IAIN SAS Bangka Belitung melalui FDKI Memfasilitasi Workshop AI Ready ASIAN untuk Guru SMA/SMK se-Kabupaten Bangka

avatar HUMAS FDKI
HUMAS FDKI

38 x dilihat
IAIN SAS Bangka Belitung melalui FDKI Memfasilitasi Workshop AI Ready ASIAN untuk Guru SMA/SMK se-Kabupaten Bangka
Peserta Workshop AI Ready ASEAN

Bangka — IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung melalui Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) memfasilitasi pelaksanaan workshop AI Ready ASIAN yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) . Kegiatan ini  dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Desember 2025 di Gedung Serba Guna IAIN SAS Babel dan diikuti oleh para guru SMA dan SMK se-Kabupaten Bangka sebagai upaya memperkuat literasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan pendidikan menengah.

Workshop ini dihadiri oleh Dekan FDKI IAIN SAS Bangka Belitung, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., yang didampingi Wakil Dekan FDKI, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., pimpinan dan dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta Ketua MAFINDO Bangka Belitung, Suryani, M.S.I. Peserta kegiatan berjumlah sekitar 50 orang guru SLTA dari berbagai sekolah di Kabupaten Bangka.
 

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FDKI Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag. mewakili Rektor IAIN SAS Bangka Belitung. Dalam sambutannya, Prof. Rusydi menyampaikan bahwa workshop bertema AI Ready ASIAN sangat strategis dalam membekali para guru menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

“AI memiliki peran penting di era digital saat ini. Namun demikian, ide dasar dan konseptualisasi pembelajaran tetap bersumber dari para guru. AI hadir sebagai alat bantu untuk menyempurnakan proses literasi dan pembelajaran,” ujar Prof. Rusydi.

Menyikapi semangat MAFINDO Bangka Belitung di bawah kepemimpinan Suryani, M.S.I., Prof. Rusydi juga menekankan pentingnya penguatan kebudayaan dan peradaban di Bangka Belitung. Ia menjelaskan bahwa penguatan tersebut mencakup tiga wujud utama, yaitu wujud ideal (nilai dan gagasan), wujud kelakuan (perilaku dan praktik sosial), serta wujud material (produk dan teknologi) yang harus terus diperkuat oleh para pendidik.

Lebih lanjut, Prof. Rusydi yang juga merupakan Direktur Madania Center menyampaikan apresiasi dan keterbukaannya terhadap kolaborasi lanjutan. Ia berharap MAFINDO dapat menyelenggarakan kegiatan serupa bagi mahasiswa FDKI IAIN SAS Bangka Belitung sebagai bentuk pencerahan dan penguatan literasi digital di lingkungan kampus.

“Saya sangat menyambut baik dan merasa senang dengan kegiatan seperti ini. Ke depan, kami berharap mahasiswa FDKI juga dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam meningkatkan pemahaman literasi AI,” tegasnya.

Melalui fasilitasi workshop ini, IAIN SAS Bangka Belitung melalui FDKI menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi digital serta pengembangan sumber daya manusia yang adaptif, kritis, dan beretika dalam menghadapi era kecerdasan buatan.