islam di lingkungan IAIN SAS. Momentum Ramadan adalah ruang terbaik untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas antar seluruh unsur kampus,” ujarnya.
Sambutan Rektor IAIN SAS Babel, Prof. Dr. Irawan, M.S.I sebelum berbuka puasa bersama
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Wakil Rektor, Kepala Biro, para Dekan dan Direktur Pascasarjana, seluruh dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang turut hadir meramaikan kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif seluruh unsur kampus mencerminkan kuatnya rasa memiliki terhadap institusi.
Rektor juga berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti pada momentum Ramadan, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk terus membangun kolaborasi, komunikasi, dan sinergi dalam berbagai program akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan makna Ramadan sebagai bulan pembinaan diri dan penguatan karakter.
“Menjaga identitas lokal bukan berarti tertinggal, tetapi justru menjadi fondasi karakter kita. Perkuat literasi keimanan, dan yang paling utama adalah menjaga adab. Karena adab adalah bekal utama seorang muslim dalam menjalani kehidupan,” pesannya.
Ia menekankan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut setiap individu, khususnya insan akademik, untuk tidak hanya unggul dalam intelektualitas, tetapi juga kokoh dalam moralitas. Adab, menurutnya, menjadi pilar utama dalam membangun peradaban yang berkemajuan.
kemudian ia menambahkan, “Salah satu hal yang penting untuk kita jaga adalah Khashaaish Adabiyah yang diwariskan oleh Atok-Nek di Pulau Bangka. Nilai-nilai ini merupakan kearifan lokal yang membentuk karakter masyarakat kita—penuh adab, santun, dan berakhlak. Karena itu, saya mengajak seluruh sivitas akademika untuk meneladani pribadi-pribadi pilihan di masa lalu yang telah mewariskan nilai luhur tersebut kepada kita,” tegasnya.
Tausiah oleh Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag.
Tausiyah tersebut disambut dengan penuh perhatian oleh para peserta. Suasana aula menjadi khidmat ketika Prof. Rusydi Sulaiman menutup ceramahnya dengan pembacaan doa menjelang waktu berbuka puasa, memohon keberkahan bagi seluruh keluarga besar kampus.
Menjelang azan Maghrib, suasana semakin terasa hangat. Setiap perwakilan lembaga dan unit kerja telah menyiapkan beragam takjil dan hidangan berbuka puasa. Aneka makanan tersaji sebagai wujud partisipasi dan kebersamaan, mencerminkan semangat gotong royong yang tumbuh di lingkungan kampus.
Momen berbuka puasa bersama menjadi simbol kebersamaan yang nyata. Canda ringan dan percakapan hangat mengiringi santapan berbuka, mempererat hubungan antarindividu yang selama ini lebih banyak berinteraksi dalam konteks formal.
Selepas berbuka puasa, seluruh peserta melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Kekhidmatan ibadah semakin melengkapi rangkaian kegiatan yang sarat makna spiritual dan sosial tersebut.
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, IAIN SAS Bangka Belitung kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan akademik yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai kebersamaan, keislaman, dan kemanusiaan. Momentum Ramadan pun menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah institusi terletak pada soliditas dan harmoni seluruh elemen di dalamnya.