(Pangkalpinang, 30/07/2024) – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan pendampingan akreditasi jurnal dan bedah artikel ilmiah dosen pada tahun 2024. Acara yang berlangsung di Asrama Haji Pangkalpinang dari tanggal 29 hingga 30 Juli 2024 ini dibuka secara resmi oleh Rektor, Dr. Irawan, M.S.I, dan dihadiri oleh Dekan FDKI, Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., Wakil Dekan, Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A., Kepala Pusat Penelitian dan Publikasi LPPM IAIN SAS Bangka Belitung, Dr. Nurlaila, S.Pd.I., M.Pd.I., sekretaris LPPM, Ketua dan sekretaris prodi, serta pengelola jurnal di lingkungan FDKI IAIN SAS Bangka Belitung dan pengelola jurnal dari Universitas Bangka Belitung (UBB). Kegiatan selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jurnal dan kemampuan menulis artikel ilmiah berstandar internasional (Scopus) bagi dosen-dosen di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Bangka Belitung. FDKI memiliki empat jurnal yang akan mengajukan akreditasi di Arjuna agar dapat terindeks SINTA. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola jurnal ilmiah di FDKI IAIN SAS Bangka Belitung untuk meraih akreditasi yang lebih tinggi.
Pendampingan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, seperti Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy, M.A. dan Dr. Mahbub Ghozali yang merupakan mantan Ketua Rumah Jurnal di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam sambutannya, Dr. Irawan, M.S.I menekankan pentingnya peningkatan kualitas jurnal ilmiah sebagai bagian dari upaya institusi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan penyebarluasan hasil penelitian. "Oleh karena itu, saya berharap kepada seluruh pengelola jurnal untuk sama-sama semakin tercerdaskan lagi, karena melalui kegiatan ini juga kita akan tahu bagaimana cara menulis yang baik," ujar Rektor IAIN SAS Bangka Belitung. Dekan FDKI, Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., juga menyampaikan harapan besar terhadap hasil dari pendampingan ini. "Semoga jurnal-jurnal di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam dapat memenuhi standar akreditasi yang lebih tinggi dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Sesi pendampingan dibagi menjadi beberapa bagian yang fokus pada berbagai aspek penting dalam pengelolaan jurnal. Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy, M.A. dalam sesi pertama membahas mengenai substansi kualitas artikel yang sesuai dengan standar jurnal internasional (Scopus) serta pentingnya konsistensi dan kualitas artikel ilmiah setiap terbitan. Sedangkan Dr. Mahbub Ghozali menekankan pentingnya manajemen editorial yang baik, termasuk peran penting Chief Editor dan reviewer dalam menjaga kualitas jurnal, serta membedah keseluruhan jurnal di FDKI IAIN SAS Bangka Belitung. "Namun, sebagai evaluasi untuk RTL, banyaknya editor in chief yang tidak memiliki ID Scopus. Maka editor wajib memiliki ID Scopus," ungkap Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy, M.A..
Beberapa poin penting yang dibahas dalam sesi pendampingan antara lain pentingnya template sebagai pedoman jurnal, akselerasi publikasi jurnal, peran Managing Editor, dan perlunya pelatihan manajemen Open Journal Systems (OJS) bagi mahasiswa. Selain itu, dibahas juga tentang pentingnya kualitas bahasa, konsistensi dalam penggunaan kata kunci, serta penyertaan instrumen pendukung lainnya yang sesuai dengan standar SINTA 2 bahkan jurnal di Scopus.Kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab yang aktif antara peserta dan narasumber, di mana berbagai permasalahan terkait pengelolaan jurnal dibahas dan dicarikan solusinya. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh editor jurnal di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN SAS Bangka Belitung ialah menyangkut perbedaan dan distribusi tugas antara Editor in Chief, Section Editor, dan Managing Editor. "Peran dan tugas masing-masing memiliki andil berbeda yang bertujuan menjaga kualitas artikel yang diterbitkan," jawab narasumber.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan jurnal-jurnal di Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung dapat meraih akreditasi yang lebih tinggi, serta semakin banyak dosen-dosen di FDKI IAIN SAS Bangka Belitung yang memiliki ID Scopus. Sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pengembangan akademik dan akreditasi prodi, tegas narasumber. (Humas FDKI)