IAIN SAS BABEL tambah 2 Guru Besar, Prof. Dr. Irawan, M.S.I. dan Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I. Keduanya merupakan Dosen Hombase Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.

avatar HUMAS FDKI
HUMAS FDKI

55 x dilihat
IAIN SAS BABEL tambah 2 Guru Besar, Prof. Dr. Irawan, M.S.I. dan Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I. Keduanya merupakan Dosen Hombase Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.
Dekan dan Jajaran Dosen FDKI Foto bersama bersama Dua Guru Besar yang telah dikukuhkan

Bangka, Kamis, 12 Februari 2026-IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kembali menorehkan sejarah penting dalam pengembangan akademik dengan dikukuhkannya dua Guru Besar pada hari ini. Keduanya merupakan dosen homebase Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), yakni Prof. Dr. Irawan, M.S.I., sebagai Guru Besar dalam bidang Pemikiran Islam Indonesia, dan Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I., sebagai Guru Besar dalam bidang Filsafat Islam.

Pengukuhan kedua profesor tersebut dilaksanakan dalam sidang senat terbuka dan secara resmi dikukuhkan langsung oleh Ketua Senat IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Prof. Dr. Zayadi, M.Ag.  menjadi momentum bersejarah, tidak hanya bagi institusi IAIN SAS Bangka Belitung, tetapi juga secara khusus bagi FDKI. Prof. Dr. Irawan, M.S.I., selain sebagai Guru Besar, juga saat ini menjabat sebagai Rektor IAIN SAS Bangka Belitung. Sementara itu, Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I., dikenal luas sebagai akademisi dan pemikir yang konsisten mengembangkan kajian filsafat Islam di Indonesia.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur, disaksikan oleh sivitas akademika, tamu undangan, serta keluarga besar kedua profesor. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Irawan, M.S.I., mengangkat refleksi mendalam tentang relasi manusia, Tuhan, dan alam dalam perspektif Islam.

Ia menegaskan bahwa manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab moral dan spiritual dalam menjaga keberlangsungan ciptaan Allah Swt., sedikit kutipan dari orasi ilmiah beliau;

“Kita bicara tentang alam. Alam yang diciptakan oleh Allah kepada manusia itu adalah sebagai konteks khalifah. Khalifah itu artinya wakil atau mengganti untuk menjaga ciptaan-Nya. Tetapi dalam kenyataannya bahwa para penjaga ini bermacam-macam. Ada yang tipenya merusak, belum lagi beberapa kelompok yang mengatakan, misalnya dalam kelompok development, kelompok yang memahami bahwa bumi ini memang diperuntukkan oleh manusia, silakan digunakan semaunya. Akibatnya muncul beberapa persoalan yang berdampak kepada lingkungan....”

Orasi tersebut menegaskan pentingnya paradigma teologis yang berkeadaban dalam pembangunan, agar manusia tidak terjebak pada sikap eksploitatif yang merusak keseimbangan alam.
 

Prof. Dr. Irawan, M.S.I. Guru Besar Bidang Pemikiran Islam Indonesia (Rektor IAIN SAS Bangka Belitung)

 

Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I., memaparkan gagasan tentang karakter integratif filsafat Islam. Ia menekankan bahwa filsafat Islam memiliki corak yang berbeda dari filsafat Barat, terutama dalam dimensi spiritual dan moralnya.

“Filsafat Islam itu berbeda dengan filsafat Barat. Jadi saya mengajukan dalam arti itu satu tesis. Filsafat Islam itu bersifat integratif. Integratif itu menyangkutkan antara aspek intelektual, moral-emosional, sekaligus spiritual-transendental. Kalau filsafat Barat, misalnya, didefinisikan sebagai pencerahan intelektual—mendalami hakikat realitas sampai ke akar-akarnya yang membawa pencerahan intelektual—lalu berhenti di situ. Tapi dalam Islam, filsafat itu tidak berhenti di situ. Proses pencerahan bukan hanya intelektual, tetapi juga moral-emosional dan transendental-spiritual. Memang ada ulama filsuf muslim yang mendefinisikan seperti Barat, tetapi saya mengambil yang sifatnya komprehensif integratif, yang menyangkutkan tiga aspek ini. Nah, saya berangkat dari tesis itu.”

 

Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I. Guru Besar Filsafat Islam

Gagasan tersebut memperkaya diskursus akademik di lingkungan IAIN SAS Bangka Belitung, sekaligus mempertegas kontribusi filsafat Islam dalam membangun peradaban yang tidak hanya rasional, tetapi juga bermoral dan spiritual.

Dekan FDKI, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian akademik tersebut.

“Atas nama keluarga besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, kami mengucapkan selamat dan tahniah atas pengukuhan Prof. Dr. Irawan, M.S.I., dan Prof. Dr. Zaprulkhan, M.S.I., sebagai Guru Besar. Ini adalah kebanggaan besar bagi FDKI, karena keduanya merupakan dosen homebase kami. Semoga keilmuan dan keteladanan beliau berdua semakin memperkuat tradisi akademik, memperkaya khazanah pemikiran Islam, serta menginspirasi generasi muda akademisi di Bangka Belitung dan Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran dua Guru Besar ini akan menjadi energi baru dalam pengembangan kurikulum, riset, dan publikasi ilmiah di lingkungan FDKI, sekaligus memperkokoh posisi fakultas sebagai pusat kajian dakwah, komunikasi, dan pemikiran Islam yang unggul.

Pengukuhan dua Guru Besar ini diharapkan tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga menjadi tonggak penguatan kelembagaan serta percepatan peningkatan mutu akademik IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung secara berkelanjutan.