KEMATIAN; TAK TERELAKKAN

avatar HUMAS FDKI
HUMAS FDKI

45 x dilihat
KEMATIAN; TAK TERELAKKAN

Oleh: Rusydi Sulaiman, Guru Besar dalam Kepakaran  Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung & Direktur Madania Center.

Sangat terkejut ketika berita kematian disampaikan, terlebih yang tertimpa musibah kematian tersebut tergolong masih sangat muda dan hampir tanpa pirasat sedikit pun sebelumnya--rasa-rasanya kejadian tersebut belum dapat diterima akal sehat. Beberapa kasus serupa disebabkan oleh faktor tertentu seperti  kecelakaan dan atau musibah lain juga menyertai. Fakta tersebut pasti mengusik jiwa dan memberi beban serta meninggalkan luka mendalam, khusunya bagi keluarga dekat yang ditinggalkan.

Itulah takdir Tuhan, Allah Swt. Sebagian orang fatalis mengatakan: " itulah takdirnya, maka tidak perlu dipersoalkan lagi, dan pasrah kepada yang Maha Kuasa". Berbeda dengan sebagian lain yang lebih rasional,  seraya berkata: takdir kematian itu dipastikan ada sebabnya (hukum kausalitas). Takdir jatuh karena ikhtiar manusia. Sejauh mana seseorang berikhtiar, maka disitulah takdirnya. Menurut kelompok kedua ini, manusia mesti berusaha dan menentukan nasibnya sendiri. "biqadril-Kaddi tanālu mā Tatamannā" ( apa yang kamu dapatkan sesuai kadar perngorbananmu). Maka  apapun bentuk kematian, peristiwa tersebut mesti dikritisi. Ia tidak boleh lewat begitu saja. Sikap Tawakkal  keluarga yang ditinggalkan selalu saja dimanfa'atkan bahkan dimanipulasi oleh pihak tertentu.

Terlepas dari dua pendapat teologis berbeda, kematian itu mutlak adanya. Tidak seorang pun yang mampu mengawali dan juga mengakhirinya, karena  takdir di "tangan" Tuhan. Apapun masalah, kesemuanya terpulang kepada Allah. Apa kamu  mengira bahwa kamu  mampu memastikan waktu kematian mu? Sebaliknya, mampukah kamu mengetahui waktu kelahiranmu? Fir'aun pun tidak tahu ajalnya ketika raja tersebut mengklaim dirinya Tuhan dan ingin hidup selamanya. Begitu juga Qarun yang men-Tuhankan harta. Akhirnya mati juga, dan hartanya tidak bersamanya. Kematian tak terelakkan. Hal tersebut ditegaskan dalam QS.Al-A'rāf (7):34).

Artinya: "Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak dapat pula meminta percepatan."

Normalnya kematian datang pasca sakit, namun kenyataannya tidak selalu diawali sakit, tiba-tiba mati--sekaligus mati. Mati akibat perang misalnya, beberapa orang tertembak mati. Kematian massal juga  pernah terjadi disebabkan oleh musibah banjir, kebakaran, gedung runtuh dan atau kematian massal karena pembunuhan yang disengaja. Seakan-akan nyawa manusia terhenti karena ulah manusia lainnya.  Akhir-akhir ini      kita sering diberitakan tentang kematian tertentu akibat konfliks antar etnis dan juga agama di beberapa negara.

Kematian; Tak Terelakkan.

Ia pasti menghampiri setiap manusia. Ditegaskan dalam beberapa ayat Al-Qur'an sebagai berikut:

Dalam QS. n-Nisa (4); 78-- Artinya: "Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh." 

Dalam QS.As-Sajdah (32): 11--Artinya:.." Katakanlah: Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut Nyawa) mu akan mematikan kamu kemudian kepada Tuhanmu, kamu akan dikembalikan".

Dalam QS.Ali Imran (3): 145--Artinya: "Setiap yang bernyawa tidak akan mati, kecuali dengan izin Allah sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Siapa yang menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu dan siapa yang menghendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur".

Amal Shaleh sebagai Bekal. 

Tiada yang dapat dibawa ke alam kubur dalam bentuk apapun apalagi harta benda kecuali amal shaleh yang setidaknya tiga hal, yaitu: sedekah jariyah, ilmu bermanfa'at dan anak shaleh yang mendo'akan kedua orang tuanya. Rasulullah bersabda: "Idzā māta Ibnu ādama, inqatha'a 'amaluhu illā min tsalāsin; shadaqatin jāriyatin Aw 'ilmin yuntafa'u bihi aw Waladin shālihin yad'ū lahu" (HR.Bukhari Muslim).

Kematian sebenarnya tidak begitu dipersoalkan karena otoritas dan takdirnya urusan Allah. Kapan pun bisa terjadi pada diri kita yang bernyawa. Sebagai makhluk yang diciptakan,  manusia  lemah dan sangat  tidak berdaya. Semuda-mudanya usia seseorang saat dipanggil ke hadiratnya pastinya aman bila ada bekal akhirat. Amal shaleh yang menyelamatkannya dari api neraka. Adapun kesedihan hanya dialami keluarga dekat yang ditinggalkan dan juga kolega  yang semasa hidupnya  selalu dalam kebersamaan. Kematian; tak terelakkan. Wassalam.