PKM Internasional; Kolaborasi PEKA Malaysia-IAIN SAS BABEL di Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka. Rusydi Sulaiman Ajak Santri Lebih Terbuka dan Terus berkarya

avatar HUMAS FDKI
HUMAS FDKI

69 x dilihat
PKM Internasional; Kolaborasi PEKA Malaysia-IAIN SAS BABEL di Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja Bangka. Rusydi Sulaiman Ajak  Santri Lebih Terbuka dan Terus berkarya
Foto bersama di depan kantor Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja-Bangka

Kolaborasi lintas fakultas antara Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) dan Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung berhasil menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berskala internasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja, Bangka, pada Rabu, 26 November 2025.

Penyelenggaraan PKM internasional ini bukan perkara mudah, terlebih karena menghadirkan narasumber dari luar negeri. Namun berkat sinergi kedua program studi lintas fakultas tersebut, kegiatan ini mampu mendatangkan tiga tokoh penting dari Malaysia, yakni Muhammad Saffuan bin Abdullah, KB., PA (Counsellor, Pengarahan PEKA & IKRAM Malaysia); Datin Dr. Siti Taniza Toha (President PERSATUAN KAUNSELOR PENDIDIKAN MALAYSIA/PEKA); serta Tuan Hishamudin Salleh (Mental Health & Medical First Aider).

Dari Indonesia, turut hadir narasumber lokal yaitu Kaprodi BKPI Fakultas Tarbiyah Dr. Nikmarijal, M.Pd., Plt. Kaprodi BKI FDKI Nurviyanti Cholid, M.Pd.I., serta moderator Wahyudi, M.A. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah dosen dari kedua prodi, serta pimpinan fakultas, yaitu Dekan FDKI Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., dan Wakil Dekan Dr. Iqrom Faldiansyah, M.A. Sementara dari Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja, hadir para pengurus yayasan, di antaranya Dr. H. Muh Misdar, M.Ag., H. Sopyan Abdurrahman, M.Pd.I., Sumantri, S.Ag., Drs. H. Amzahri, dan Drs. Saimi, bersama sejumlah dewan guru.
 

Rangkaian kegiatan dimulai dengan ramah tamah antara narasumber dan pimpinan pesantren, diikuti dengan santap siang bersama. Agenda inti kemudian dibuka dengan pelaksanaan PKM Internasional setelah sambutan resmi oleh Dekan FDKI Prof. Rusydi Sulaiman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja.

Dalam sambutannya, Prof. Rusydi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran tiga tokoh PEKA Malaysia dan kontribusi mereka dalam memperkaya wawasan para santri. Ia menekankan bahwa perkembangan dunia dakwah dan pendidikan saat ini menuntut santri untuk terus memperluas pengetahuan serta berani berkarya di berbagai bidang.

“Santri harus lebih terbuka terhadap berbagai perkembangan zaman, khususnya di bidang dakwah dan komunikasi. Keterbukaan itu penting agar mereka mampu menjawab tantangan baru dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ruang berkarya bagi santri kini semakin luas, mulai dari media digital, kegiatan sosial, hingga inovasi pesantren. “Kreativitas tidak boleh berhenti di lingkungan pesantren saja. Santri perlu terus mengasah kemampuan, membangun jejaring, dan menghadirkan karya-karya yang bermanfaat untuk umat. Ini era di mana peran mereka sangat dibutuhkan,” tegasnya.
 

Penyerahan Sertifikat kepada Plt. Kaprodi BKI FDKI oleh Pimpinan Yayasan Ponpes Al-Islam Kemuja

Pondok Pesantren Al-Islam Kemuja sendiri merupakan pesantren tertua di Bangka yang memiliki sejarah kuat dengan tradisi naon—tradisi masyarakat Kemuja yang bermukim bertahun-tahun di Mekkah pasca menunaikan ibadah haji untuk memperdalam ilmu agama. Sepulangnya dari Tanah Suci, para guru—sebutan bagi tokoh agama berotoritas di Bangka—mendirikan halaqah-halaqah di rumah warga, berkembang menjadi Sekolah Haji atau Sekolah Arab, lalu Madrasah Diniyah, hingga akhirnya berdirilah pondok pesantren yang tetap mempertahankan tradisi Madrasah Diniyah sebagai identitas khasnya.

Melalui PKM ini, diharapkan para santri memperoleh wawasan baru, khususnya dalam bidang konseling modern. Selain memperkuat jejaring kerja sama internasional antara IAIN SAS Babel dan PEKA Malaysia, kegiatan ini juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi perkembangan pendidikan di pesantren. Prof. Rusydi menutup sambutannya dengan harapan agar kolaborasi antara kampus, pesantren, dan masyarakat terus diperkuat demi melahirkan generasi santri yang adaptif, produktif, dan berdaya saing. (ed)